M. Zainal Mustamiin
UNDIKMA

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Model Pembelajaran Make a Match Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi ASEAN M. Zainal Mustamiin; Muzakkir Muzakkir
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 4, No 2: Oktober 2021
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v4i2.194

Abstract

Abstrak. Model pembelajaran salah satu bagian terpenting dalam proses pembelajaran, sehingga penting bagi guru untuk kreatif dalam memilih model yang tepat sesuai dengan materi yang akan diajarkan. Penelitian ini merupakan penelitian pre-experimental design, dengan desain penelitian one-shot case study yaitu hanya menggunakan satu kelas sebagai kelas eksperiman. Tujuannya untuk mengetahui Efektivitas Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Make a Match Terhadap Kognitif Siswa Pada Materi Kebudayaan ASEAN Kelas VI Sekolah Dasar. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa rata-rata nilai siswa dengan jumlah subyek 42 yaitu 93,66 dengan presentase siswa 94%. Selain itu dianalisis menggunakan angket motivasi belajar siswa rata-rata 82,29 berada pada kategori tinggi sedangankan presentasenya 89%. Artinya bahwa penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe make a match terhadap kognitif siswa pada materi kebudayaan Asean kelas VI SDN 26 Cakra dinilai efektif karena siswa pada umumnya bisa memahami materi dengan mudah dan motivasi belajar siswa juga meningkat. Kata Kunci: Efektivitas, Make a Match, Kognitif Siswa Abstract. The learning model is one of the most important parts of the learning process, so teachers need to be creative in choosing the right model according to the material to be taught. This research is a pre-experimental design study, with a one-shot case study design that only uses one class as an experiment class. The goal is to find out the Effectiveness of the Cooperative Learning Model Type Make a Match Against Cognitive Students In ASEAN Cultural Materials Class VI Elementary School. The results of this study showed that the average student score with the number of subjects 42 is 93.66 with a percentage of students 94%. In addition, analyzed using the average student learning motivation questionnaire 82.29 was in the high category while the percentage was 89%. This means that the use of the cooperative learning model type makes a match to students' cognition in ASEAN culture material class VI SDN 26 Cakra Negara effective because students, in general, can understand the material easily and student learning motivation is also increased. Keywords: Effectiveness, Make a Match, Cognitive Students
Pendampingan Penyusunan Perangkat Pembelajaran Berbasis Kurikulum Nasional Untuk Meningkatkan Kompetensi Pedagogik Guru M. Zainal Mustamiin
DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 01 (2026): DEDIKASI : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : YAYASAN HAMJAH DIHA bekerjasama dengan PENA INSTITUTE

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Guru dituntut menguasai kompetensi pedagogik sebagai salah satu kompetensi utama yang menjadi bekal dalam merancang, menjalankan, serta menilai proses pembelajaran secara efektif. Kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa sejumlah guru di SMA Darunnajihin NW Bagik Nyala belum sepenuhnya mampu menyusun perangkat pembelajaran mencakup modul ajar, rencana pelaksanaan pembelajaran, hingga instrumen penilaian secara sesuai dengan arahan kurikulum nasional yang berlaku saat ini. Akibatnya, pelaksanaan pembelajaran di kelas belum berjalan seoptimal yang diharapkan. Melalui kegiatan pengabdian ini, tim pengabdi bermaksud mendampingi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran yang berpijak pada kurikulum nasional sebagai upaya penguatan kompetensi pedagogik mereka. Pelaksanaannya ditempuh melalui empat rangkaian tahap, mulai dari sosialisasi sekaligus penjaringan kebutuhan, penyampaian materi dan pelatihan teknis, pendampingan langsung dalam penyusunan perangkat pembelajaran, hingga evaluasi serta refleksi atas keseluruhan kegiatan. Para guru SMA Darunnajihin NW Bagik Nyala berperan sebagai peserta, sementara tim pengabdi bertindak selaku fasilitator dan pendamping. Setelah kegiatan berlangsung, tampak adanya kemajuan pemahaman guru terhadap komponen serta prinsip penyusunan perangkat pembelajaran, sekaligus peningkatan keterampilan dalam menghasilkan modul ajar dan RPP yang lebih selaras dengan karakteristik peserta didik dan ketentuan kurikulum nasional. Guru pun terlihat lebih percaya diri dan mandiri ketika merancang pembelajaran. Dengan demikian, kegiatan ini dapat dikatakan berhasil mendorong penguatan kompetensi pedagogik guru, terutama pada aspek perencanaan pembelajaran, dan diharapkan mendapat keberlanjutan lewat pendampingan yang rutin serta dukungan kebijakan dari pihak sekolah.