Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Ekstrak Daun Kecibeling (Strobilanthes crispa), Kayu Manis (Cinnamon), dan Kersen (Muntingia calabura) Terhadap Indeks Glikemik pada Pengolahan Beras Metode Pratanak Margono Margono; Louise Louise; Laila Zulhijah Choirudina; Ameilia Ayu Safitri; Fawnia Hanifah
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 5, No 1 (2021): Volume 5, No 1 July 2021
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v5i1.53229

Abstract

Abstrak. Diabetes melitus merupakan penyakit mematikan yang masuk dalam lima besar di Indonesia. Pola makan yang sehat dengan mengkonsumsi makanan rendah gula sangat dianjurkan untuk mencegah penyakit diabetes melitus. Beras sebagai sumber utama karbohidrat di Indonesia dikategorikan sebagai makanan dengan indeks glikemik tinggi. Penelitian ini merupakan eksperimen beras dengan indeks glikemik rendah yang layak dikonsumsi oleh penderita diabetes mellitus. Berbagai ekstrak digunakan dalam pembuatan beras indeks glikemik rendah seperti strobilanthes crispus, kayu manis, dan muntingia calabura. Beras direndam dengan ekstrak 1% selama 2 jam dan dilanjutkan pemasakan dalam autoklaf selama 15 menit dengan suhu 116°C. Beras kemudian dikeringkan dalam oven pada suhu 50°C selama 24 jam sebelum dimasak dalam rice cooker dan dapat dikonsumsi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beras strobilanthes crispus dan ekstrak kayu manis memiliki indeks glikemik yang lebih rendah dibandingkan beras biasa. Abstract. Diabetes mellitus is a top five deadly disease in Indonesia. A healthy diet with consuming low sugar index food is suggested to prevent diabetes mellitus. Rice as the main source of carbohydrate in Indonesia is categorized as food with a high glycemic index. This study is experimenting rice with a low glycemic index that suitable to be consumed by diabetes mellitus sufferer. Various extracts are used in the making of low glycemic index rice such as strobilanthes crispus, cinnamon, and muntingia calabura. The rice is marinated with 1% extract for 2 hours and continued to cook in an autoclave for 15 minutes with temperature 116°C. The rice then dried in an oven at 50°C for 24 hours before it cooked in a rice cooker and can be consumed. The result shows that strobilanthes crispus and cinnamon extract rice has lower glycemic index than common rice.
Pengaruh Fraksi Minyak dan Emulsifier serta Kecepatan Pengadukan terhadap Karakteristik Emulsi Minyak Biji Bunga Matahari (Helianthus annuus L.) dalam Air (M/A) Margono Margono; Eudia Novianty Putri; Evan Gumilar
Equilibrium Journal of Chemical Engineering Vol 6, No 2 (2022): Volume 6, No 2 December 2022
Publisher : Program studi Teknik Kimia UNS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/equilibrium.v6i2.64147

Abstract

ABSTRAK. Emulsi M/A basis krim minyak biji bunga matahari memiliki keunggulan menjaga kelembaban kulit, anti inflamasi, mudah diaplikasikan, tidak lengket, dan mudah dicuci dengan air. Formula memiliki peran penting dalam pembuatan basis krim karena formula yang tidak tepat menyebabkan perubahan sifat dan karakteristik yang drastis. Percobaan ini dipelajari untuk mengetahui pengaruh fraksi emulsifier, fraksi minyak biji bunga matahari, dan kecepatan pengadukan terhadap karakteristik basis krim. Karakteristik yang diamati adalah daya sebar, diameter globula, dan stabilitas basis krim. Basis krim dibuat dalam beberapa formula dan berbagai kecepatan pengadukan ketika fase minyak dituangkan ke dalam fase air secara bertahap. Suhu kerja dijaga antara 60-70 oC selama 30 menit saat pencampuran. Pengamatan daya sebar dan diameter globula dilakukan setiap 5 menit, sedangkan stabilitas hanya diamati pada akhir proses. Perlakuan terpilih berupa kecepatan pengadukan 2000 rpm pada pengemulsi 4% dan minyak biji bunga matahari 10% menghasilkan basis krim dengan daya sebar 7,1 + 0,68 cm dan diameter globula 12,7 + 1,62 µm. Semua formula dan kecepatan pengadukan menghasilkan basis krim M/A dengan stabilitas yang baik.Kata kunci: basis krim, emulsi M/A kecepatan pengadukan, minyak biji bunga matahari, emulsifierABSTRACT. The O/W emulsion of sunflower seed oil base cream has the advantage of maintaining skin moisture, anti-inflammatory, easy to apply, not sticky, and easily washed off with water. A Formula has an important role in a base cream manufacturing due to improper formula causing drastic changes in the properties and characteristics. These experiments were studied to investigate the effects of fraction of natural emulsifier, fraction of sunflower seed oil, and impeller speed on the base cream characteristics. The characteristics observed were spreadability, globule diameter, and stability of the base cream. The base cream was prepared in some formulas and various of impeller speeds when the oil phase was poured into the water phase gradually. The working temperature was kept between 60-70oC for 30 minutes of mixing. Observations of the spreadability and the globule diameter were conducted every 5 minutes, while the stability just observed at the end of process. The treatment of 2000 rpm of impeller speed on 4% of emulsifier and 10% of sunflower seed oil resulted in the base cream with spreadability of 7.1 + 0.68 cm and globule diameter of 12.7 + 1.62 µm, while all of the formulas and   impeller speeds resulted in O/W base cream having good stabilityKeywords: Base Cream, Impeller Speed, Natural Emulsifier, O/W emulsion, Sunflower Seed Oil