Fathma Rachmawati Auwalani
Program Studi Kesehatan Masyarakat STIKes Surya Global Yogyakarta,Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

KEPEMIMPINAN, TATA KELOLA DAN SUMBER DAYA DALAM PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN HEALTHCARE ASSOCIATED INFECTIONS (HAIS) DI RUMAH SAKIT X YOGYAKARTA Fathma Rachmawati Auwalani; Totok Sundoro
TheJournalish: Social and Government Vol. 2 No. 2 (2021): June: Thejournalish
Publisher : CV The Journal Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55314/tsg.v2i2.90

Abstract

Kejadian phlebitis bulan Januari 2019 sebanyak 13%, September 2019 sebanyak 6%. Sedangkan Kepmenkes Nomor 29 Tahun 2008, standar kejadian HAIs di rumah sakit tidak boleh lebih dari 1.5%. Kepemimpinan, tata kelola dan sumber daya memiliki peran yang ade kuat untuk meningkatkan sistem keselamatan pasien yang telah di bentuk. Tujuan penelitian untuk mengetahui penyebab masih terjadinya HAIs dan upaya yang dilakukan untuk mencegah dan mengendalikan HAIs pada aspek kepemimpinan, tata kelola, dan sumber daya di rumah sakit menggunakan Standar Nasional Akreditasi Rumah Sakit Edisi 1. Penelitian kualitatif deskriptif studi kasus dengan subjek penelitian Direktur, Ketua Komite PPI, dan Staf yang diambil secara purposive sampling. Obyek penelitian adalah Kepemimpinan, Tata Kelola Dan Sumber Daya Dalam Pencegahan Dan Pengendalian Healthcare Associated Infections (HAIs) di rumah sakit dengan teknik uji keabsahannya melalui triangulasi. Pengumpulan data dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan metode reduksi data, penyajian data dan conclusion/verification. Terjadinya kasus HAIs di rumah sakit dikarenakan belum terlaksananya Program PPI dengan baik, budaya/kepatuhan cuci tangan petugas yang kurang, sosialisasi hasil investigasi/surveilans tentang kejadian HAIs dan upaya tindak lanjutnya masih belum optimal. Aspek kepemimpinan dan tata kelola rumah sakit dalam upaya pencegahan dan penanggulanagan HAIs secara keseluruhan belum terpenuhi dengan baik. Rumah sakit telah membentuk Komite Pencegahan dan Penanggulangan Infeksi (PPI), ada petugas Prevention Control Nurse (IPCN) dengan ketugasan pokok dan fungsinya, namun pelaksanaan program PPI belum dilaksanakan laporan hasil supervisi belum disosialisasikan secara optimal hanya dalam bentuk informasi yang disampaikan melalui papan informasi/papan pengumuman.