Hermie M. M. Tendean
Faculty of Medicine Universitas Sam Ratulangi Prof. Dr. R.D Kandou Central General Hospital Manado

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Creatinine clearance levels are associated with the incidence of preeclampsia: Hubungan Creatinine Clearance Dengan Kejadian Preeklampsia Jesslyn M Sanusi; Hermie M. M. Tendean; Juneke J. Kaeng
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 6 No. 4 October 2018
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (103.899 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v6i4.843

Abstract

Abstract Objective: Determine thecorrelation between creatinine clearance relationship with preeclampsia incidence. Method: Cross sectional research. Result: Creatinine clearance examination conducted on 60 sample of pregnant women > 20 weeks,30 normotensive samples and 30 preeclampsia samples. The obtained data analyzed using SPSS software version 22.0 and discussed using the existing literature theory. Creatinine clearance average level in normotensive pregnancy 124.650 ± 14.3699ml/minutes/1,73m2and preeclampsia 74.003 ± 23.169ml/minutes/1,73m2. After Mann-Whitney statistical test obtained p value = 0,000. From ROC curve analysis for creatinine clearance obtained sensitivityvalue 100% and specificity 99,53%. Conclusion:There is a significant correlation between the creatinine clearance levels with preeclampsia. Keywords: creatinine clearance, normotensive, preeclampsia. Abstrak Tujuan: Menentukan hubungan antara creatinine clearance dengan kejadian preeklamsia. Metode: Penelitian potong lintang. Hasil:Dilakukan pemeriksaan creatinine clearance pada 60 sampel ibuhamil > 20 minggu, 30 sampel darah normal dan 30 sampel preeklamsia. Data yang diperoleh dianalisa dengan menggunakan software SPSS versi 22.0 dan dibahas dengan menggunakan teori literatur yang ada. Kadar rerata creatinine clearance pada kehamilan normotensi 124,650 ± 14,3699 ml / menit / 1,73m2 dan preeklampsia 74,003 ± 23,169 ml / menit / 1,73m2. Setelah uji statistik Mann-Whitney diperoleh nilai p = 0,000. Dari analisis kurva ROC untuk creatinine clearance diperoleh nilai sensitivitas 100% dan spesifisitas 99,53%. Kesimpulan: Ada hubungan yang signifikan antara creatinine clearance dengan kejadian preeklamsia. Kata kunci: creatinine clearance, normotensi, preeklampsia.
Relationship of Retinol Binding Protein Four Serum Level on Endometrial Hyperplasia and Endometrial Carcinoma: Hubungan Kadar Serum Retinol Binding Protein Empat pada Hiperplasia Endometrium dan Carcinoma Endometrium Ivan Limy; Eddy Suparman; Hermie M. M. Tendean
Indonesian Journal of Obstetrics and Gynecology Volume 6 No. 4 October 2018
Publisher : Indonesian Socety of Obstetrics and Gynecology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (95.974 KB) | DOI: 10.32771/inajog.v6i4.849

Abstract

Abstract Objective : To determine the relationship of elevated serum retinol binding protein 4 with abnormal uterine bleeding Methods : This study was an observational quantitative with cross sectional methods, with all women who had abnormal uterine bleeding caused either by endometrial carcinoma or endometrial hyperplasia at RSUP Prof.DR.RD Kandou, and affiliation hospitals from November 2016 until April 2017. Data were analyzed With SPSS version 2.0 to see the significancy level. Results: Of 26 research subjects, 23 subjects with endomtrial hyperplasia and 3 subjects with endometrial carcinoma. From the total of 26 malignancy and hyperplasia diagnoses, 21 had IMT> 25 and 23 were diagnosed with Endometrial Hyperplasia and 3 Carcinoma Endometrium. 18 subjects had elevated serum RBP4 levels, with 15 people with endometrial hyperplasia and 3 with endometrial carcinoma. With the Fischer Exact test statistic, serum retinol binding protein 4 levels were found in both endometrial hyperplasia and endometrial carcinoma p = 1.00, meaning no significant difference for the occurrence of abnormal uterine bleeding. Conclusion: There was no significant association between serum retinol binding protein 4 between endomterium carcinoma and endometrial hyperplasia. Keywords: abnormal uterine bleeding, endometrial carcinoma, endometrial hyperplasia, serum retinol binding protein 4 Abstrak Tujuan : Mengetahui adanya hubungan peningkatan kadar serum retinol binding protein 4 pada hyperplasia endomterium dengan carcinoma endometrium Metode : Penelitian ini adalah jenis kuantitatif observasional secara potong lintang, dengan semua perempuan yang mengalami perdarahan uterus abnormal yang disebabkan oleh hiperplasia endometrium atau carcinoma endometrium di Bagian Kebidanan dan Kandungan Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof.DR.R.D Kandou, dan RS jejaring mulai November 2016 sampai April 2017.Data dianalisa dengan SPSS versi 2.0 untuk melihat tingkat kemaknaannya. Hasil : Dari 26 subjek penelitian, 23 subjek dengan hyperplasia endomtrium dan 3 subjek dengan carcinoma endometrium. Didapatkan data penelitian dari total keganasan diagnosa dan hiperplasia sejumlah 26 orang, sebanyak 21 orang memiliki IM T>25 dan sebanyak 23 orang didiagnosa dengan Hiperplasia Endometrium dan 3 orang karsinoma Endometrium. Didapatkan sebanyak 18 subyek penelitian mengalami peningkatan kadar serum RBP 4, dengan 15 orang yang mengalami hiperplasia endometrium dan 3 orang dengan karsinoma endometrium. Dengan uji statistik Fischer Exact test, didapatkan kadar serum retinol binding protein 4 baik pada hiperplasia endometrium dengan karsinoma endometrium p=1.00, mengartikan tidak mempunyai perbedaan bermakna untuk terjadinya perdarahan uterus abnormal. Kesimpulan : Tidak terdapat hubungan bermakna kadar serum retinol binding protein 4 antara karsinoma endomterium dengan hiperplasia endometrium. Kata kunci : hiperplasia endometrium , kadar serum retinol binding protein 4, karsinoma endometrium, perdarahan uterus abnormal