Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh edukasi keuangan, hak properti masyarakat, fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan, layanan keuangan pada sektor pemerintah dan perlindungan konsumen terhadap pendapatan pengrajin rotan di Kecamatan Gatak Kabupaten Sukoharjo.Teknik pengambilan sampel menggunakanmenggunakan metode teknik sampling acak (rondom sampling) dan diperoleh sampel penelitian 30. Variabel independen (x) meliputi : edukasi keuangan, hak properti masyarakat, fasilitas intermediasi dan saluran distribusi keuangan, layanan keuangan pada sektor pemerintah dan perlindungan konsumen. Metode analisis data menggunakan analisis regresi liniear berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam jangka panjang rasio DPK, suku bunga kredit, nilai tukar, dan jumlah uang beredar berpengaruh positif terhadap inflasi, sedangkan rasio kredit berpengaruh positif terhadap inflasi. Variabel indikator inklusi keuangan, suku bunga kredit, nilai tukar, dan jumlah uang beredar memiliki peran dalam menjelaskan variasi efektivitas kebijakan moneter, namun dalam jangka panjang, lebih dari 50persen variasi efektivitas kebijakan dijelaskan olehinflasi.Rendahnya peran variabel indikator inklusi keuangan dalam menjelaskan efektivitas kebijakan moneter karena inklusi keuangan di Indonesia masih dalam tahap pengembangan. Dalam penelitian ini juga menunjukkan bahwa variabel suku bunga kredit dan nilai tukar sangat responsif terhadap perubahan inflasi, sehingga diperlukan perhatian khusus untuk menjaga kedua variabel tersebut.