Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

PENGARUH PELATIHAN PLIOMETRIK DAN PELATIHAN BEBAN TERHADAP PENINGKATAN KEKUATAN DAN EXPLOSIVE POWER OTOT TUNGKAI Wahyu Hananingsih
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (653.668 KB) | DOI: 10.36312/jime.v1i2.14

Abstract

Kekuatan dan Explosive power otot tungkai merupakan komponen kondisi fisik yang diperlukan pada cabang olahraga bolavoli. Dalam permainan bolavoli pada saat melakukan smash dibutuhkan lompatan yang tinggi, agar bola dapat masuk dengan tepat, dimana smash merupakan kunci utama untuk mendapatkan nilai dalam setiap pertandingan. Oleh karena itu, jenis pelatihan yang ditujukan untuk meningkatkan kekuatan dan explosive power otot tungkai adalah pelatihan pliometrik dan pelatihan beban. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif menggunakan metode eksperimen dengan rancangan penelitian menggunakan matching-only design. Pemilihan sampel menggunakan teknik match subject design yaitu siswa yang mengikuti ekstrakurikuler bolavoli pembagian kelompoknya berdasarkan kemampuan menggunakan teknik ordinal pairing . Populasi dalam penelitian ini berjumlah 40 orang dan sampel yang paling tepat dalam penelitian ini tergantung ketelitian atau kesalahan yang dikehendaki, sehingga jumlah sampel adalah 36 orang yang diperoleh menggunakan rumus Isac dan Michael dengan taraf kesalahan 5% dan dibagai menjadi tiga kelompok, masing-masing kelompok berjumlah 12 orang. Perhitungan analisis data dengan program SPSS versi 17.0 menggunakan paired sampel test diperoleh hasil kelompok I dan II adalah nilai signifikansi yaitu sig. (0,000)< 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, berarti ada peningkatan kekuatan dan explosive power otot tungkai. Karena ada perbedaan peningkatan, maka dilanjutkan dengan analisis pos hock dengan LSD. Perbedaan peningkatan  tersebut mempunyai nilai sig. 0,030< 0,05 berarti H0 ditolak dan H1 diterima, sehingga ada perbedaan yang signifikan pada kedua kelompok pelatihan tersebut, tetapi jika dilihat dari nilai rata-rata pelatihan pliometrik lebih efektif dari pada pelatihan beban untuk peningkatan explosive power otot tungkai dengan nilai (4.16 cm dan 2.08 cm) dan pelatihan beban lebih efektif dari pada pelatihan pliometrik untuk peningkatan kekuatan otot tungkai dengan nilai (2.84 kg dan 1.92 kg).  Kesimpulan dari penelitian ini adalah pelatihan pliometrik dan pelatihan beban memiliki pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan kekuatan dan explosive power otot tungkai. Pelatihan pliometrik lebih efektif dari pada pelatihan beban dalam meningkatkan explosive power otot tungkai dan pelatihan beban lebih efektif dari pada pelatihan pliometrik dalam meningkatkan kekuatan otot tungkai.