Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

GAMBARAN SUHU BAYI BARU LAHIR 6 JAM PASCA KELAHIRAN SEBELUM DAN SESUDAH DIMANDIKAN SELAMA 5 MENIT J. M. METHA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.835 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v4i2.41

Abstract

Bayi baru lahir secara alami melakukan adaptasi suhu tubuh dari lingkungan intra ke ekstrauterin. Bayi baru lahir cepat dan mudah kehilangan panas tubuhnya; oleh sebab itu, waktu memandikan bayi setelah kelahiran harus diperhatikan dengan seksama untuk mencegah hipotermia. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran suhu bayi baru lahir 6 jam pasca kelahiran sebelum dan sesudah dimandikan selama 5 menit. Penelitian ini adalah deskriptif dengan desain penelitian cross-sectional, yang dilakukan dari Januari hingga Juni 2015 di Rumah Bersalin Afiyah di Pekanbaru. Sampel dilakukan mengunakan teknik accidental sampling dengan sampel sebanyak 30 bayi baru lahir. Pengumpulan data dilakukan secara primer dengan observasi atau pengamatan. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suhu seluruh bayi sebelum dimandikan adalah normal dan, setelah dimandikan pada enam jam setelah kelahiran, keseluruhan 30 bayi tersebut mengalami penurun suhu 0,20C-0,50C. Dari hasil analisis dapat disimpulkan bahwa memandikan bayi seharusnya menunggu hingga tubuh bayi stabil, paling tidak pada enam jam setelah kelahiran.
GAMBARAN PERAWATAN TALI PUSAT BAYI BARU LAHIR TERHADAP LAMANYA WAKTU PELEPASAN TALI PUSAT DI PEKANBARU J. M. METHA
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 4 No 2 (2015): JURNAL PROTEKSI KESEHATAN
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (182.075 KB) | DOI: 10.36929/jpk.v4i2.42

Abstract

Perawatan bayi baru lahir juga harus memperhatikan pencegahan infeksi, yang salah satunya adalah infeksi tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran perawatan tali pusat bayi baru lahir terhadap lamanya waktu pelepasan tali pusat ditinjau dari penggunaan bahan antiseptik dan tanpa bahan antiseptik. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif, yang dilaksanakan dengan melakukan observasi langsung terhadap tali pusat bayi baru lahir. Populasi penelitian ini adalah seluruh bayi baru lahir hidup dan normal di BPM Ernita, dengan sampel yang diambil dengan menggunakan accidental sampling terhadap 34 bayi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tali pusat bayi yang tidak diolesi dengan antiseptik alkohol 70% menunjukkan pelepasan tali pusat yang lebih cepat dibandingkan tali pusat yang diolesi dengan alkohol 70%