Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MANAJEMEN BIMBINGAN KONSELING DI SMP NEGERI SATU BATANG KUIS DELI SERDANG Dalmi Iskandar Sultani
JURNAL PENELITIAN PENDIDIKAN SOSIAL HUMANIORA Vol. 2 No. 2 (2017): JP2SH
Publisher : LP2M Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (48.923 KB) | DOI: 10.32696/jp2sh.v2i2.65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengungkapkan manajemen bimbingan konseling diSMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang meliputi perencanaan, pengorganisasian,pelaksanaan, dan pengawasan. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif denganpengumpulan data menggunakan metode observasi, wawancara, dan studi dokumentasi.Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri. Analisis data dilakukan melaluipengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Adapun subjekdalam penelitian ini merupakan anggota struktural bimbingan konseling sekolah SMPNegeri 1 Batang Kuis Deli Serdang dan subjek pendukung Tiga orang guru wali kelasdan Enam orang siswa-siswi SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang. Hasil penelitianmenunjukan bahwa perencanaan dimulai dengan penyusunan program layananbimbingan konseling yaitu RPP/RPL, program tahunan, semester, bulan, dan harian.Pengorganisasian bimbingan konseling di SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdang inimelibatkan semua pihak yaitu kepala sekolah, Pks kesiswaan, wali kelas, guru matapelajaran, dan siswa. Proses pengorganisasian meliputi penyusunan tugas, pembentukandan pelaksanaan bimbingan konseling ditentukan oleh koordinator dan guru bimbingankonseling. Pelaksanaan bimbingan konseling di SMP Negeri 1 Batang Kuis Deli Serdangdilakukan dengan mengacu pada program yang disusun pada awal tahun sertapemberian layanan dilakukan sesuai dengan kebutuhan peserta didik yang semata-matadilakukan untuk membantu peserta didik. Pengawasan bimbingan konseling di SMPNegeri 1 Batang Kuis Deli Serdang dilakukan setiap hari dengan mengawasi setiapprogram yang dilaksanakan, kemudian dilakukan evaluasi setiap dua minggu sekaliuntuk mengetahui bagaimana efektifitas penyelenggaraan layanan bimbingan konselingyang telah dilaksanakan.