Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGEMBANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF MODEL INQUIRI DENGAN STRATEGI KOMPLIK KOGNITIF Hulyadi Hulyadi; Ali Imran
Jurnal Pendidik Indonesia (JPIn) Vol 2, No 2: Oktober 2019
Publisher : Yayasan Pendidikan Intan Cendekia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47165/jpin.v2i2.74

Abstract

Kajian Materi IPA SMP khususnya yang mengandung konten kimia meliputi atom, molekul, senyawa, asam dan basa. Kajian materi ini sangat abstrak sehingga berimplikasi pada tingkat penguasan konsep yang masih rendah. Aplikasi model dan strategi yang masih fokus pada guru dengan metode ceramah dan diskusi membuat mata pelajaran IPA semakin sulit untuk dipahami. Berdasarkan permasalahan yang ditemuan studi pendahuluan yang telah dilakukan diperlukan model, pendekatan dan media pembelajaran yang tepat. Model dengan pendekatan saintifik merupakan solusi yang paling tepat untuk menumbuhkan dan memperkuat pemahaman siswa pada mata pelajaran IPA. Model inquiri adalah salah satu model dengan pedekatan saintifik yang menekan aspek kemampuan berfikir dalam merumuskan masalah dan kegiatan ilmiah yang terstruktur dalam menemukan konsep yang menjadi masalah dalam pembelajaran. Strategi konflik kognitif dibutuhkan untuk mempertajam dan menguji kemampuan berfikir siswa. Media komputasi koputasi dibutuhkan untuk menampilkan sisi mikroskopis pada konten IPA yang bersifat mikroskopis. Kolaborasi model inquiri, strategi konfilik kognitif, dan media komputasi diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan berfikir kritis. Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan multimedia interaktif model inquiri dengan strategi konflik kognitif serta implikasinya terhadap kemampuan berfikir kritis pada mata pelajaran IPA SMP. Penelitian ini termasuk penelitian pegembangan model ADDIE. Analisis dalam penelitian meliputi analisis prangkat, model, konten, pasilitas, dan tingkat berfikir siswa pada pembelajaran IPA konsentrasi kimia. Hasil analisis ini dijadikan dasar untuk mendifinisikan dan mengembangkan multimedia. Penelitian dibatasi sampai tahap pengembangan (Depelopmen). Hasil penelitian meunjukkan multimedia yang telah dikembangkan memenuhi kritia valid,  sehingga bisa diuji coba untuk mengevaluasi respon siswa terhadap multimedia yang telah dikembangkan. Respon siswa setelah dibelajarkan dengan multimedia yang telah divalidasi  68% setuju, 20% sangat setuju, 6 % kurang setuju, dan 6% tidak setuju.
STRUKTUR KOMUNITAS PLANKTON SEBAGAI BIOINDIKATOR PENCEMARAN DI PERAIRAN PANTAI JERANJANG LOMBOK BARAT Ali Imran
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 1 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (493.132 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i1.17

Abstract

Pantai Jeranjang merupakan salah satu pantai yang terletak di Desa Taman Ayu yang sebagian besar masyarakatnya memiliki mata pencaharian sebagai nelayan. Di Pantai Jeranjang terdapat PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), dimana bahan pembangkitnya berupa batubara, adanya PLTU mengakibatkan kondisi ekosistem perairan yang ada di Pantai Jeranjang menjadi tercemar oleh adanya limbah batubara, karena limbah batubara tersebut membuat kualitas perairan Pantai Jeranjang menjadi tercemar terutama keanekaragaman plankton. Plankton adalah suatu organisme hidup yang berasal dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan yang ukurannya sangat kecil dengan kemampuan renang terbatas sehingga banyak ditemukan dalam keadaan mengambang atau mengapung dan mudah terbawa arus. Plankton terbagi menjadi dua kelompok besar yaitu fitoplankton (tumbuhan) dan zooplankton (hewani). Atas dasar ini dilakukan penelitian dengan tujuan untuk mengetahui struktur komunitas  plankton sebagai bioindikator kualitas air laut di Pantai Jeranjang. Jenis penelitian ini bersifat deskriptif eksploratif yang dilakukan pada bulan Juli 2015. Pengambilan sampel plankton diambil pada tiga stasiun, yang masing-masing stasiun diambil pada tiga titik (plot) yang dilakukan pada siang hari, dengan cara menyaring 50 L air laut menggunakan plankton net. Identifikasi plankton dilakukan di Laboratorium Biologi FPMIPA IKIP Mataram menggunakan mikroskop binokuler. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh 21 spesies dari empat kelas yaitu, Bacillariophyceae, Dynophyceae, Haptophyceae, dan Crutaceae.