Selfi Handayani
Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret, Surakarta, Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TINGGI BADAN REMAJA DI DAERAH ENDEMIS GONDOK DI NGARGOYOSO KARANGANYAR: A CROSS SECTIONAL STUDY Siti Munawaroh; Asadullah Fathy Muhammad; Selfi Handayani
Jurnal Kedokteran Universitas Palangka Raya Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Kedokteran
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (138.51 KB) | DOI: 10.37304/jkupr.v9i2.3526

Abstract

Asupan yodium yang kurang dapat menimbulkan berbagai gejala termasuk gondok atau pembesaran kelenjar tiroid yang disebut juga Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY). Yodium diperlukan untuk membentuk hormon tiroid yang mengatur pertumbuhan dan perkembangan tubuh manusia. Tidak terpenuhinya kebutuhan yodium dapat menyebabkan hipotiroidisme, penyerapan kalsium terhambat, gangguan metabolisme karbohidrat dan protein, dan gangguan pertumbuhan, seperti tinggi badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan tinggi badan antara remaja di daerah endemis gondok dan daerah non endemik gondok di Karanganyar. Penelitian cross sectional yang dilakukan di Karanganyar yang terbagi menjadi dua, yaitu di Ngargoyoso sebagai daerah endemis gondok dan di Colomadu sebagai daerah bebas gondok. Sampel penelitian adalah remaja fase akhir, yaitu siswa SMK kelas XII. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling dan diperoleh 187 responden. Data diperoleh dari pengukuran tinggi badan remaja kemudian dianalisis secara menggunakan uji t independen. Rerata tinggi badan pada kelompok remaja daerah endemis gondok (N = 84) adalah 162,29 dan remaja di daerah bebas gondok (N = 103) adalah 167,01. Hasil analisis uji t-independen terhadap tinggi badan kedua kelompok menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan (p = 0,001). Tinggi badan remaja di daerah endemis gondok di kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyer lebih rendah dibandingkan remaja di daerah non-endemis gondok