Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis sistem bagi hasil muzara’ah dan Mukhabarah pada usahatani padi dan implikasinya terhadap kesejahteraan keluarga petani penggarap dan pemilik lahan di Kecamatan Praya Timur Abdul Mutallib
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 1, No 2 (2015): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (405.285 KB) | DOI: 10.36312/jime.v1i2.236

Abstract

The purpose of this study is to investigate the implementation of the profit sharing system muzara’ah and mukhabarah on rice farming activity in terms of Islami persefektive and its implication toward the walfare of families of the sharecroppers and landowners in the district of East Praya Central Lombok. This is qualitative research whos primary data were  obtained by  direct  observation and  interviews while  the  secondary data  were obtained from the sub-district office in East Praya and institution assosiated with agriculture and other source.Analysis of the qualitative data was conduted inductively; a specific case or symptomis analysed and, later on, a more general conclusion are withdrawn.The  results  summarizes  the  implementation of  the  profit  sharing  system  of muzara’ah and mukhabarah on rice farming activity in East Praya district as follows: conceptually, the prsctice of nyakap in East Praya basically the same with the concept of Muzara’ah and Mukhabarah in Islam. The contract is simply oral. There are two kind of costs, namely, the overall cost of landowners (Muzara’ah) and the cost borne by thesharecroppers  (Mukhabarah).  Profit  sharing  is  carried  out  by  reducing  the  cost  inadvance. The allocation of these sharing for sharecroppers family is still for daily consumptiononly while for landowners, the allocation is more for future saving. In terms of walfare measurement, sharecroppers can only fulfill their basic needs while the owner of the land can do more to satisfy their living needs
IMPLIKASI GADAI SYARI’AH TERHADAP KESEJAHTERAAN MASYARAKAT KOTA PRAYA (Studi Kasus di Pegadaian Syari’ah Cabang Praya) Abdul Mutallib
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 2, No 2 (2016): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (520.911 KB) | DOI: 10.36312/jime.v2i2.244

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui prosedur pelaksanaan Gadai Syari’ah di Pegadaian Syari’ah Cabang Praya, dan untuk mengetahui sejauh mana efektifitas Pegadaian Syari’ah Cabang Praya  dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat kota Praya. Metode     yang   digunakan    adalah  metode penelitian   kualitatif.   Data   yang   digunakan   adalah   data   primer   dan   data   sekunder. Data primer    diperoleh   dengan    cara  pengamatan      langsung    di  lapangan   dan  melakukan wawancara   langsung     yang   terkait   dengan   permasalahan   yang   diteliti.   Data   sekunder diperoleh   dari  kantor   pegadaian syari’ah di Kota Praya, dan sumber-sumber lainnya. Analisis data yang digunakan adalah  karena penelitian ini bersifat kualitatif, maka metode analisa yang digunakan adalah analisa induktif yaitu analisa data yang berangkat dari   gejala   atau   peristiwa   yang   bersifat   khusus   kemudian   mengambil   kesimpulan   yang bersifat umum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik Pegadaian Syari’ah Cabang Praya sudah sesuai dengan prinsip-prinsip gadai syari’ah yang diterapkan oleh Qur’an dan Hadis. Yaitu tidak adanya paraktik bunga yang diterapkan oleh Pegadaian Syari’ah Cabang Praya. Dampak yang ditimbulkan oleh praktik Pegadaian Syari’ah bagi kehidupan perekonomian masyarakat kota Praya dapat dikategorikan menjadi dua, yaitu,dampak positif dan dampak negative. Dampak positifnya adalah bagi masyarakat yang menjadikan barangnya sebagai marhun di Pegadaian Syari’ah Cab. Praya dengan tujuan sebagai modal pengembangan usaha bagi masyarakat ekonomi menengah kebawah. Sedangkan dampak negatifnya adalah bagi masyarakat yang menjadikan barangnya sebagai marhun dengan tujuan untuk pemenuhan kebutuhan komsumsi semata