Hermie M. M. Tendean
Universitas Sam Ratulangi

Published : 5 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : e-CliniC

Evaluation of Labors in COVID-19 Pandemic at Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital Manado from January to August 2021 Virgyano L. Dompas; Hermie M. M. Tendean; Erna Suparman
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.38132

Abstract

Abstract: Failure to prioritize maternal health during the COVID-19 pandemic will affect maternal mortality ratio (MMR). This study aimed to obtain the evaluation of labor during the COVID-19 pandemic. This was a descriptive and retrospective study with a cross-sectional design using the medical record data of Prof. Dr. R. D. Kandou Hospital in Manado. The results obtained 858 cases of labor. Based on maternal characteristics, most labors were carried out in the age group of 20-34 years (69.23%), household work (72.14%), senior high school education (51.52%), and parity of 1-4 times (60.72%). The highest percentage of labor was cesarean section (62.35%). Most of the antenatal care was carried out 4-6 times(34.62%) by obstetrician-gynecologists (40.09%). The most common labor complication was fetal distress (27.29%). Maternal deaths were 20 cases, most were caused by respiratory failure (50%). Perinatal mortality was 82 cases with the most common cause of death was intra uterine fetal death/IUFD (41.46%). The maternal mortality rate was 2442 cases per 100,000 live births meanwhile the perinatal mortality rate was 100.12 per 1000 live births. In conclusion, the most common labor was section caesarea. Respiratory failure was the most common cause of maternal mortality and IUFD was the most common cause of perinatal mortality.Keywords:  labor, COVID-19, characteristics, maternal mortality, perinatal death  Abstrak: Kegagalan dalam mengutamakan kesehatan ibu selama pandemi COVID-19 akan memengaruhi angka kematian ibu (AKI). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui evaluasi persalinan di masa pandemi COVID-19. Jenis penelitian ialah retrospektif deskriptif dengan desain potong lintang menggunakan data rekam medik Januari s/d Agustus 2021 di RSUP Prof Dr. R. D. Kandou Manado. Hasil penelitian mendapatkan 858 kasus persalinan. Berdasarkan karakteristik, persalinan paling banyak dilakukan pada kelompok usia 20-34 tahun (69,23%), pekerjaan ibu rumah tangga (IRT) (72,14%), pendidikan SLTA (51,52%), serta paritas 1-4 kali (60,72%). Jenis persalinan tertinggi yaitu persalinan seksio sesarea (62,35%). Pelayanan antenatal paling banyak dilakukan oleh dokter spesialis obstetri dan ginekologi (40,09%). Frekuensi pelayanan antenatal tertinggi yaitu sebanyak 4-6 kali (34,62%). Komplikasi persalinan tertinggi yaitu gawat janin (27,29%). Kematian maternal sebanyak 20 kasus dengan penyebab kematian tertinggi gagal napas (50%). Kematian perinatal sebanyak 82 kasus dengan penyebab kematian tertinggi IUFD (41,46%). Angka kematian maternal yaitu 2442 kasus per 100.000 kelahiran hidup. Angka kematian perinatal yaitu 100,12 per 1000 kelahiran hidup. Simpulan penelitian ini ialah jenis persalinan tertinggi seksio sesarea dengan gagal napas sebagai penyebab utama kematian maternal dan intrauterine fetal death (IUFD) sebagai penyebab utama kematian perinatal.Kata kunci: persalinan; kematian maternal; kematian perinatal; COVID-19
Perception of Pregnant Women in Dealing with Pregnancy and Childbirth during COVID-9 Pandemic in Manado Thesa Soe; John J. E. Wantania; Hermie M. M. Tendean
e-CliniC Vol. 10 No. 2 (2022): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v10i2.38138

Abstract

Abstract: Currently, COVID-19 pandemics has caused many deaths worldwide, therefore, the attitude of pregnant women in dealing with pregnancy and childbirth during this pandemic might be influenced. This study aimed to obtain the perception of pregnant woman in dealing with pregnancy and childbrith during the pandemic in Manado. This was a descriptive and observational survey study with a cross sectional design. Respondents were pregnant women of 1st to 3rd semester that visited two primary health cares: Puskesmas Bahu and Puskesmas Sario Kotabaru Manado.The results showed that most pregnant women were 21-30 years old (65.71%), high school education (68.57), housewife (75.71%), multigravida parity (68.57%), on the third semester (48,57%), and had no history of confirmed Covid-19 (94.29%). Moreover, most of the respondents felt happy when they knew about their pregnancy (68.57%), did routine antenatal care/ANC (71.43%), chose that vaccination was absolutely necessary (45.71%), and had to give birth at a health facility (71.43%). In conclusion, most pregnant women did plan and felt happy of their pregnancies. The majority of respondents chose that vaccination during pregnancy was absolutely necessary, and they would carry out routine antenatal care as usual, and had to give birth at a health facility.Keywords: pregnancy; childbirth; pandemic of COVID-19; perception Abstrak: Saat ini pandemi COVID-19 telah banyak menyebabkan kematian di seluruh belahan dunia sehingga dianggap dapat berpengaruh terhadap sikap ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan di masa pandemi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji persepsi ibu hamil dalam menghadapi kehamilan dan persalinan pada masa pandemi di Manado. Jenis penelitian ialah observasional deskriptif survei dengan desain potong lintang. Responden ialah wanita hamil mulai dari trimester 1 sampai dengan trimester 3 yang berkunjung ke Puskesmas Bahu dan Puskesmas Sario Kotabaru Manado. Hasil penelitian mendapatkan bahwa karakteristik ibu hamil terbanyak berusia 21-30 tahun (65,71%) dengan pendidikan terakhir SMA (68,57%), pekerjaan IRT (75,71%), paritas multigravida (68,57%), usia kehamilan pada trimseter 3 (48,57%), dan tidak pernah terkonfirmasi Covid-19 (94,29%). Selain itu ibu hamil yang merencanakan kehamilan (71,43%), perasaan senang saat mengetahui sedang hamil (68,57%), melakukan antenatal care/ANC seperti biasa (71,43%), dan merasa harus melakukan persalinan di fasilitas kesehatan (71,43%). Simpulan penelitian ini ialah sebagian besar ibu hamil memang merencanakan dan merasa senang karena kehamilannya. Mayoritas ibu hamil merasa bahwa vaksinasi saat kehamilan mutlak dibutuhkan, melakukan antenatal care seperti biasa, dan harus melakukan persalinan di fasilitas kesehatan.Kata kunci: kehamilan; persalinan; pandemi COVID-19; persepsi
Gambaran Pelayanan Antenatal pada Masa Pandemi COVID-19 di Indonesia 2020-2021 Anggraini Lolitasari; Hermie M. M. Tendean; Erna Suparman
e-CliniC Vol. 11 No. 3 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i3.45182

Abstract

Abstract: Antenatal care (ANC) is an essential examination during pregnancy to monitor the health of mothers and babies and is one of the efforts to reduce MMR and IMR. However, with the COVID-19 pandemic being declared a national disaster in Indonesia in 2020, there were restrictions on health services including antenatal care. To ensure that ANC continues to run well, guidelines have been created that regulate the implementation of ANC during the COVID-19 pandemic in Indonesia, which are important to comply with. This study aims to describe antenatal care during the COVID-19 pandemic in Indonesia in 2020-2021. The research method used is literature review. The results of the study show that in 2020-2021 most health facilities in Indonesia have carried out antenatal care according to the guidelines, by making appointments and screening for COVID-19 before antenatal care, health workers using PPE according to the guidelines, requiring implementation of health protocols, conducting ANC according to standards, ask pregnant women to study the MCH handbook, carry out classes for pregnant women according to guidelines, and run a planned referral system. Factors affecting antenatal care during the COVID-19 pandemic were human resources, facilities and infrastructure, sources of funds, changes in policies and SOPs, adherence of health workers to using PPE, fear of pregnant women, knowledge and attitudes of pregnant women, and adherence of pregnant women to implementing health protocols. Keywords: antenatal care; antenatal care guidelines; COVID-19 pandemic   Abstrak: Antenatal care (ANC) adalah pemeriksaan esensial pada masa kehamilan untuk memantau kesehatan ibu dan bayi dan merupakan salah satu upaya untuk menurunkan AKI dan AKB. Namun, dengan adanya pandemi COVID-19 yang ditetapkan sebagai bencana nasional di Indonesia pada tahun 2020, terjadi pembatasan pelayanan kesehatan termasuk pemeriksaan antenatal. Untuk menjamin ANC tetap berjalan dengan baik, dibuat pedoman yang mengatur pelaksanaan ANC selama masa pandemi COVID-19 di Indonesia, yang penting untuk dipatuhi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran pelayanan antenatal pada masa pandemi COVID-19 di Indonesia pada tahun 2020-2021. Metode penelitian yang digunakan adalah literature review. Hasil penelitian menunjukkan pada tahun 2020-2021 sebagian besar fasilitas kesehatan di Indonesia telah melakukan pelayanan antenatal sesuai dengan pedoman, dengan melakukan pembuatan janji temu dan skrining COVID-19 sebelum pemeriksaan antenatal, petugas kesehatan menggunakan APD sesuai pedoman, mewajibkan penerapan protokol kesehatan, melakukan ANC sesuai standar, meminta ibu hamil mempelajari buku KIA, melaksanakan kelas ibu hamil sesuai pedoman, dan menjalankan sistem rujukan terencana. Faktor-faktor yang mempengaruhi pelayanan antenatal pada masa pandemi COVID-19 adalah SDM, sarana dan prasarana, sumber dana, perubahan kebijakan dan SOP, kepatuhan tenaga kesehatan menggunakan APD, rasa takut ibu hamil, pengetahuan dan sikap ibu hamil, dan kepatuhan ibu hamil menerapkan protokol kesehatan. Kata kunci: pelayanan antenatal; pedoman antenatal care; pandemi COVID-19
Gambaran Tingkat Kecemasan Ibu Hamil Primigravida dan Multigravida dalam Menghadapi Persalinan di Indonesia Falentine Arikalang; Frank M. M. Wagey; Hermie M. M. Tendean
e-CliniC Vol. 11 No. 3 (2023): e-CliniC
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35790/ecl.v11i3.48483

Abstract

Abstract: Research in Indonesia shows that pregnant women who experience high levels of anxiety can increase the risk of premature birth and even miscarriage resulting in increased mortality and morbidity rates in pregnant women. This study aimed to describe the level of anxiety of primigravidas and multigravidas facing childbirth in Indonesia. This was a literature review study using Google Scholar with specified criteria. The results obtained 12 literatures. Most primigravidas experienced anxiety with different levels of anxiety. Among primigravidas, 17% had no anxiety, 21.05% mild anxiety, 32.8% moderate anxiety, and 29.15% severe anxiety. Moreover, among multigravidas, 53.58% had no anxiety, 18.85% mild anxiety, 10.77% moderate anxiety, 10.38% severe anxiety, and 6.15% very serious anxiety. In conclusion, the majority of pregnant women facing childbirth in Indonesia experience various levels of anxiety. Primigravidas experience moderate anxiety, followed by severe anxiety and mild anxiety. Meanwhile, most multigravidas do not experience anxiety. Keywords: anxiety level, pregnant women, primigravida, multigravida   Abstrak: Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa ibu hamil yang mengalami kecemasan tingkat tinggi dapat meningkatkan risiko kelahiran bayi prematur bahkan keguguran yang berdampak pada penigkatan angka mortalitas dan morbiditas pada ibu hamil. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran tingkat kecemasan ibu hamil primigravida dan multigravida dalam menghadapi persalinan di Indonesia. Jenis penelitian alah suatu literature review. Pencarian data menggunakan database Google scholar dengan kriteria yang ditentukan. Hasil penelitian mendapatkan 12 literatur. Sebagian besar ibu hamil primigravida mengalami kecemasan dengan tingkat kecemasan berbeda, yaitu sebanyak(17% tidak cemas, 21,05% cemas ringan, 32,8% cemas sedang dan 29,15% cemas berat. Pada ibu hamil multigravida sebanyak 53,58% tidak cemas, 18,85% cemas ringan, 10,77% cemas sedang, 10,38% cemas berat, dan 6,15% cemas berat sekali. Simpulan penelitian ini ialah mayoritas ibu hamil dalam menghadapi persalinan di Indonesia mengalami kecemasan dengan tingkat bervariasi. Ibu hamil primigravida paling banyak mengalami kecemasan sedang, diikuti kecemasan berat dan ringan. Ibu hamil multigravida sebagian besar tidak mengalami kecemasan. Kata kunci: tingkat kecemasan; ibu hamil; primigravida; multigravida