Nashrurrahman Abdul Djalil
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Risiko Pembiayaan Murabahah Pada Baitul Maal Wat Tamwil (BMT) Nashrurrahman Abdul Djalil; Ammar Munir
Al-Azhar Journal of Islamic Economics VOLUME 1 NOMOR 1, JANUARI 2019
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (235.228 KB) | DOI: 10.37146/ajie.v1i1.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui praktik pembiayaan murabahah, risiko yang terkait dengan pembiayaan murabahah, dan cara mengatasi risiko yang terkait dengan pembiayaan bermasalah pada BMT di Makassar. Penelitian ini menggunakan desain kualitatif. Data penelitian ini diperoleh dari wawancara langsung dengan pihak-pihak terkait. Peneliti juga mengumpulkan dokumen-dokumen yang relevan dan mendukung pembahasan penelitian. Hasil penelitian menunjukkan praktik pembiayaan murabahah pada BMT di Makassar digunakan untuk pengadaan barang konsumsi maupun penambahan modal usaha (pembelian barang dagangan). Risiko yang dihadapi secara umum adalah kredit macet. Kredit macet dapat disebabkan oleh kebakaran atau penggusuran tempat usaha. Risiko lainnya yang dihadapi terkait dengan barang adalah rusak atau hilangnya barang yang sudah dibeli dalam masa angsuran. Risiko yang terkait dengan nasabah adalah nasabah yang berpindah tempat tanpa konfirmasi dengan pihak BMT, sakit, kematian atau karakter nasabah yang kurang baik. Risiko yang terkait pengelola BMT, yaitu tidak menyeleksi secara baik nasabah yang melakukan pembiayaan. Cara mengatasi risiko yang terkait pembiayaan bermasalah adalah dengan melakukan rescheduling, restructuring, dan eksekusi, yaitu dengan cara menjadwal ulang seluruh/sebagian kewajiban anggota, mengubah komposisi pembiayaan, menyita dan melelang barang jaminan untuk menutupi kewajiban anggota.
Pelaksanaan Sanra Galung Perspektif Ekonomi Islam Mardatillah Mardatillah; Zaenab Zaenab; Nashrurrahman Nashrurrahman; Husni Nasir
Al-Azhar Journal of Islamic Economics VOLUME 4 NOMOR 2, JULI 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Azhar Gowa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37146/ajie.v4i2.181

Abstract

This research was conducted to know: (1) the implementation of sanra galung by the rice farming community of Wadilmuqaddas hamlet, Lawatu Ea village, Kec. North Poleang, Kab. Bombana; (2) an Islamic economic review of the implementation of sanra galung by the rice farming community of Wadilmuqaddas hamlet, Lawatu Ea village, Kec. North Poelang, Kab. Bombana. This research is field research with a qualitative approach method, sourced from primary data and secondary data. The researcher acts as the main instrument in this research by collecting and assessing the quality of the data and the validity of the information obtained from the results of observations, interviews, and documentation activities. The data is processed based on analytical procedures that are natural settings with a phenomenological and sociological approach through three stages, namely data reduction, data display, and conclusions. The results of this study indicate that: (1) the implementation of sanra galung by the people of Wadilmuqaddas hamlet, Lawatu Ea village, North Poleang sub-district is carried out according to customs such as not involving witnesses, without a letter of agreement and the use of collateral by the massanra (debtor) which in the broad sense of the community has not to understand the provisions of Islamic law. (2) the implementation of sanra galung in the hamlet of Wadilmuqaddas based on an Islamic economic review is not by the law or Islamic economic principles.