Masnunah Masnunah
2SDN 16 Mataram

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS OPINI MELALUI PEMBELAJARAN KONTEKSTUAL PADA SISWA KELAS IV SDN 16 MATARAM TAHUN PELAJARAN 2018/2019 Titin Untari; Masnunah Masnunah
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 1: April 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i1.68

Abstract

Menulis sebagai salah satu keterampilan berbahasa merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam seluruh proses belajar siswa di sekolah. Menulis merupakan suatu proses, oleh karena itu kemampuan menulis hendaknya dimiliki anak sejak dini. Latar belakang masalah dalam penelitian ini adalah berasal dari hasil observasi awal diketahui bahwa pembelajaran menulis opini di kelas IV SDN 16 Mataram masih rendah dan masih menemui banyak kendala yang disebabkan pemilihan pendekatan pembelajaran yang tidak sesuai dengan materi pembelajaran. Penelitian ini menggunakan rancangan active learning atau penelitian tindakan kelas yang didalamnya terbentuk dari rangkaian siklus kegiatan, karena didasarkan pada masalah yang dihadapi oleh guru di dalam kelas diantaranya minat siswa dan hasil belajar siswa, yang bertujuan untuk memperbaiki pembelajaran. Penelitian Tindakan Kelas merupakan penyelidikan secara sistematis dengan menginformasikan praktik dalam pembelajaran situasi tertentu. Adapun analisis data penelitian yang digunakan deskriptif kuantatif. Penelitian dilaksanakan dalam II siklus tiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, pengamatan atau observasi, evaluasi dan refleksi. Aktivitas siswa dan guru diambil dengan menggunakan lembar observasi, sedangkan data ketuntasan belajar siswa diperoleh dengan memberikan tes evaluasi yang diberikan pada setiap akhir siklus. Berdasarkan analisis data, dapat disimpulkan bahwa: l) Secara individu, prosentase siswa berkemampuan tinggi meningkat, yaitu dari 19,23% pada tahap prasiklus menjadi 59,62%  pada siklus I, dan naik menjadi 84,61% pada siklus II. Siswa yang berkemampuan sedang pun mengalami penurunan dari 84,61% pada prasiklus menurun menjadi 59,62%, pada siklus I, dan terakhir menjadi 19,23%  pada siklus II. Demikian juga dengan IPK yang diperoleh terjadi peningkatan, yaitu dari 59,62 prasiklus,  69,23 siklus I, dan 75,38 siklus II. Kategori kemampuan siswa juga meningkat, yaitu dari kategori sedang menjadi tinggi  sehingga penelitian ini dianggap sudah berhasil