Pipit Widiatmaka
Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan, IAIN Pontianak

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN SEBAGAI UJUNG TOMBAK PEMBANGUNAN KARAKTER PANCASILA DI PERGURUAN TINGGI Pipit Widiatmaka
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 1 No. 2 (2021): VOLUME 1 NOMOR 2 OKTOBER 2021
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v1i2.41

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan pentingnya pendidikan kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib untuk menjaga persatuan dan kesatuan Republik Indonesia. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Pendidikan kewarganegaraan di perguruan tinggi dalamĀ  menyambut Era Society 5.0 memiliki tantangan yang beragam dan sangat besar khususnya dalam membangun karakter mahasiswa yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila, Di dalam karakter Pancasila harus mengandung nilai religius, kemanusiaan, nasionalisme, demokratis dan keadilan, sehingga dosen sebelum mengajar harus dapat memiliki dan mengimplementasikan karakter tersebut agar tujuan pembelajaran dapat tercapai. Strategi utama yang harus diimplementasikan di dalam pembelajaran adalah memodifikasi metode maupun model pembelajaran, sehingga mahasiswa memiliki ketertarikan dan semangat untuk mengikuti proses pembelajaran. Seoarang dosen di dalam proses pembelajaran khususnya daring harus memiliki kompetensi profesional, pedagogik, sosial, dan kepribadian agar dapat membangun karakter Pancasila.
Strategi Menjaga Eksistensi Kearifan Lokal sebagai Identitas Nasional di Era Disrupsi Pipit Widiatmaka
Pancasila: Jurnal Keindonesiaan Vol. 2 No. 2 (2022): VOLUME 2 NOMOR 2 OKTOBER 2022
Publisher : Badan Pembinaan Ideologi Pancasila

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52738/pjk.v2i2.84

Abstract

Penelitian ini memiliki fokus untuk mengetahui keterkaitan antara kearifan lokal dengan identitas nasional, tantangan kearifan lokal di era disrupsi, dan strategi menjaga eksistensi kearifan lokal di era disrupsi. Era disrupsi memberikan dampak negatif terhadap eksistensi kearifan lokal, karena banyak masyarakat khususnya pemuda meninggalkan kearifan lokal dan lebih tertarik dengan budaya dan nilai dari luar terutama yang bertentangan dengan Pancasila. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian kepustakaan. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi, sedangkan analisis data yang digunakan ialah analisis konten. Kearifan lokal merupakan identitas nasional karena kearifan lokal yang berkembang di berbagai negara memiliki perbedaan khususnya terkait nilai, budaya, dan norma sehingga kearifan lokal yang berkembang di berbagai daerah di Indonesia merupakan identitas nasional bangsa Indonesia. Tantangan yang ditimbulkan era disrupsi terhadap eksistensi kearifan lokal di Indonesia ialah memudarnya sikap atau rasa bangga terhadap budaya lokal atau kearifan lokal, sehingga banyak sikap dan tindakan masyarakat khususnya pemuda yang meninggalkan kearifan lokal karena lebih tertarik dengan budaya asing khususnya yang bertentangan dengan Pancasila, seperti sikap individualis, pragmatis, oportunis, melakukan tindakan menyimpang melalui media sosial. Strategi yang harus dilakukan untuk menjaga eksistensi kearifan lokal di era disrupsi ialah 1) memaksimalkan peran pendidikan kewarganearaan di sekolah dengan cara menekankan pada pendidikan berbasis budaya lokal, 2) memegang erat dan mengimplementasikan nilai dan budaya yang berkembang di daerahnya masing-masing, dan 3) pemerintah bekerja sama dengan masyarakat melakukan pembinaan kepada masyarakat untuk menjaga eksistensi kearifan lokal, melalui kegiatan seperti bersih desa, gotong royong, pertunjukkan kesenian daerah dan lain sebagainya