Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pelatihan Arab Pegon bagi Santri Baru guna Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Putri Indriana Rahmawati; Tirta Dimas Wahyu Negara
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 2, No 02 (2021): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (512.951 KB) | DOI: 10.21154/maalim.v2i2.3177

Abstract

ABSTRAK Bahasa Arab merupakan bahasa yang sudah tidak asing lagi bagi bangsa Indonesia. Lain halnya dengan budayanya, yang mana sering terjadi kesulitan dalam pemahaman dan pengan materi dalam kehidupan sehari-hari apabila aplikasi menghadapi pemahaman kitab kuning yang menggunakan bahasa arab. Dalam memahami kitab kuning perlu mengetahui Arab Pegon yang mana sebagai akses untuk memahami kitab kuning juga untuk meningkatkan kualitas membaca kitab kuning. Minimnya pengetahuan santri baru Pondok Pesantren Darul Huda Putri dalam penulisan Pegon Arab merupakan kendala dalam pembelajaran kitab kuning, yang mana untuk memahami dan mengetahui kitab kuning perlu menguasai penulisan Arab Pegon. Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam penelitian ini yaitu upaya yang akan dilakukan untuk meningkatkan kualitas membaca kitab kuning melalui pelatihan Arab Pegon, materi apa yang akan disampaikan dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning, dan metode apa yang akan digunakan dalam pelatihan Arab Pegon bagi santri baru di Pondok Pesantren Darul Huda Putri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Arab Pegon untuk meningkatkan kualitas membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Putri telah terlaksana dengan baik dan cukup efektif, dengan adanya guru dalam pelaksanannya dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning melalui pelatihan Arab Pegon dengan menggunakan berbagai macam metode yang mana santri bisa menerima dan faham menerima pelajaran dengan baik. materi apa yang akan disampaikan dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning, dan metode apa yang akan digunakan dalam pelatihan Arab Pegon bagi santri baru di Pondok Pesantren Darul Huda Putri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Arab Pegon untuk meningkatkan kualitas membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Putri telah terlaksana dengan baik dan cukup efektif, dengan adanya guru dalam pelaksanannya dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning melalui pelatihan Arab Pegon dengan menggunakan berbagai macam metode yang mana santri bisa menerima dan faham menerima pelajaran dengan baik. materi apa yang akan disampaikan dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning, dan metode apa yang akan digunakan dalam pelatihan Arab Pegon bagi santri baru di Pondok Pesantren Darul Huda Putri. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pelatihan Arab Pegon untuk meningkatkan kualitas membaca kitab kuning di Pondok Pesantren Darul Huda Putri telah terlaksana dengan baik dan cukup efektif, dengan adanya guru dalam pelaksanannya dalam meningkatkan kualitas membaca kitab kuning melalui pelatihan Arab Pegon dengan menggunakan berbagai macam metode yang mana santri bisa menerima dan faham menerima pelajaran dengan baik.Kata Kunci: Arab Pegon, Santri, dan Kualitas Pembelajaran Kitab Kuning
Implementasi Diklat Ubudiyah Santri Baru dalam Kegiatan Peribadatan Sehari-hari di Pondok Pesantren Darul Huda Mayak Ilma Nikmatur Rofi'ah; Tirta Dimas Wahyu Negara
MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam Vol 3, No 01 (2022): MA'ALIM: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : IAIN Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/maalim.v3i1.3237

Abstract

Pondok Pesantren Darul Huda merupakan salah satu pondok terbesar di Ponorogo, Tepatnya di Desa Mayak, Kecamatan Tonatan, Kabupaten Ponorogo yang didirikan oleh KH. Hasyim Sholeh pada tahun 1968 sampai sekarang. Pondok pesantren ini memiliki jumlah santri yang sangat banyak yang nama setiap tahunnya juga menerima santri baru yang berasal dari banyak kalangan dan daerah. Dari heterogennya santri baru tersebut, adakalanya anak yang sudah tau dunia pesantren entah dari keluarganya atau tetangganya, ada juga yang sudah mengenal dunia pendidikan diniyah, namun ada juga yang sama sekali belum mengenal apa itu pesantren, sehingga santri baru kesulitan dalam mengetahui kegiatan peribadatan yang benar itu bagaimana. Hal ini menjadi tugastersendiri untuk santri baru dalam mendidik dan mengarahkan serta mempraktekkan semua kegiatan yang berhubungan dengan peribadatan sehari-hari sehingga mereka tidak kebingungan dengan banyaknya kegiatan di pondok, seperti thaharoh, wudhu, memakai mukena, sholat, serta menghilangkan najis. Kegiatan ubudiyah tersebut merupakan perkara yang sangat penting dalam agama, sehingga wajar jika harus mendapat perhatian yang lebih dalam mengenalinya. Kegiatan tersebut bertujuan untuk memberitahu, mencontohkan serta mempraktikkan sehingga santri baru faham apa yang seharusnya dilakukan dan yang harus dihindari. Berangkat dari aset yang dimiliki para santri senior dan ustadzah yang masih berdomisili di pondok, maka adanya implementasi dari hasil diklat ubudiyah ini perlu diadakan dan dilakukan guna terciptanya kegiatan peribadatan yang nyaman, tertib dan terkondisikan secara menyeluruh. Kegiatan diklat juga diikuti oleh seluruh santri baru baik dari tingkat madrasah Tsanawiyah maupun Madrasah Aliyah yang baru masuk ke pondok. Kegiatan ini juag diadakan di dua tempat yakni untuk materi berada di kamar asrama masing-masing dan untuk praktek wudhu berada di kamar mandi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa mereka antusias dan semangat dalam mengikuti kegiatan ini karena mereka merasa kurang mengetahui tentang hal peribadatan sehingga mampu memahami untuk kemudian dipraktekkan dalam kegiatan sehari-hari. Kata kunci: implementasi, diklat ubudiyah, ibadah sehari-hari
EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DALAM MENINGKATKAN KREATIVITAS SISWA PADA MATA PELAJARAN SENI BUDAYA DAN PRAKARYA (SBDP) Ayu Ningtanti; Tirta Dimas Wahyu Negara
AL-THIFL : Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Ilmiah Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah
Publisher : Institut Agama Islam Negeri Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/thifl.v5i1.4552

Abstract

Pada pembelajaran tentunya perlu ada model pembelajaran dan untuk penelitian ini menggunakan model pembelajaran project based learning. Pembuatan proyek dan kreativitas siswa erat kaitannya dengan pembelajaran seni. Tujuan penelitian ini adalah (1) untuk menganalisis keterlaksanaan model pembelajaran project based learning pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya (SBdP), (2) untuk mengetahui peningkatan kreativitas siswa melalui penerapan model pembelajaran project based learning, dan (3) untuk mengetahui efektivitas model pembelajaran project based learning dalam meningkatkan kreativitas siswa pada mata pelajaran seni budaya dan prakarya (SBdP). Penelitian dilakukan dengan pendekatan kuantitatif jenis eksperimen menggunakan nonequivalent control group design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) keterlaksanaan model pembelajaran ini sangat baik dengan presentase 94. 86%, (2) terdapat peningkatan kreativitas siswa seiring dengan pertemuan pembelajaran, mulai dari kategori kurang kreatif hingga menjadi sangat kreatif, dan (3) model pembelajaran project based learning dinilai efektif berdasarkan hasil observasi kreativitas dengan rata-rata 91% berdasarkan hasil belajar dinilai cukup efektif dengan rata-rata 60% melalui uji N-gain.