Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

VARIASI BAHASA MINANGKABAU DIALEK MASYARAKAT KENAGARIAN KOTO BANGUN DENGAN DIALEK MASYARAKAT KENAGARIAN MUARO PAITI KECAMATAN KAPUR IX KABUPATEN LIMA PULUH KOTA PROVINSI SUMATERA BARAT Lili Hasmi
Inovasi Pendidikan Vol 8, No 1 (2021): Volume 8 No. 1 (2021), Maret 2021
Publisher : FKIP UMSB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (169.209 KB) | DOI: 10.31869/ip.v8i1.2567

Abstract

Variasi Bahasa Minangkabau Dialek Komunitas Koto Bangun Kenagarian dengan Dialek Komunitas Muaro Paiti Kenagarian di Lima Puluh Kota Penelitian dilatarbelakangi oleh perbedaan dialek antar daerah. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan variasi dialek Minangkabau ditinjau dari fonologi berdasarkan fonemik. Dialek yang dipelajari adalah Dialek Komunitas Koto Bangun Kenagarian dengan Dialek Komunitas Muaro Paiti Kenagarian Kapur IX Distrik Lima Puluh Kota. Jenis penelitian kualitatif dengan metode deskriptif. Objek penelitian adalah komunitas Kenagarian Kagagarian dengan Masyarakat Kenagarian Muaro Paiti Lima Puluh Kota. Data penelitian dikumpulkan dengan teknik wawancara, pencatatan dan pencatatan. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan metode pencocokan intra lingual. Hasil penelitian menunjukkan tiga hal: (1) Dari 200 kosakata, terdapat 155 persamaan fonemik pembentuk kosakata. (3) Dari 200 kosakata 52 variasi  kosakata fonemik. (2) Dari 200 kosakata, terdapat 200 istilah yang merupakan kosakata istilah dasar yang digunakan untuk tujuan mengatakan sesuatu. Dapat disimpulkan bahwa dari 200 kosakata yang dipelajari, hanya 52 kosakata yang memiliki variasi fonemik pembentuk kata. Jadi, variasi bahasa merupakan realitas bahasa yang harus dikenali. Variasi bahasa harus selalu dijaga oleh masyarakat, ujarnya. Agar bahasa yang mereka gunakan tidak hilang seiring dengan perkembangan zaman.
Speech Act Analysis of Marhaban Sermon in Bainai Eve at Kapur Region-Lima Puluh District, West Sumatera Province Lili Hasmi
Soshum: Jurnal Sosial dan Humaniora Vol 10 No 1 (2020): March 2020
Publisher : Politeknik Negeri Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31940/soshum.v10i1.1532

Abstract

Social life needs the means to talk about things like contents, intentions, wish, and speech acts. Speech acts are utterances that contain functional units in communication concerning aspects of the conversation. We need to communicate as crucial as life needs to change. Changes from the initial level, from reversal as an adult to old age. Adulthood is often marked by a marriage period. Marriage is a period of transition from adolescent to family life. The marriage in the Minangkabau tradition, in addition to the recitation of the qab ijab, was also carried out on bainai night. Bainai is an activity for leveling nails using henna or henna plants. The crushed henna or henna is applied to all brides' nails and toenails. It is found that several types of utterances, namely the locus of speech, illocution, and perlocution. Based on the background of the problem, the writer is interested in discussing Marhaban's speech in the bainai night program in Kapur District IX, Lima Puluh Kota Regency. The research was a qualitative study using descriptive methods. The informants in this study were all those who participated in the Marhaban bainai night in Kapur District IX in Lima Puluh Regency who used speech acts. Techniques undertaken went through the following stages. Firstly, analysing of Marhaban's speech at the Bainai night event; secondly, analysing Marhaban's speech at the Bainai Night Event; thirdly, interpreting the use of Marhaban's speech on the Bainai night event; Fourthly, discussing the use of Marhaban's speech at the Bainai night event in Kapur District IX in the Lima Puluh Regency. The results revealed, there are speech acts in Marhaban's speech at the Bainai night event in Kapur District IX in Lima Puluh Regency. Types of speech acts obtained were 41 datum about locus speech acts, 32 datum about illocutionary speech acts, and seven datum of speech acts in perlocution
Pengaruh Penggunaan Media Karikatur Terhadap Keterampilan Menulis Teks Anekdot Siswa Kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban Lili Hasmi; Neneng Wahyuni
Menara Ilmu : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmiah Vol 17, No 1 (2023): Vol 17 No. 01 OKTOBER 2023
Publisher : LPPM Universitas Muhammadiyah Sumatera Barat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31869/mi.v17i1.4740

Abstract

ABSTRAK: Keterampilan menulis teks anekdot siswa masih tergolong rendah karena siswa masih kurang memahami cara menulis teks anekdot sesuai dengan struktur dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan keterampilan menulis teks anekdot menggunakan media karikatur siswa kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban; (2) mendeskripsikan keterampilan menulis teks anekdot tanpa menggunakan media karikatur siswa kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban; (3) mendeskripsikan pengaruh penggunaan media karikatur terhadap keterampilan menulis teks anekdot siswa kelas X SMA Negeri 1 Kecamatan Lareh Sago Halaban. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian ini menggunakan The Randomized Posttest Only Control Group. Populasi penelitian ini berjumlah 238 siswa dengan penarikan sampel menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa tes. Tes yang digunakan adalah tes unjuk kerja yang berguna untuk mengukur keterampilan menulis teks anekdot. Analisis data dapat disimpulkan bahwa hasil uji t (t-test) pada kelas eksperimen membuktikan thitung = 7,5188  dengan ttabel = 2,064, karena thitung lebih besar dari ttabel (7,5188 > 2,064), maka Ha (hipotesis alternatif) diterima. Selanjutnya hasil uji t (t-test) pada kelas kontrol membuktikan thitung = 2,9176 dengan ttabel = 2,064, karena thitung lebih besar dari ttabel (2,9176 > 2,064), maka Ha (hipotesis alternatif) diterima. Hasil uji t (t-test) merupakan hasil perbandingan thitung = 3,2435 dengan ttabel = 2,021, karena thitung lebih besar dari ttabel (3,2435 > 2,021), maka Ha (hipotesis alternatif) diterima. Simpulan penelitian, keterampilan menulis teks anekdot berpengaruh kuat dengan menggunakan media karikatur dibandingkan tanpa menggunakan media karikatur. Kata kunci : Media Karikatur, Menulis Teks Anekdot