Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Bandung Conference Series: Pharmacy

Formulasi Basis Sheet Mask Bioselulosa Nathania Ramadhanty Nuzirwan; Gita Cahya Eka Darma; Anan Suparman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (479.303 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.3798

Abstract

Abstract. There are environmental aggressors such as UV-rays and micro/nano particles indoors or outdoors can cause damage to skin collagen/elastin that triggers premature aging. Based on these things, there is a demand for innovative cosmetic product formulations, capable of neutralizing the negative effects of UV rays, and made from natural ingredients. Biocellulose sheet masks are obtained from natural sources, namely the bacterium Acetobacter xylinum which produces acid from glucose and synthesizes cellulose. The purpose of this study was to obtain a biocellulose sheet mask formulation with best characteristics, as well as to compare the ability to moisturize biocellulose sheet mask and non-woven sheet mask. The formulation of the biocellulose sheet mask has a good characteristics. The results of comparison between biocellulose sheet masks and non woven sheet masks show that biocellulose sheet masks has the best skin moisturizing effect. Abstrak. Agresor lingkungan seperti sinar UV dan mikro/nano partikulat terdapat di luar maupun di dalam ruangan dapat menyebabkan kerusakan kolagen/elastin kulit yang pemicu penuaan dini. Berdasarkan hal-hal tersebut terbentuklah permintaan untuk formulasi produk kosmetik yang inovatif, mampu menetralisir efek negatif sinar UV, dan dibuat dari bahan-bahan alami. Sheet mask bioselulosa diperoleh dari sumber alami yaitu bakteri Acetobacter xylinum yang menghasilkan asam dari glukosa dan mensintesis selulosa. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mendapatkan formulasi sheet mask bioselulosa dengan karakteristik baik, serta mengetahui perbandingan kemampuan melembabkan sheet mask bioselulosa dan sheet mask non woven. Formulasi sheet mask bioselulosa yang dihasilkan memiliki karakteristik baik. Hasil komparasi sheet mask bioselulosa dan sheet mask non woven diketahui bahwa sheet mask bioselulosa memiliki efek melembabkan yang lebih baik dibandingkan dengan sheet mask non woven.
Kajian Bentuk-Bentuk Sediaan Farmasi sebagai Pedikulisida Mutiara Haifania; Fitrianti Darusman; Anan Suparman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (164.165 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4187

Abstract

Abstract. Pediculosis capitis is an infection of the scalp caused by the investment of Pediculus humanus var. capitis or often called head lice. Head lice are obligate ectoparasites that can only live by attaching to human hair or scalp because head lice survive by sucking blood (hematophagy). One alternative to overcome the problems caused by head lice is to use pediculicide preparations that are widely circulated in the market, both preparations containing herbal ingredients and synthetic chemicals. The purpose of this research is to determine what pharmaceutical preparations forms can be used as pediculicides and to know what active ingredients can be used as pediculicides. The study was conducted by Systematic Literature Review (SLR) method by collecting various literatures from international and national journals on databases relating to various forms of pharmaceutical preparations and active ingredients as pediculicides. The results of this study indicate that pharmaceutical preparations forms that can be used as pediculicides are shampoo, lotion, and hair tonic preparations. Then, the active ingredients that can be used as pediculicides are permethrin, lindane, and malathion (synthetic chemicals); while from the herbal ingredients are garlic, soursop fruit and seeds, a mixture of essential oils (consisting of eucalyptus oil, fennel oil, and lemon oil), neem oil, and white cempaka flower cem-ceman. Abstrak. Pediculosis capitis merupakan infeksi pada kulit kepala yang ditimbulkan karena investasi Pediculus humanus var. capitis atau sering disebut kutu rambut. Kutu rambut merupakan ektoparasit obligat yang hanya dapat hidup dengan menempel pada rambut atau kulit kepala manusia karena kutu rambut bertahan hidup dengan menghisap darah (hematophagy). Salah satu alternatif untuk mengatasi masalah yang disebabkan kutu rambut ini yaitu dengan menggunakan sediaan pedikulisida yang banyak beredar dipasaran baik sediaan yang mengandung bahan herbal maupun kimia sintetis. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apa saja bentuk-bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan sebagai pedikulisida dan mengetahui bahan aktif apa saja yang dapat digunakan sebagai pedikulisida. Pengkajian dilakukan dengan metode Systematic Literature Review (SLR) dengan mengumpulkan berbagai pustaka dari jurnal internasional dan nasional pada database yang berkaitan dengan berbagai bentuk sediaan farmasi dan bahan aktif sebagai pedikulisida. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa bentuk-bentuk sediaan farmasi yang dapat digunakan sebagai pedikulisida yaitu sediaan sampo, lotion, dan hair tonic. Kemudian, bahan aktif yang dapat digunakan sebagai pedikulisida yaitu permethrin, lindane, dan malathion (bahan kimia sintetik); sedangkan dari bahan herbal yaitu bawang putih, buah dan biji sirsak, campuran minyak atsiri (terdiri dari minyak kayu putih, minyak adas, dan miyak lemon), minyak mimba, dan bunga cempaka putih cem-ceman.
Studi Literatur Titik Kritis Kehalalan pada Alat Kesehatan Nurul Azmi Firdiyani; Dina Mulyanti; Anan Suparman
Bandung Conference Series: Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2022): Bandung Conference Series: Pharmacy
Publisher : UNISBA Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.914 KB) | DOI: 10.29313/bcsp.v2i2.4217

Abstract

Abstract. The demand for halal products is increasing at the current time due to the world's Muslim population's growing. It is known that the world's Muslim population reaches 1.9 billion people. A few halal products that have recently become widely available are food, beverages, drugs, and cosmetics. As Muslims we need to pay attention to the halalness of every use item such as medical devices, but there are still few sources of information about the halalness of medical devices. The halal critical point on a product includes 2 (two) things, are the materials used and the manufacturing process. This research method is carried out in a Systematic Literature Review by review existing research articles related to medical devices and extracting data according to inclusion and exclusion. The results of this study obtained data in the form of materials and processes for making medical devices, surgical threads, contact lenses, and bone implants. It can be concluded that the critical point of halal in medical devices is in the materials used. Abstrak. Permintaan produk halal pada saat ini semakin meningkat hal ini disebabkan karena adanya peningkatan jumlah penduduk muslim di dunia yang semakin berkembang. Diketahui bahwa penduduk muslim dunia mencapai 1,9 miliar jiwa. Adapun produk halal yang sudah banyak tersebar dipasaran diantaranya adalah makanan, minuman, obat, dan kosmetik. Sebagai muslim kita perlu memperhatikan kehalalan pada setiap barang gunaan seperti alat kesehatan, namun masih sedikit sumber informasi mengenai kehalalan pada alat kesehatan. Titik kritis halal pada suatu produk itu meliputi 2 (dua) hal yaitu bahan yang digunakan dan proses pembuatan. Metode penelitian ini dilakukan secara Systematic Literature Review dengan cara review artikel penelitian yang ada terkait alat kesehatan dan dilakukan ekstraksi data sesuai ketentuan inklusi dan eksklusi. Hasil dari penelitian ini didapatkan data berupa bahan dan proses pembuatan alat kesehatan benang bedah, lensa kontak, dan implan tulang. Dapat disimpulkan titik kritis kehalalan pada alat kesehatan ada pada bahan yang digunakan.