Pendahuluan: Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang menempati peringkat 10 besar dunia penyebab kematian yang mempunyai dampak negatif pada pskilogis penderitanya, salah satunya adalah kecemasan, sehingga diperlukan mekanisme koping yang baik agar kecemasan yang dialami oleh penderita diabetes melitus dapat diatasi. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adakah hubungan tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita diabetes melitus. Metode: Penelitian ini adalah penelitian deskriptif korelasi dengan desain cross sectional. Populasi sebanyak 242 orang dan didapatkan sampel sebanyak 71 orang dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis dengan menggunakan uji Spearman Rank. Hasil: Hasil penelitian didapatkan data, responden dengan kecemasan berat 71,8%, kecemasan ringan 28,2%, koping adaptif 73,2%, responden dengan koping maladaptif 26,8%. Hasil uji Spearman Rank diperoleh angka signifikan p = 0,034 < α 0.050. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara tingkat kecemasan dengan mekanisme koping pada penderita Diabetes Melitus. Saran: Penderita diabetes melitus sebaiknya mengontrol hati dan pikiran sehingga memiliki mekanisme koping yang baik agar dapat menurunkan angka kejadian diabetes melitus.