Cecep Wijaya
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Proses Penciptaan Karya Seni Ngarumat Cecep Wijaya
PANGGUNG Vol 24, No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.509 KB) | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.112

Abstract

 This paper is a part of theses in graduate programs at Indonesian Arts Institute (ISI) in Sura- karta. Music composition under cultivation is titled “ngarumat” that has inspired from ritual Hajat Buruan, which was in a Bandung suburban that has been a tradition carried out by the local commu- nity. Methods used in the process of creating this work of art is an experiment and exploration. The Tradition of ritual Hajat Buruan is still maintained and always served as a means of cultural ritual jargon: ngajaga lembur, akur jeung batur, panceg dina galur, which means: keep the area together with obey the rules that applied. Keywords: tradition, music compotition    ABSTRAK Tulisan ini merupakan bagian dari tesis di program pascasarjana di Institut Seni Indo- nesia (ISI) Surakarta. Komposisi musik yang digarap berjudul ‘ngarumat’ yang terinspirasi dari ritual Hajat Buruan, yang berada di pinggiran kota Bandung yang telah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam proses pencip- taan karya seni ini adalah eksperimen dan eksplorasi. Tradisi ritual Hajat Buruan masih di- pertahankan dan selalu disajikan sebagai sarana jargon ritual budaya: ngajaga lembur, akur jeung batur, panceg dina galur, yang artinya: menjaga daerah bersama-sama taat pada aturan yang ada. Kata kunci: tradisi, komposisi musik
Proses Penciptaan Karya Seni Ngarumat Cecep Wijaya
PANGGUNG Vol 24 No 2 (2014): Modifikasi, Rekonstruksi, Revitalisasi, dan Visualisasi Seni
Publisher : LP2M ISBI Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26742/panggung.v24i2.112

Abstract

 This paper is a part of theses in graduate programs at Indonesian Arts Institute (ISI) in Sura- karta. Music composition under cultivation is titled “ngarumat” that has inspired from ritual Hajat Buruan, which was in a Bandung suburban that has been a tradition carried out by the local commu- nity. Methods used in the process of creating this work of art is an experiment and exploration. The Tradition of ritual Hajat Buruan is still maintained and always served as a means of cultural ritual jargon: ngajaga lembur, akur jeung batur, panceg dina galur, which means: keep the area together with obey the rules that applied. Keywords: tradition, music compotition    ABSTRAK Tulisan ini merupakan bagian dari tesis di program pascasarjana di Institut Seni Indo- nesia (ISI) Surakarta. Komposisi musik yang digarap berjudul ‘ngarumat’ yang terinspirasi dari ritual Hajat Buruan, yang berada di pinggiran kota Bandung yang telah menjadi tradisi yang dilakukan oleh masyarakat setempat. Metode yang digunakan dalam proses pencip- taan karya seni ini adalah eksperimen dan eksplorasi. Tradisi ritual Hajat Buruan masih di- pertahankan dan selalu disajikan sebagai sarana jargon ritual budaya: ngajaga lembur, akur jeung batur, panceg dina galur, yang artinya: menjaga daerah bersama-sama taat pada aturan yang ada. Kata kunci: tradisi, komposisi musik