Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA (K3) PADA PENGOPERASIAN RECIPROCATING COMPRESSOR MENGGUNAKAN METODE SWIFT (STRUCTURED WHAT IF TECHNIQUE) DI PT. ABC Muhamad Bob Anthony
Industri Inovatif : Jurnal Teknik Industri Vol 11 No 1 (2021): Inovatif Vol. 11 No. 1
Publisher : Prodi Teknik Industri S1 Institut Teknologi Nasional Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36040/industri.v11i1.3413

Abstract

PT. ABC merupakan salah satu perusahaan nasional yang bergerak dibidang penjualan gas alam untuk industri dan reciprocating compressor merupakan salah satu peralatan utama yang digunakan di PT. ABC. Kompresor memiliki fungsi untuk menaikkan tekanan gas alam dari tekanan gas rendah menjadi tekanan gas tinggi dan jenis kompresor yang dipakai oleh PT. ABC adalah jenis reciprocating compressor. Penggunaan reciprocating compressor mempunyai berbagai potensi bahaya baik itu saat proses operasional yang bersifat rutin maupun saat proses operasional yang bersifat tidak rutin sehingga penggunaan reciprocating compressor memiliki risiko kecelakaan kerja yang sangat tinggi. Dari data kejadian kecelakaan kerja pada pengoperasian reciprocating compressor di PT. ABC terdapat 13 kejadian kecelakaan kerja dan ini menggambarkan masih tingginya tingkat kecelakaan kerja yang terjadi. Metode SWIFT (Structural What If Analysis) adalah suatu teknik untuk mengidentifikasi bahaya dengan pendekatan bertanya menggunakan kata kunci what if (bagaimana jika). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi bahaya apa saja yang ada di reciprocating compressor dengan menggunakan metode what if analysis, mengetahui risiko kecelakaan kerja yang ada pada pengoperasian reciprocating compressor dan memberikan rekomendasi perbaikan yang menjadi prioritas utama pada pengoperasian reciprocating compressor. Analisa lembar kerja menggunakan Metode SWIFT (structural what if analysis) menghasilkan 18 potensi bahaya pada pekerjaan pengoperasian reciprocating compressor dan berdasarkan perhitungan RRN (Risk Rating Number), terdapat 9 bahaya prioritas utama, 5 bahaya prioritas menengah, 3 bahaya prioritas rendah dan 1 bahaya prioritas paling rendah. Rekomendasi perbaikan dibuat berdasarkan tingkat risiko dengan prioritas utama untuk mencegah dan mengurangi tingkat risiko kecelakan kerja pada pengoperasian reciprocating compressor.
Judul Analisis Risiko Kerja pada Area Workshop Hydraulic dengan Metode HIRA (Hazard Identification and Risk Assesment) di PT. XYZ Muhamad Bob Anthony
Manufaktur: Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri Vol. 2 No. 3 (2024): September : Manufaktur : Publikasi Sub Rumpun Ilmu Keteknikan Industri
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Teknik Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/manufaktur.v2i3.535

Abstract

Workshop PT. XYZ is a part of a company that carries out activities in the field of maintenance and repair, especially hydraulic, pneumatic and lubrication equipment. These workshop activities include welding activities, operating machine tools and other mechanical work. This study aims to determine the value of the potential risk of occupational hazards and the level of risk of potential occupational hazards at PT. XYZ in the workshop area. This study uses an approach with the HIRA (Hazard Identification and Risk Assessment) method to determine the value of the risk of occupational hazards and the level of risk of potential occupational hazards. The results obtained by using HIRA (hazard identification and risk assessment) were obtained as many as 29 risks which were classified based on potential hazards, namely 28% extreme risk, 41% high risk, moderate risk of 31% and there is no low risk. Improvement recommendations are made based on the level of extreme risk (extreme risk) and high risk (high risk) to prevent and reduce the level of risk of work accidents in the workshop area, while for the moderate risk level, the mitigation recommendation is to supervise the work and make an SWI (simplified working instruction) to make it easier for workers to understand safe and correct work procedures.