Nurhasanah Nurhasanah
STIT Palapa Nusantara Lombok NTB

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Guru PAI dalam Meningkatkan Etika/Moral Siswa di SD Negeri 4 Belanting Nurhasanah Nurhasanah
FONDATIA Vol 2 No 1 (2018): MARET
Publisher : Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (157.455 KB) | DOI: 10.36088/fondatia.v2i1.110

Abstract

The existence of teachers of Islamic Education in the process of education and learning is an effort to provide the provision of skills to students, whether in the field of cognitive (knowledge), affective (attitude and behavior) and psychomotor (self-actualization and skills) that must be owned. And for a teacher who has the competence both professionally, personally and socially will be able to carry out the teaching well and true in an effort to provide understanding and knowledge and optimal result, especially in improving ethics (moral) or morals learners themselves. Relation to the existence of teachers of Islamic Education in an effort to improve the ethics / moral of learners is explained that the teacher (educator) is the person who assumes the responsibility to guide, where he is not only responsible for delivering learning materials to learners but also responsible for forming keperibadian (morals / morals) protégé of high value. It is further explained that the teacher (educator) is the responsible adult to provide guidance to the learner in his physical and spiritual development in order to achieve maturity, capable of performing his duties as God's creature, khalifatullah, social creature, and as a self-sufficient individual
Strategi Guru PAI dalam Membina Akhlak Siswa di SMPN 2 Sikur Nurhasanah Nurhasanah
PALAPA Vol 3 No 2 (2015): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (211.635 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v3i2.764

Abstract

Keberagamaan strategi dalam proses pembinaan akhlak memiliki peranan penting yakni untuk menarik minat belajar para siswa, dan untuk membentuk suasana belajar yang tidak menjenuhkan dan monoton sehingga kelancaran dan keberhasilan dalam pembinaan akhlak siswa dapat semaksimal mungkin berhasil dengan baik. Tanpa adanya strategi guru PAI sudah barang tentu proses pembinaan akhlak siswa tidak dapat berjalan dengan maksimal, gaya mengajar dan menyampaikan materi pelajaran agamapun harus bervariasi dan disesuaikan dengan keadaan kelas, sehingga siswa tidak merasa jenuh dan mampu memahami serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari. Kita ketahui bersama begitu penting pembinaan akhlak pada siswa, karena salah satu factor penyebab kegagalan pendidikan Islam selama ini karena anak banyak yang kurang atau masih rendah akhlaknya. Hal ini karena kegagalan dalam menanamkan dan membina akhlak. Tidak dapat dipungkiri, bahwa munculnya tawuran, konflik dan kekerasan lainnya merupakan cermin ketidakberdayaan sistem pendidikan di negeri ini, khususnya akhlak. Ketidakberdayaan sistem pendidikan agama di Indonesia karena pendidikan agama Islam selama ini hanya menekankan kepada proses pentransferan ilmu kepada siswa saja, belum pada proses transformasi nilai-nilai luhur keagamaan kepada siswa, untuk membimbingnya agar menjadi manusia yang berkepribadian kuat dan berakhlak mulia. Dari semua fakta ini, sangatlah perlu dipertanyakan bagaimana sejatinya potret akhlak para peserta didik tersebut, tentu saja hal ini tidak dapat dilepas dari strategi guru pendidikan Agama Islam dalam mendidik mereka. Ketidakpahaman siswa terhadap pendidikan agama dikarenakan guru dalam menyampaikan materi pelajaran tidak memakai teknik atau metode tertentu sehingga proses pengajaran tidak berjalan dengan meksimal, lain halnya apabila dalam pengajaran guru memakai teknik atau metode yang tepat dalam menyampaian materi bisa dipastikan siswa akan lebih bisa mengerti dan memahami serta mampu mengamalkan. Secara keseluruhan pendidikan di sekolah, kegiatan belajar merupakan kegiatan yang paling kokoh. Ini berarti bahwa berhasil atau tidaknya pencapaian tujuan pendidikan banyak bergantung kepada bagaimana proses yang dialami oleh siswa sebagai anak didik. Pada setiap lembaga pendidikan baik yang bersifat formal atau nonformal, pastilah mempunyai komitmen yang kuat terhadap USAha untuk pembinaan akhlak, hal ini tidak bisa dipungkiri lagi karena pembinaan setiap lembaga pendidikan yang berkomitman untuk membina akhlak pada siswanya, tentunya memiliki strategi atau cara tersendiri dalam proses pembinaannya. Hal ini disebabkan perbedaan karakter dari masing-masing peserta didik pada suatu lembaga pendidikan. Kata kunci; Strategi, Guru PAI, Pembinaan Akhlak