Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : LibTech : Library and Information Science Journal

Implementasi Literasi Informasi dan Peran Perpustakaan dalam Sistem Pembelajaran di Pesantren Era Masyarakat Informasi Ach. Nizam Rifqi
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 2, No 1 (2021): LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v2i1.15955

Abstract

This article discusses how to implement information literacy and the role of libraries in the learning system in pesantren. This writing is motivated by the development of technology and information which has also given birth to an information society that has brought significant developments in the world of education, including boarding schools. System education in pesantren is required to be able to produce students who are superior in the field of religion and produce those who have information literacy competence so that they can compete in the community. Pesantren library as a central source of information in this case has a central role as an information literacy agent in the pesantren environment. The organization of pesantren is required to be able to have several innovative activities and cooperate with the academic community of pesantren to develop activities in the pesantren learning system by incorporating elements of information literacy skills, especially for students.Keywords: Information Literacy, Pesantren Library, Pesantren Learning, Information Society.
Mendekonstruksi Layanan Perpustakaan Perguruan Tinggi Vokasi Berbasis Makerspace Model Melalui Perspektif Teori Sosial Postmodern Jacques Derrida Ach. Nizam Rifqi
LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL Vol 1, No 1 (2020): LIBTECH: LIBRARY AND INFORMATION SCIENCE JOURNAL
Publisher : UIN Maulana Malik Ibrahim Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.18860/libtech.v1i1.10035

Abstract

Abstrak - Artikel ini mengkaji bagaimana perpustakaan perguruan tinggi memposisikan dirinya di tengah-tengah perkembangan fenomena makerspace. Perpustakaan dituntut bukan hanya sebagai pusat sumber informasi secara pasif, namun juga untuk dapat menciptakan sebauah ruang publik yang didalamnhya terdapat suatu kolaborasi dan berbagai pengetahuan (knowledge sharing) guna menciptakan sebuah produk karya yang bermanfaat. Berpijak dari konsep teori dekonstruksi Jacques Derrida mengenai dekonstruksi yaitu mencoba lepas dari rutinitas biasa yang dilakukan dengan mencoba hal yang anti mainstream. Akhirnya perpustakaan mencoba menjawab tantangan tersebut dengan menerapakan proses pelayanan menggunakan makerspace model. Studi kasus diambil pada salah satu perpustakaan perguruan tinggi negeri Politeknik Negeri Malang (Polinema), di mana perpustakaan perguruan tinggi dengan basis pendidikan vokasi yang secara kurikulum sistem pembelajaran menitik beratkan kepada 70% praktek dan 30% teori (konsep). Sebagai hasil akhir mahasiswapun dituntut untuk membuat suatu produk. Hal tersebut sejalan dengan konsep layanan menggunakan makerspace model yang coba diterapkan di perpustakaan. Pada implementasi pelayanan menggunakan makerspace model, pihak Perpustakaan Polinema langkah yang ditempuh yaitu unsur-unsur visi, misi dan tujuan perpustakaan yang jelas, anggaran dalam proses implementasi, ruang untuk mewadahi kegiatan makerspace diperpustakaan, ketrampilan pustakawan sebagai motor penggerak dan jejaring sebagai pihak penunjang kegiatan makerspace. Adapun kegiatan makerspace yang telah dilakukan dengan bekerjasama dengan mahasiswa dalam penyusunan tugas akhir tercipta beberapa produk di perpustakaan antara lain Sistem Informasi Perpustakaan Berbasis Web dengan SMS Gateway, Loker Elektronik Terintegrasi dan Integrasi Security Gate dengan Sistem Otomasi. Secara keseluruhan proses implementasi telah berjalan dengan baik, walapun belum secara intens dilakukan. Kedepan pihak perpustakaan akan terus konsisten menerapakan sistem pelayanan makerspace model tersebut dengan meningkatkan konsistensi apa yang menjadi visi, misi dan tujuan melalui penerapan SOP yang jelas, peningkatan anggaran secara berkala, penambahan fasilitas ruang gerak kegiatan makerspace, dan penambahan jejaring perpustakaan untuk mendukungnya. Kata kunci: Perpustakaan Perguruan Tinggi Vokasi, Postmodern, Makerspac