Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Faktor Fisik dan Biologi dengan Keluhan Sick Building Syndrome Endah Aryadni; Juanda Juanda; Imam Santoso
JURNAL KESEHATAN LINGKUNGAN: Jurnal dan Aplikasi Teknik Kesehatan Lingkungan Vol 15, No 2 (2018): Jurnal Kesehatan Lingkungan Volume 15 No. 2, Juli 2018
Publisher : Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kesehatan Lingkungan Banjarbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkl.v15i2.50

Abstract

Abstract: Physical And Biology Factor with Sick Building Syndrome Subjective Complaint. One of disturbance health phenomenalism that linked to air quality is Sick Building Syndrome (SBS). SBS is symptom collections whom felt by employeer in a work room that linked to duration of work and air quality. This research used explanatory research by cross sectional approachment. Total population used to sample collection that count of 44 respondents. Research variable for unimpeded variables were temperature, humidity, illumination, amount of air bacteria, age, work duration per day and year of work whereas impeded variable was Sick Building Syndrome subjective complaint. Technical of data collection were measuring, observation and quiz. Data analyze method used univariat analyze with descriptive, and bivariat analyze with spearman’s rho correlation. Outcome of research showed that there were no relation between temperature with p value 0,716 > 0,05, humidity with p value 0,818 > 0,05, illumination with p value 0,529 > 0,05 and amount of air bacteria with p value 0,759 > 0,05 to SBS subjective complaint in office work room of RRI Banjarmasin.
AKSI PEDULI KEMANUSIAN SERTA DEMONSTRASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN AIR BERSIH di MASYARAKAT TERDAMPAK Fatmi Indah Hati; Sri Anum Sari; Sulaiman Hamzani; Erminawati Erminawati; Syarifuddin A; Arifin Arifin; Juanda Juanda
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57337

Abstract

Banjir yang terjadi pada Januari–Februari 2026 di Desa Pinang Lama, Kecamatan Sungai Tabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan menyebabkan terganggunya akses masyarakat terhadap air bersih dan meningkatkan risiko penyakit berbasis lingkungan. Kondisi ini melatarbelakangi dilaksanakannya aksi kemanusiaan yang tidak hanya berfokus pada penyaluran bantuan, tetapi juga pemberdayaan masyarakat melalui teknologi pengolahan air bersih sederhana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk membantu pemenuhan kebutuhan dasar serta meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengolahan air bersih. Metode yang digunakan meliputi identifikasi kebutuhan masyarakat terdampak, penggalangan dan penyaluran bantuan, edukasi kesehatan lingkungan, serta demonstrasi teknologi pengolahan air melalui metode koagulasi menggunakan soda ash dan PAC serta filtrasi dengan pompa manual. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat mampu memahami dan mempraktikkan teknik pengolahan air sederhana, yang ditandai dengan penurunan kekeruhan air serta meningkatnya kesadaran akan pentingnya penggunaan air bersih. Selain itu, pendekatan berbasis komunitas dalam distribusi bantuan terbukti efektif dalam menjangkau masyarakat secara tepat sasaran. Kegiatan ini menunjukkan bahwa kombinasi aksi kemanusiaan, edukasi, dan teknologi tepat guna berperan penting dalam meningkatkan ketahanan masyarakat terhadap bencana serta berpotensi untuk diterapkan secara berkelanjutan di wilayah rawan banjir.