Arya W Darmaputera
Jurusan Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan, Fakultas Ekonomi Universitas Katolik Parahyangan

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KONSUMSI BBM PREMIUM DI INDONESIA DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHINYA Arya W Darmaputera; Dendy Kurnaedy
Bina Ekonomi Vol. 3 No. 2 (1999)
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (469.484 KB) | DOI: 10.26593/be.v3i2.513.%p

Abstract

This study examines the factors that & determine 'premium' petroleum demand in Indonesia, focusing on the period  of 1980-1995. Employing a logarithmic  model this study also measures price-elasticity, income-elasticity, and the cross-elasticity of premium petrol with lubricants. It is found that the demand is inelastic towards income, inelastic towards price, and that lubricants arc strong complementariness for premium petrol.  Thus it can be concluded that premium petrol is a normal good (neither superior nor inferior), a relatively basic need with little or no substitutes and its demand is complementary with the demand or lubricants. Since premium petrol is  a basic need for Indonesian people  Government  with almost no substitutes, the should not take rash steps that would cause the price of petrol  apparent that if Indonesia would like to re4uce the consumption of premium petrol, price policies would not be very effective as price-elasticity is low. Non-price policies, eg., introduction of  alternative energy, would probably be more potent.
PARADIGMS OF DEVELOPMENT IN ASIA-PACIFIC: CONTINUING DEBATES Arya W Darmaputera
Bina Ekonomi Vol. 4 No. 1 (2000)
Publisher : Center for Economic Studies Universitas Katolik Parahyangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1138.085 KB) | DOI: 10.26593/be.v4i1.573.%p

Abstract

Dalam teori – teori pembangunan Negara sedang berkembang, muncullah aneka pradigma atau aliran yang berusaha menjelaskan penyebab, masalah, dan jalan keluar bagi kemiskinan yang dialami negara-negara dunia ketiga. Aliran pertama yang muncul adalah liberal-modernisme yang kemudain dikriitk oleh aliran strukturalisme, yang kemudain dikritik oleh aliran dependensia. Ada pula penjelasan yang diberikan oleh aliran pupulisme yang menyatakan bahwa kemakmuran yang berkeadilan hanya mungkin dumunculkan oleh struktur ekonomi yang didominasi oleh usaha=usaha kecil dan menengah. Dalam kenyataannya di Negara-negara Asia yang pembangunannya sukses (seperti Negara-negara industri baru), muncullah konvergensi paradigma-paradigma tersebut dengan cara mengambil nilai-nilai positif dari masing masing yang membuahkan kemakmuran bagi Taiwan, Korea Selatan, Singapura, dan Hongkong. Dari aliran liberal-modernisme mereka mengambil buah pemikiran bahwa perekonomian harus berlandaskan pasar yang setransparan dan seterbuka mungkin didasari atas semangat kompetisi; dari aliran strukturalisme mereka belajar untuk mengaktifkan peran pemerintah di dalam mengembangkan industri-industri strategis masa depan; dari aliran dependensia mereka menyadari bahwa pembangunan hanya mungkin berhasil jika mereka membangun industri yang mandiri tanpa tergantung pada Negara manapun; dan aliran populisme mengajarkan mereka untuk terus memperkecil kesenjangan dan meningkatkan pemerataan di dalam masyarakat.