Dian Indra Dewi
Balai Litbang P2B2 Banjarnegara, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TIKUS SAWAH (Rattus argentiventer, Robinson & Kloss 1916) Dian Indra Dewi
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 1 Juni 2010
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (721.259 KB) | DOI: 10.22435/blb.v6i1.1309

Abstract

Tikus sawah termasuk dalam Famili Muridae, famili ini merupakan kelompok binatang mamalia yang paling berkembang di dunia. Muridae dapat dijumpai dimana saja pada berbagai habitat, adanya tekanan ekologis hanya berpengaruh sedikit terhadap perubahan struktur dan bentuk. Kemampuan indera tikus sawah berupa penglihatan, pendengaran, penciuman, perasa, dan peraba. Sedangkan kemampuan fisiknya yaitu mengerat (gnawing), menggali (digging), berlari, melompat, meloncat, memanjat (climbing), berenang (swimming) dan menyelam (diving).
TIKUS RIUL (Rattus norvegicus Berkenhout, 1769) Dian Indra Dewi
BALABA: JURNAL LITBANG PENGENDALIAN PENYAKIT BERSUMBER BINATANG BANJARNEGARA Volume 6 Nomor 2 Des (2010)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Banjarnegara Badan Litbangkes Kemenkes RI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (225.627 KB) | DOI: 10.22435/blb.v6i2.1321

Abstract

Tikus riul telah menyebabkan lebih banyak kematian jika dibandingkan dengan semua perang dalam sejarah. Rat-borne diseases diperkirakan telah menewaskan banyak orang dalam 1000 tahun terakhir. Mereka merupakan ancaman bagi kesehatan masyarakat. Mereka menjadi hospes dari kutu dan pinjal yang dapat menyebabkan pes, trichinosus, tularemia, infeksi penyakit kuning, demam tifus endemik, ratbite fever, dan beberapa penyakit berbahaya.