Sri A Ibrahim
Program Studi Ilmu Keperawatan FOK UNG

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Hubungan Kepatuhan Mengontrol Faktor Risiko Kardiovaskuler Dengan Kejadian Infark Miokard Akut Rekuren Sri A Ibrahim; Febrianti Moonti; Feibiyanti Simbala
Jambura Nursing Journal Vol 2, No 1: January 2020
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v2i1.4480

Abstract

Infark Miokard Akut (IMA) merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler yang memberikan sumbangsi kematian secara tiba-tiba yang cukup banyak. Kejadian infark miokard akut dapat terjadi berulang yang dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas. Pasien yang pernah mengalami serangan infark miokard akut 50% kemungkinan akan mengalami infark miokard akut recurrent akibat pasien tidak patuh mengontrol faktor resiko kardiovaskuler. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan kepatuhan mengontrol faktor resiko kardiovaskuler dengan kejadian infark miokard akut rekuren di kota Gorontalo. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi penelitian ini adalah pasien infark miokard akut di RSUD Prof H. Aloe Saboe dan RS Bunda Kota Gorontalo dengan jumlah sampel sebanyak 30 dengan teknik pengambilan sampel secara accidental sampling. Sampel infark miokard akut kemudian ditelusuri kepatuhan sampel dalam mengontrol faktor resiko kardiovaskuler seperti tekanan darah, gula darah, profil lipid, olahraga, kebiasaan merokok dan berat badan. Analisis data dilakukan dengan analisis statistik deskriptif kuantitatif memakai analisis chi square berdasarkan data yang telah diperoleh. Hasil yang dicapai adalah ada hubungan yang signifikan antara kepatuhan mengontrol faktor resiko kardiovaskuler berupa tekanan darah dengan kejadian IMA rekuren dengan P value 0,000, kadar glukosa darah dengan kejadian IMA rekuren dengan P value 0,001 dan kadar kolesterol dengan kejadian IMA rekuren dengan P value 0,000. Disarankan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat terutama penderita yang telah mengalami IMA untuk selalu mengontrol faktor resiko kardiovaskuler sehingga dapat mencegah terjadinya IMA yang rekuren.
Tingkat Pengetahuan Anggota Palang Merah Remaja (PMR) Tentang Pertolongan Pertama Pada Cedera Sri A Ibrahim; Meysin Adam
Jambura Nursing Journal Vol 3, No 1: January 2021
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37311/jnj.v3i1.9824

Abstract

PMR merupakan wadah kegiatan remaja di sekolah atau lembaga pendidikan normal dalam kepalangmerahan melalui program ekstrakurikuler. Salah satu tugas pokok dari PMR yaitu melakukan pertolongan pertama jika terjadi kejadian cedera di lingkungan sekolah.Pertolongan pertama adalah tindakan orang yang memberikan bantuan atau pertolongan pada orang yang terjadi kecelakaan atau cedera. Diperlukan tindakan yang tepat untuk membatasi resiko cedera yang terjadi. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui gambaran tingkat pengetahuan anggota PMR tentang tindakan pertolongan pertama pada cedera di SMAN Kota Gorontalo. Metode Penelitian meliputi desain dan jenis penelitian deskriptif. Populasi sebanyak 94 anggota PMR. Sampel penelitian sebanyak 94 responden dengan teknik Total Sampling. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuesioner. Hasil dalam penelitian didapatkan presentasi tertinggi yaitu pengetahuan dengan kategori cukup sebanyak 48 responden (51.1%). Hal ini dipengaruhi oleh kurangnya rentan waktu pemberian informasi tentang tindakan pertolongan pertama pada cedera menyebabkan pemahaman yang kurang dan penerapan secara langsung atau pelatihan dasar yang sangat jarang dilakukan oleh responden. Kesimpulannya didapatkan tingkat pengetahuan responden tentang tindakan pertolongan pertama pada cedera kategori baik 39 responden (41.5%), cukup 48 responden (51.1%), dan kurang 7 responden (7.4%). Disarankan pihak sekolah mengundang instansi yang terkait untuk memberikan materi tentang pertolongan pertama dan pelatihan dasar untuk meningkatkan pengetahuan anggota PMR sekolah.