Henry Halym
Unknown Affiliation

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Asas moral dalam pembuatan perjanjian berdasarkan pasal 1338 ayat 1 KUHPerdata Henry Halym
JIAGANIS Vol 5, No 2 (2020): JIAGANIS
Publisher : STIA Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.556 KB)

Abstract

ketika moral dipadukan dengan hukum, maka tujuan hukum akan tergenapi dengan memberikan sifat humanis pada aturan-aturan yang dibuat dan diterapkan. Kehilangan jati diri manusia tidak akan berarti apa-apa kalau hukum tidak dapat berfungsi dengan baik untuk mencapai keadilan. Hanya dengan moral maka hukum akan diterima masyarakat tanpa ada pertentangan dalam pembuatan hukum tersebut, apalagi dalam pelaksanaannya. Oleh karena itu, hukum yang baik adalah hukum yang memiliki nilai-nilai. Bahkan dikatakan dalam filsafat hukum bahwa hukum adalah jaringan nilai-nilai. Nilai-nilai ini merupakan moral yang ada dalam setiap aturan perundang-undangan, tak terkecuali dalam setiap pembuatan perjanjian yang merupakan hukum bagi mereka yang membuatnya.
Asas pacta sunt servanda dalam pelaksanaan jaminan dalam pengadaan barang dan jasa Henry Halym
JIAGANIS Vol 4, No 1 (2019): JIAGANIS
Publisher : STIA Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (181.409 KB)

Abstract

Perjanjian mengikat bagi pihak yang membuatnya, adalah pernyataan asas yang lahir dari pemikiran hukum kodrat. Bahwa apa yang sesuai dengan kodrat manusia merupakan cerminan daripada pemikiran tentang apa yang baik dan apa yang buruk. Kalau menghormati perjanjian adalah suatu hal yang baik, maka ini merupakan bagian pelaksanaan kontrak yang lahir sebagai akibat asas pacta sunt servanda. Dan sebaliknya juga berlaku secara a contrario bahwa mengingkari perjanjian yang telah mereka buat adalah suatu bentuk yang berlawanan dengan kodrat alam atau bertentangan dengan hukum alam. Pelaksanaan jaminan dalam berkontrak adalah akibat dari penerapan asas pacta sunt servanda, sehingga perjanjian akan dapat diwujudkan oleh masing-masing pihak.
Asas keadilan dalam pasal 1343 KUH Perdata Henry Halym
JIAGANIS Vol 5, No 2 (2020): JIAGANIS
Publisher : STIA Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (172.9 KB)

Abstract

suatu perjanjian dengan perumusan kata-kata yang tidak jelas dan menimbulkan banyak penafsiran akan mengakibatkan ketidakpastian hukum, begitu juga dengan keadilan. Apa yang menjadi maksud para pihak tentunya dirumuskan dalam perjanjian yang mereka buat. Perumusan kata-kata yang menimbulkan banyak interprestasi itu hanya akan melahirkan hukum yang ambigu, bisa benar atau salah. Kalau salah dalam menafsirkan tentu akan mengakibatkan ketidakadilan diantara para pihak, bukankah hukum harus ditafsirkan agar memenuhi kepentingan para pihak. Untuk itulah maksud para pihak menjadi tolak ukur untuk menata kembali apa yang menjadi kata-kata dalam suatu persetujuan untuk diarahkan pada pemahaman bersama yang berkepastian hukum dan keadilan.