Nina Selvia Artha
Poltekkes Kemenkes Riau

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

The Correlation Of Knowledge On Cervical Cancer With Early Detection Of Cervical Cancer Among Women Of Childbearing Age In Tanah Datar Pekan Heran Indragiri Hulu Regency Nina Selvia Artha
JURNAL PROTEKSI KESEHATAN Vol 9 No 1 (2020): JPK: Jurnal Proteksi Kesehatan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/jpk.v9i1.241

Abstract

AbstractCervical cancer is one of malignant neoplasms and number one cancer killer ofwomen in Indonesia. The aim of this research is to Know the Correlation KnowledgeWomen of Childbearing Age (WCA) With Early Detection of Cervical Cancer inTanah Datar Village Working Area of Puskesmas Pekan Heran Indragiri HuluRegency. The research design used descriptive correlation with approach crosssectional. The sampling technique used is purposive sampling and random samplingwith the number of 227 respondents. The processing data using univariate andbivariate analysis with Chisquare test. The results obtained were the of WCA whohad enough knowledge about cervical cancer as many as 99 respondents(43,6%) and early detection of cervical cancer with method IVA test by WUSmajority did not early detection as much as 174 respondents (76,7%). Chi-Squarestatistical test results obtained that the correlation knowledge with early detectionof cervical cancer is p value 0,00 < 0.05. Conclusion: There is a Correlationbetween Knowledge Women of Childbearing Age (WCA) With Early Detectionof Cervical Cancer in Tanah Datar Village Working Area of Puskesmas PekanHeran Indragiri Hulu Regency.
OPTIMALISASI UKS DALAM PENANGANAN PERTAMA KEGAWATDARURATAN DI SEKOLAH MTs NEGERI 1 INDRAGIRI HULU nina selvia artha
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 1 No 1 (2022): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v1i1.338

Abstract

Kondisi kegawatdaruratan dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Dapat terjadi di rumah, perjalanan, tempat kerja, sekolah, dan tempat lainnya. Salah satu upaya yang dapat dilakukan disekolah bila terjadi suatu kegawat daruratan adalah dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada anggota PMR cara penanganan pertama kegawat daruratan. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah mengoptimalkan keberadaan UKS dalam penanganan pertama kegawat daruratan di sekolah MTsN 1 Indragiri Hulu. Pengabdian ini dilaksanakan di MTsN 1 Indragiri Hulu pada bulan November 2020, dengan sasaran sebanyak 30 orang siswa/siswi anggota PMR di MTsN 1 Indragiri Hulu. Target capaiannya dari pengabdian ini adalah Peran UKS di MTSN 1 Indragiri Hulu lebih optimal dan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan tentang penanganan pertama kegawatdaruratan disekolah. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah terjadi peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta, dapat dinilai dari hasil pre test nilai minimum adalah 31, nilai maksimum adalah 69 dan nilai rata-ratanya 51,77. Sedangkan hasil post-test didapatkan nilai minimum 75 dan nilai maksimum 100, dengan nilai rata- rata 88, 27. Saran sebaiknya kegiatan pengabdian ini dapat dilakukan rutin terutama untuk penyegaran/refreshing, pembaruan/up dating dan pengembangan serta pembinaan anggota PMR di sekolah-sekolah.
The Optimization Application of Clean and Healthy Living Behavior at TK Negeri Pembina West Rengat Nina Selvia Artha; Yulianto Yulianto
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 1 (2023): Vol 2 No 1 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i1.543

Abstract

Health is an important part for everyone to be able carry out activities. The concept of healthy living which is reflected in healthy behavior needs to be introduced as early as possible to the next generation and then internalized and practiced. Students are no longer solely as objects of health development but as subjects and thus it is hoped that they can play a conscious and responsible role in health development. The purpose of this community service is to optimize clean and healthy living behavior at TKN Pembina Rengat Barat. The target of this community service is 26 students of the State Kindergarten of Pembina Barat Rengat Barat. This activity was carried out 5 times while the implementation of each activity was the first meeting of the pretest followed by the PHBS snake and ladder game, the second meeting of washing hands properly using soap and running water, the third meeting of education about healthy food, the fourth meeting of education and the practice of disposing of waste. which is correct and the last is a post-test to see how far the participants' knowledge about PHBS has increased. The result of this community service activity is that there is an increase in the knowledge and skills of participants, this can be judged by the results of the pre-test knowledge level of the majority of the category less than 19 people (73.1%). Meanwhile, the post-test results showed that the majority of knowledge was good, is 14 people (53.8%). Suggestions for the school to always emphasize students to always get used to and carry out clean and healthy PHBS behavior with the aim of making it a habit.
Diabetic Foot Treatment and Foot Sensitivity Recording for Diabetes Mellitus Patients in Talang Jerinjing Village Nina Selvia Artha; Yulianto Yulianto; Nur Aulia
PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health Vol 2 No 2 (2023): Vol 2 No 2 (2023): PITIMAS: Journal of Community Engagement in Health
Publisher : Poltekkes Kemenkes Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36929/pitimas.v2i2.659

Abstract

Perawatan Kaki Diabetes dan Pemeriksaan Sensifitas Kaki pada Penderita Diabetes Melitus di Desa Talang JerinjingDiabetes melitus merupakan salah satu tantangan kesehatan yang paling cepat berkembang di abad ke-21, dengan jumlah orang dewasa yang menderita diabetes meningkat lebih dari tiga kali lipat selama 20 tahun terakhir. Berdasarkan estimasi IDF (International Diabetes Federation) terdapat 463 juta orang dewasa hidup dengan diabetes. Tanpa tindakan yang cukup untuk mengatasi pandemik ini, maka diperkirakan akan meningkat menjadi 578 juta orang pada tahun 2030 dan melonjak hingga 700 juta pada tahun 2045. Tujuan dilaksanakannya pengabdian masyarakat ini adalah Membantu klien diabetes mencegah gejala-gejala kerusakan saraf (Neuropathy) dengan cara perawatan kaki diabetes yang dapat memperlancar peredaran darah di kaki, memperbaiki sirkulasi darah dan memperkuat otot kaki. Menjelaskan pentingnya pemeriksaan sensifitas kaki dengan monofilament test pada penderita Diabetes Melitus agar menurunkan resiko neuropati perifer sensori. Pengabdian masyarakat ini akan dilakukan dari bulan Januari sampai dengan September 2022. Sasaran pengabdian masyarakat ini adalah penderita DM sebanyak 10 orang. Hasil pemeriksaan monofilament tes didapatkan 2 orang mengalami penurunan sensitifitas kaki yakni tidak merasakan tiga titik dan satu titik dari sepuluh titik pemeriksaan, disetrai dengan keluhan sering kesemutan. Kegiatan selanjutnya edukasi dan perawatan kaki diabetes, edukasi dan pelaksanaan senam kaki diabetes serta evalusi kegiatan.