Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

GAMBARAN PERAN PERAWAT DALAM PERENCANAAN PULANG PADA BALITA DENGAN DIARE DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH SLEMAN YOGYAKARTA Heribertus Erik; Yuli Ernawati; Maria Margaretha Marsiyah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 10, No 1 (2021)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v10i1.334

Abstract

Latar belakang: Diare merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia, di Yogyakarta, Rawat inap tertinggi dengan diare ada di Kabupaten Sleman. Hasil observasi di rawat inap anak dalam 3 bulan terakhir dari bulan Juni sampai Desember 2019 sejumlah 31 anak. Belum semua keluarga memahami tentang perawatan anak dengan diare.Tujuan: Mengetahui gambaran peran perawat dalam perencanaan pulang pada anak balita dengan diare di RUSD Sleman Yogyakarta.Metode: Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode deskriptif non analitik dengan pendekatan cross sectional. Alat penelitian yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan distribusi frekuensi.Hasil: Peran perawat dalam perencanaan pulang pada anak dengan diare masih ada yang kurang (6,5%), terutama pemberian informasi tentang demam. Persiapan pulang sebagian besar diberikan saat anak dinyatakan pulang oleh dokter, belum dilakukan diawal dari saat dirawat dengan diare. Media perencanaan pulang sebagian besar secara langsung, belum banyak menggunakan variasi media pembelajaran. Penyampaian perencanaan pulang sebagian besar dilakukan di ruangan pasien. Kesimpulan: Gambaran peran perawat dalam perencanaan pulang pada anak balita dengan diare di RSUD sleman pada kategori baik sebanyak 71,0 % dan kategori cukup sebanyak 29,0 %.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT TENTANG EARLY WARNING SCORE DENGAN PENDOKUMENTASIAN EARLY WARNING SCORE DI RUANG RAWAT INAP DEWASA RUMAH SAKIT Dr. SOETARTO YOGYAKARTA Luluk Aswiati; Yuli Ernawati; Nuryeti Syarifah
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.259

Abstract

Latar Belakang: Tingkat pengetahuan perawat berperan penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan pasien. Artinya, perawat harus memastikan bahwa data yang dihasilkan harus dicatat dengan benar dan dikomunikasikan dengan petugas kesehatan lainnya, sehingga tidak terjadi asimetri informasi antara perawat dan petugas kesehatan lainnya.Tujuan: Mengetahui hubungan pengetahuan perawat tentang EWS dengan Pendokumentasian EWS di Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelatif dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi penelitian ini adalah perawat Ruang Rawat Inap Dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta yang berjumlah 29 orang. Teknik pengambilan sampel dengan total sampling sebanyak 29 orang. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner. Analisis data menggunakan uji spearmen rank.Hasil: 1) Sebagian besar perawat memiliki pengetahuan baik tentang EWS Hal ini dapat diketahui melalui persentase pengetahuan perawat tentang EWS kategori baik sebesar 66% (19 orang). 2) Sebagian besar perawat telah bekerja sesuai dengan pendokumentasian EWS. Hal ini dapat diketahui melalui persentase perawat yang memiliki pendokumentasian sesuai EWS sebesar 93% (27 orang). 3) Hasil pengujian menunjukkan bahwa pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.Kesimpulan: Pengetahuan perawat tentang EWS berhubungan positif dan signifikan dengan pendokumentasian EWS di ruang rawat inap dewasa Rumah Sakit Dr. Soetarto Yogyakarta.
PENGARUH PEMBERIAN PELATIHAN KESIAPSIAGAAN BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI TERHADAP PENGETAHUAN SISWA DALAM MENGHADAPI BENCANA ERUPSI GUNUNG MERAPI PADA SISWA SMP N 2 SAWANGAN KABUPATEN MAGELANG Eko Prasetyo; Nuryeti Syarifah; Yuli Ernawati
Mikki: Majalah Ilmu Keperawatan dan Kesehatan Indonesia Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : STIKES Wira Husada Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47317/mikki.v9i1.261

Abstract

Latar Belakang: Bencana alam seperti letusan Gunung Merapi tiba-tiba, tidak dapat diprediksi, dan sulit ditentukan kapan terjadinya. Pelatihan kesiapsiagaan bencana dapat memahami secara ilmiah tentang letusan Gunung Merapi, yang meliputi penyediaan materi (konseling), praktik, dan simulasi. Kesiapsiagaan itu penting dan harus dibangun di sekolah yang diklasifikasikan sebagai daerah rawan bencana.Tujuan: Untuk menentukan Pengaruh Pemberian Pelatihan Kesiapsiagaan Bencana Erupsi Gunung Merapi terhadap Pengetahuan Siswa Dalam Menghadapi Bencana Erupsi Gunung Merapi pada Siswa SMP N 2 Sawangan Kabupaten Magelang.Metode Penelitian: Metode penelitian ini menggunakan metode desain eksperimen Quasi dengan pretest-posttest dengan pendekatan desain kelompok kontrol. Populasi siswa kelas VIII di SMP Negeri Sawangan Magelang 2 adalah 124 orang. Pengambilan sampel dengan simple random sampling. 50 responden pada kelompok eksperimen dan 50 responden pada kelompok kontrol. Analisis data dilakukan dengan menggunakan rumus t-test sampel dependen.Hasil: Pengetahuan siswa kelas VIII sebagian besar cukup (98,0%) pada kelompok eksperimen dan 98,0% pada kelompok kontrol. Setelah pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Merapi (78,0%) pengetahuan baik dan kelompok kontrol 88,0% memiliki pengetahuan yang cukup. Memperoleh nilai signifikansi p 0,000 (p <0,05).Kesimpulan: Ada pengaruh pelatihan kesiapsiagaan bencana erupsi Gunung Merapi terhadap pengetahuan siswa kelas VIII di SMP Negeri 2 Sawangan, Kabupaten Magelang.
Pengaruh Air Rebusan Daun Sirsak Terhadap Tekanan Darah Lansia di Dusun Senggotan Uswatun Khasanah; Antok Nurwidi Antara; Yuli Ernawati
Jurnal Farmasi dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 2 (2026): Desember 2025- Februari 2026
Publisher : Samudra Ilmu Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hipertensi adalah masalah kesehatan di dunia dan Indonesia karena terkait penyakit kardiovaskular dan stroke. Rebusan Daun sirsak (Annona muricata Linn) diketahui dapat menurunkan tekanan darah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh rebusan daun sirsak terhadap tekanan darah sistolik dan diastolik lansia hipertensi di Desa Senggotan. Penelitian kuasi-eksperimental dengan desain pretest-posttest satu kelompok pada 23 lansia hipertensi melalui purposive sampling. Responden mengonsumsi 150 ml rebusan daun sirsak segar sekali sehari selama tujuh hari. Tekanan darah diukur menggunakan sphygmomanometer digital, sebelum dan sesudah intervensi. Analisis menggunakan uji t berpasangan untuk tekanan darah sistolik yang terdistribusi normal dan uji Wilcoxon untuk tekanan darah diastolik yang tidak terdistribusi normal. Tekanan darah sistolik rata-rata menurun secara signifikan dari 166,22 ± 8,63 mmHg pada awal penelitian menjadi 154,13 ± 9,26 mmHg setelah intervensi (p < 0,001). Demikian pula, tekanan darah diastolik median menurun dari 94 mmHg (90–108) menjadi 88 mmHg (79–99) dengan perbedaan yang signifikan secara statistik (p < 0,001). Konsumsi rebusan daun sirsak setiap hari selama satu minggu dapat menurunkan tekanan darah pada pasien hipertensi. Kesimpulan: Rebusan daun sirsak efektif menurunkan tekanan darah sistolik dan diastolik pada lansia hipertensi
PENGARUH PEMBERIAN TEH BUNGA ROSELLA UNGU TERHADAP NILAI TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI DESA SRIMARTANI WILAYAH KERJA PUSKESMAS PIYUNGAN Ni Wayan Tiara Nilam Wasyuni; Antok Nurwidi Antara; Yuli Ernawati
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar Belakang: Hipertensi merupakan suatu keadaan yang sering muncul pada pelayanan kesehatan primer yang mempunyai tingkat morbiditas dan mortalitas yang tinggi diiringi dengan meningkatnya tekanan sistolik dan diastolik pada gagal jantung, stroke dan gagal ginjal. Adapun upaya yang dilakukan untuk mengobati dan menurunkan angka penderita hipertensi bisa dengan pemberian obat-obatan herbal yaitu dengan minuman teh bunga rosella ungu.   Tujuan Penelitian: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian teh bunga rosella ungu terhadap nilai tekanan darah pasien hipertensi.   Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain pra experimental dengan populasi dalam penelitian yaitu sebanyak 44 pasien usia produktif di Puskesmas Piyungan pada bulan Januari-Maret 2023. Teknik pengambilan sampel penelitian ini dengan purposive sampling sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi sehingga sampel yang didapatkan sebanyak 30 orang.   Hasil: Hasil Penelitian yang didapatkan yaitu dengan uji Wilcoxon Sign Rank Test, nilai tekanan darah sistolik didapatkan nilai Z= -4,315b dengan hasil nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar (p = 0,000) dan hasil nilai tekanan darah diastolik didapatkan nilai Z= -4,621b dengan hasil nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar (p = 0,000), maka Ha diterima.   Kesimpulan: Ada pengaruh pemberian teh bunga rosella ungu terhadap nilai tekanan darah sistolik dan diastolik pada pasien hipertensi di Desa Srimartani wilayah kerja Puskesmas Piyungan. 
DETERMINAN FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN MASALAHKESEHATAN JIWA MASYARAKAT Mufidahariani; Yuli Ernawati; Novi Istanti
The Shine Cahaya Dunia S-1 Keperawatan Vol. 10 No. 1 (2025): THE SHINE CAHAYA DUNIA S-1 KEPERAWATAN
Publisher : LPPM Universitas An Nuur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35720/

Abstract

 Latar belakang: Menurut Undang Undang No 18 tahun 2014 orang dengan masalah kejiwaan adalah orang yang mempunyai masalah fisik, mental, sosial, pertumbuhan dan perkembangan dan/atau kualitas hidup sehingga memiliki resiko mengalami gangguan jiwa. Faktor faktor yang berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa di masyarakat adalah usia, jenis kelamin, status perkawinan, pendidikan, penyakit kronis dan jenis pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dan mengetahui faktor yang paling berpengaruh terhadap masalah kesehatan jiwa masyarakat di Puskesmas Patuk 1.   Metode: Jenis penelitian ini adalah adalah kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Sampel dalam penelitian ini adalah data sekunder yang berjumlah 383 dengan teknik Startifed Random Sampling, dengan instrumen kuisener SRQ-29 dan dianalisis secara multivariat dengan regresi logistik   Hasil: Hasil penelitian di peroleh factor jenis kelamin (p=0,000), usia (p=0,000), status perkawinan (p=0,009), pendidikan (p=0,04), penyakit kronis (p=0,000), dan pekerjaan (p=0,005) secara simultan berhubungan dengan masalah kesehatan jiwa,   Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah faktor yang paling mempengaruhi masalah kesehatan jiwa masyarakat adalah penyakit kronis dengan hasil p value 0,000 dan OR 3,450 yang artinya mempengaruhi sebanyak 3,450 kali terhadap masalah kejiwaan