Arina Hukmu Adila
Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Sociological Aspects of Judges in Granting Applications for Marriage Dispensation (Study of Determination Number: 0038/Pdt.P/2014/PA.Pt) Arina Hukmu Adila
Walisongo Law Review (Walrev) Vol 2, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21580/walrev.2020.2.2.6850

Abstract

Many children have a pregnancy out of wedlock. Many factors make the parents marry off their underage children who are pregnant out of wedlock, by applying for matrimonial dispensation to the Religious Courts. Law Number 1 Year 1974 on Marriage has set a minimum age limit for men and women to marry with age and psychological maturity considerations, for the realization of the purpose of the marriage. This study uses a juridical-empirical method, which will see the Religious Courts as the authorized institution, having particular considerations in granting marriage dispensation applications in order to fulfill the rights of the people and to preserve the order of life in the community.[]Banyak terjadi anak-anak mengalami kehamilan di luar nikah akibat dari pergaulan yang terlalu bebas antara laki-laki dan perempuan. Banyak faktor yang membuat orang tua menikahkan anaknya yang masih di bawah umur yang hamil di luar nikah, yakni dengan mengajukan permohonan dispensasi kawin ke Pengadilan Agama. Undang-undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan telah menentukan batas usia minimum bagi laki-laki dan perempuan untuk menikah dengan pertimbangan kematangan usia dan psikologis, demi terwujudnya tujuan pernikahan tersebut. Penelitian ini menggunakan metode yuridis-empiris, yang akan melihat Pengadilan Agama sebagai lembaga yang  berwenang, memiliki pertimbangan-pertimbangan tertentu dalam mengabulkan permohonan dispensasi kawin dengan tujuan untuk memenuhi hak-hak masyarakat.
Keadaan Angkatan Kerja dan Kaitannya dengan Upaya Pembangunan Ekonomi Nasional: Analisis Data Sakernas 2024 Arina Hukmu Adila
EKOMA : Jurnal Ekonomi, Manajemen, Akuntansi Vol. 3 No. 5: Juli 2024
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/ekoma.v3i5.4641

Abstract

Angkatan Kerja merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur Kesehatan ekonomi suatu negara. Populasi yang besar berbanding lurus dengan jumlah angkatan kerjanya. Semakin berkualitas angkatan kerja, maka lapangan pekerjaan akan diisi dengan sumber daya manusia yang kompeten dan kompetitif, yang nantinya akan berpengaruh pula pada peningkatan produktivitas dari sebuah usaha. Artikel ini mencoba menganalisis data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) yang diselenggarakan Badan Pusat Statistik pada bulan Februari tahun 2024. Keadaan angkatan kerja sebagaimana tertuang didalam survei tersebut dalam menjadi tolok ukur dalam menentukan arah kebijakan nasional termasuk dengan upaya pembangunan ekonomi nasional. Artikel ini juga menyajikan mengenai profil angkatan kerja per Februari 2024, tantangan yang dihadapi angkatan kerja, upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas angkatan kerja, peran sektor swasta, dan implikasinya terhadap pembangunan ekonomi