Rizki Pangihutan Sihaloho
Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

HUBUNGAN ANTARA SELF AWARENESS DENGAN DEINDIVIDUASI PADA MAHASISWA PELAKU HATE SPEECH Rizki Pangihutan Sihaloho
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 5, No 2 (2019): Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (862.747 KB) | DOI: 10.36312/jime.v5i2.795

Abstract

Tujuan penelitian ini Untuk mengetahui hubungan negatif antara self awareness dengan deindividuasi pada mahasiswa pelaku hate speech. Berdasarkan uraian yang telah disampaikan diatas, penulis merasa bahwa tinggi rendahnya kesadaran diri dalam diri individu sangatlah berpengaruh dalam tingkat deindividuasi yang dialami. Seperti yang dikatakan oleh Diener (dalam Li, 2010) yang mendefinisikan deindividuasi sebagai proses psikologis dimana kesadaran diri (self-awareness) berkurang. Menurutnya, proses deindividuasi dapat terjadi apabila seseorang mampu menjauhkan diri dari “self-regulation” dan “self-awareness” yang melekat pada identitasnya sendiri, dimana dalam hal ini fokus dan perhatian hanya diprioritaskan kepada identitas kelompok. Fenomena deindividuasi menurut Diener merupakan proses internal dan cenderung dipengaruhi oleh faktor situasional, internal, dan perilaku kelompok.  Sejalan dengan yang dikatakan oleh Reicher (1995) mengenai faktor-faktor penyebab terjadinya deindividuasi yaitu hilangnya identitas (self- awareness dan self regulation).