Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

SKRINING FITOKIMIA METABOLIT SEKUNDER EKSTRAK METANOL DARI KULIT BATANG MAHONI (Swietenia mahagony Jacq.) Qodri, Udrika Lailatul; Masruri, Masruri; Utomo, Edi Priyo
Jurnal Ilmu Kimia Universitas Brawijaya Vol 2, No 2 (2014)
Publisher : Jurusan Kimia, FMIPA Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (320.882 KB)

Abstract

Mahoni Jawa (Swietenia mahagon Jacq.) merupakan tanaman yang banyak tumbuh dan telah dibudidayakan di Indonesia. Namun masih sangat terbatas kajian terhadap senyawa-senyawa metabolit sekunder sebagai penyusunnya. Paper ini melaporkan hasil skrining metabolit sekunder bagian kulit batang kayu mahoni. Metode yang digunakan adalah ekstraksi menggunakan soxhlet serta melakukan uji fitokimia dengan beberapa reagen pendeteksi senyawa metabolit sekunder. Hasil analisis menunjukkan bahwa kulit kayu mahoni jawa mengandung senyawa metabolit sekuder golongan alkaloid, flavonoid, saponin, fenolik hidrokuinon, dan tanin.
VALIDASI METODE DAN PENETAPAN KADAR (BISPHENOL-A) BPA PADA AIR MINUM DALAM KEMASAN PLASTIK POLIKARBONAT Nurhafilah, Rasty; Qodri, Udrika Lailatul; Choirunniza, Aqidatun Naffiah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.359

Abstract

Bisphenol-A (BPA) sering ditemukan dalam plastik dan resin yang digunakan untuk kemasan dan peralatan, termasuk botol air minum. Ketika air minum terkontaminasi oleh bisphenol-A BPA, bahan kimia ini dapat larut ke dalam air, yang berpotensi membahayakan kesehatan manusia dengan mengganggu sistem endokrin dan meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Tujuan penelitian mengidentifikasi hasil validasi metode analisis yang digunakan untuk mendeteksi bisphenol-A BPA dan menentukan kandungan bisphenol-A BPA pada air minum dalam kemasan plastik polikarbonat. Metode yang dilakukan meliputi optimasi pelarut, penentuan panjang gelombang maksimal, preparasi sampel, analisis data menggunakan Uji Oneway Anova dan validasi metode penelitian menggunakan spektrofotometri UV-Vis Thermo Genesys 150 meliputi linearitas, LOD dan LOQ, akurasi, dan presisi. Hasil dari Linearitas dengan persamaan regresi linear y=0,0624x-0,0074 dengan nilai R2 0,9987. LOD & LOQ didapatkan nilai standard deviation 0,005435276 dan nilai slope 0,0624 sehingga LOD 0,26131 ppm dan LOQ 0,87104 ppm. Hasil uji presisi pada hari pertama 1,7492%, pada hari kedua 0,5384%, dan pada hari ketiga 0,8425%. Dan hasil uji akurasi diperoleh nilai persen perolehan kembali untuk larutan standar BPA konsentrasi 7 ppm 106.700 %, konsentrasi 8 ppm 104.113% dan konsentrasi 9 ppm 101.982%. Metode validasi yang dikembangkan memenuhi kriteria parameter metode validasi analisis dapat dipergunakan untuk menganalisis BPA dalam air. Terdapat cemaran BPA pada air minum kemasan plastik polikarbonat dengan kadar yang melebihi batas maksimal 0,6 ppm.
ANALISIS PERBANDINGAN KADAR β -KAROTEN KULITBUAH LABU KUNING (CUCURBITA MOSCHATA)MENGGUNAKAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS Hurria, Manaratul; Qodri, Udrika Lailatul; Choirunniza, Aqidatun Naffiah
Jurnal Farmamedika (Pharmamedika Journal) Vol 9 No 2 (2024): Jurnal Farmamedika (Pharmamedica Journal)
Publisher : Sekolah Tinggi Teknologi Industri dan Farmasi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47219/ath.v9i2.365

Abstract

Vitamin A sangat penting bagi tubuh dan merupakan hasil konversi dari β-karoten oleh tubuh. Labu kuning kaya akan β-karoten, yang kandungannya tersebar di biji, daging, dan kulitnya. Kurangnya perhatian terhadap kulit labu kuning mendorong penelitian ini untuk menganalisis kadar β-karoten pada variasi kulit yang berwarna hijau tua dan hijau muda yang mana menunjukkan tingkat kematangan dan kesiapan untuk konsumsi. Analisis menggunakan spektrofotometer UV-Vis (Thermoscientific Genesys 150) menggunakan metode pengujian berurutan mencakup determinasi tumbuhan, persiapan kulit labu kuning, persiapan kurva regresi linier, ekstraksi β-karoten, analisis tingkat β-karoten, dan analisis data dengan spss versi 25 menggunakan uji t-test sampel independen. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kadar β-karoten pada labu berkulit hijau tua secara signifikan lebih tinggi pada 7,290 µg/g dibandingkan dengan labu berkulit hijau muda, yang memiliki kadar β-karoten sebesar 4,074 µg/g. Analisis statistik lebih lanjut menunjukkan perbedaan signifikan antara kadar β-karoten pada labu dengan kulit hijau tua, bertekstur halus, dan labu dengan kulit hijau muda, bertekstur sedikit kasar dengan bercak putih, seperti yang ditunjukkan oleh nilai sig sebesar 0,000 (<0,05) dalam uji statistik.
Penyuluhan Pengenalan Mikroplastik dan Cara Mengurangi Paparannya Pada Air Minum dan Makanan Kemasan di Desa Perante Udrika Lailatul Qodri
Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal Vol. 2 No. 1 (2025): Masyarakat Mandiri : Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/masyarakatmandiri.v2i1.1001

Abstract

Microplastics pose a significant threat to aquatic ecosystems and human well-being. This study attempts to conduct a community engagement initiative that focuses on the dangers of microplastics, with the aim of raising public awareness and fostering sustainable behavior change in plastic waste management. Microplastic pollution has become a worrying problem because it has the potential to pose risks to food safety and public health. This study aims to conduct a socialization program on the dangers of microplastic exposure to food safety in the Kertosari Village community. Using a participatory approach, this socialization program involves local communities and students. Socialization activities include informative presentations and interactive discussions to raise awareness of the adverse effects of microplastics on food safety. The results of this community engagement are expected to be a valuable guide for authorities and local communities to raise awareness of the dangers of microplastics and encourage sustainable behavior change towards plastic waste management.
Pengaruh Metode Pengeringan terhadap Kadar Flavonoid Simplisia Daun Cermai (Phyllanthus acidus L. Skeels) Nisa, Mujiatun; Jannah, Raodatul; Qodri, Udrika Lailatul; Sari, Dewi Ratih Tirto
Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas Vol. 1 No. (1) (2023): Jurnal Farmasi Ma Chung: Sains, Teknologi, dan Klinis Komunitas
Publisher : Program Studi Farmasi, Universitas Ma Chung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33479/jfmc.v1i(1).2

Abstract

Tanaman cermai merupakan salah satu herba dalam famili Euphorbiaceae yang diketahui mengandung beragam senyawa bioaktif. Salah satu jenis senyawa bioaktif cermai yaitu flavonoid, yang banyak ditemukan pada daunnya. Pengolahan simplisia daun cermai menjadi penting untuk diperhatikan guna menjaga kandungan senyawa aktifnya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kadar air dan flavonoid simplisia daun cermai dengan metode pengeringan sinar matahari, kering-angin dan pengeringan dengan oven suhu 40°C. Kadar air simplisia daun cermai dengan metode pengeringan oven menunjukkan kadar air paling rendah, yakni 7,87%. Sebaliknya, pengeringan dengan oven meningkatkan kadar flavonoid dengan kadar 3,32 mg QE/ g. pengeringan dengan teknik kering angin menunjukkan kadar flavonoid paling rendah yakni 2,04 mg QE/ g  dengan kadar air paling tinggi yakni 9,96%. Penelitian ini disimpulkan bahwa pengeringan daun cermai yang optimal yaitu dengan pengeringan oven bersuhu 40°C dengan kadar flavonoid yang tinggi dan kadar air yang masih memenuhi standar simplisia.
Pengaruh Waktu Pengadukan Terhadap Sintesis Senyawa Kalkon Melalui Reaksi Kondensasi Claisen-Schmidt Nur, Atiqah; Qodri, Udrika Lailatul; Atiqah , Sri Nur
Journal of Agropharmacy Vol. 1 No. 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, University of Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19184/joa.v1i3.1533

Abstract

Chalcone compound is a secondary metabolite compound of the flavonoid class which has biological activity as an antibacterial. The purpose of this study was to determine the optimum stirring time in the synthesis of chalcone compounds using NaOH as an alkaline catalyst through the Claisen-Schmidt condensation reaction between acetophenone and benzaldehyde. The method for synthesizing chalcone compounds with stirring variations of 3 hours, 5 hours and 7 hours was carried out through three stages. The first stage is the manufacture of NaOH base catalyst. The second step is to mix acetophenone with NaOH solution to produce a nucleophilic enolate ion. The third step is to mix the enolate ion with benzaldehyde. The synthesized chalcone compound was characterized through organoleptic test, melting point test, solubility test, TLC test, UV-Vis Spectrophotometry, and FTIR. The characterization results show that each chalcone compound synthesized with variations in stirring time is generally produced in the form of crystals with color values of 13, 10 and 8 as seen in standard colors, melting point 50-51oC, highly soluble in chloroform and dichloromethane, slightly soluble in ethanol and practically insoluble in distilled water. The results of the TLC showed that the Rf value of the synthesized chalcone compound was different from the Rf value of the starting material. The results of UV-Vis spectrophotometry showed that there was a maximum absorption of benzoyl compounds in the 220 nm area and showed that there was a maximum absorption of cinnamyl compounds in the area of 370-390 nm. The FTIR spectrum shows the presence of functional groups =C-H (Alkene), C-H (Aromatic), C=C (Aromatic), C=C (Alkene), and C-H (Aromatic). The synthesis results show that the most optimal stirring time is 7 hours with a percent yield of 95.112%. The results of data analysis using the one way annova test showed that H0 was rejected and H1 was accepted, meaning that there was an effect of stirring time on the percent yield of the synthesized chalcone compound.