Pratanti Haksiwi Putri
Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi (BALITKABI), Malang, Jawa Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

KERAGAAN HASIL DAN KOMPONEN HASIL BEBERAPA VARIETAS KEDELAI PADA LINGKUNGAN GENANGAN Rina Artari; Pratanti Haksiwi Putri; Heru Kuswantoro
Konservasi Hayati Vol 17, No 2 (2021): OKTOBER
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i2.16969

Abstract

Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui keragaan hasil dan komponen hasil dari beberapa varietas  kedelai  terhadap  lingkungan genangan.  Penelitian  di  lakukan  di  Rumah  Kasa Balitkabi pada bulan Februari-Mei 2017. Rancangan percobaan yang digunakan adalah rancangan acak kelompok faktorial terdiri dari dua faktor dan empat kali ulangan. Faktor pertama yaitu perlakuan lingkungan tanpa genangan (L1) dan lingkungan genangan (L2).  Faktor ke dua adalah varietas kedelai. Varietas yang digunakan dalam penelitian adalah 3 varietas kedelai (Grobogan, Demas 1, dan Dega 1). Pada perlakuan tanpa genangan (L1), tanaman di tanam dalam ember ditanam pada kondisi normal (tidak digenangi). Pada perlakuan genangan (L2), polibag yang telah diiisi tanah dimasukkan ke dalam bak kayu yang telah dilapisi plastik dan ditambahkan air.  Perlakuan genangan dilakukan setelah tanaman berumur 21 hst, bak kayu diisi air sampai ketinggian 5 cm dari permukaan tanah dalam polibag (tanaman dalam keadaan tergenang). Pupuk yang digunakan dalam penelitian adalah pupuk Phonska (N 15%, P2O5  15%, K2O 15%) dengan dosis 1,5 g/polibag atau setara 250  kg/ha  yang  diaplikasikan  saat  tanam.  Pengamatan  dilakukan  terhadap  karakter polong isi per tanaman, jumlah biji pertanaman, bobot biji per tanaman, tinggi tanaman, bobot segar dan bobot kering tajuk, bobot segar dan bobot kering akar serta indeks klorofil. Perlakuan genangan mengakibatkan penurunan komponen hasil dan hasil kedelai sebanyak ± 85% dibandingkan dengan lingkungan tanpa genangan dan perlakuan genangan meningkatkan bobot akar sebanyak ±60%  dibandingkan perlakuan tanpa genangan. Varietas Grobogan dan Dega 1 menghasilkan bobot biji pertanaman  ±95%   yang lebih tinggi dibandingkan pada lingkungan genangan.
Fenotipik varietas kedelai pada jarak tanam berbeda yang ditumpangsarikan dengan tanaman jagung Suyamto Suyamto; Gatut Wahyu Anggoro Susanto; Pratanti Haksiwi Putri

Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Yudharta Pasuruan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (365.574 KB) | DOI: 10.35891/agx.v12i1.2159

Abstract

The dual system planting aims to utilize existing resources so that they can be more efficient. The research design used separate plots repeated three times. The main plot consisted of soybean spacing of 40 cm x 10 cm (1 plant per hole) (JT-1), 40 cm x 15 cm (2 plants per hole) (JT-2) and 40 cm x 20 cm (2 plants per hole). Lubang) (JT-3), a subplot consisting of 11 varieties of soybeans. Soybeans were planted in 3 rows along 5 m which were intercropped with maize varieties Lamuru (120-50 cm) x 20 cm, (1 plant/hole) at IP2TP Muneng, Probolinggo Regency, East Java in MK II 2018. The results showed that the varieties "Dena 1" and "Deja 1" matched the intercropping pattern with maize, which were able to achieve seed productivity of 2.17 t/ha and 2.13 t/ha, respectively. Argomulyo and Anjasmoro varieties in JT-1, Deja 1 on JT-2, and Deja 2 on JT-3 were able to achieve seed productivity of up to 2.0 t / ha. The phenotypic weight of seeds per plant and the number of filled pods were two components that contributed greatly to the increase in seed productivity. Dena 1 varieties correspond to JT1 and JT-2 treatments, while Deja 1 varieties correspond to JT-3 treatments. The phenotypic weight of 100 seeds, plant height, and the number of branches contributed little to the increase in seed productivity.