Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMODELAN PROBABILITAS SEBARAN HABITAT UNTUK MENETUKAN KAWASAN PRIORITAS KONSERVASI BURUNG RANGKONG GADING (Rhinoplax vigil) DI GEOPARK SILOKEK, KABUPATEN SIJUNJUNG Rizki Atthoriq Hidayat; Natasyah Febriani
Konservasi Hayati Vol 17, No 1 (2021): APRIL
Publisher : Universitas Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33369/hayati.v17i1.14673

Abstract

Rangkong gading merupakan jenis satwa yang dilindungi di Indonesia berdasarkan Undang-Undang No. 5 Tahun 1990 tentang konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya dan Peraturan Pemerintah No7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa. Habitat rangkong gading tersebar di lima wilayah negara, yaitu Myanmar, Thailand, Malaysia (semenanjung Malaysia dan Serawak), Brunei, dan Indonesia (Sumatera dan Kalimantan). Kawasan Geopark Silokek, Kabupaten Sijunjung, Sumatera Barat merupakan salah satu wilayah yang teridentifikasi sebagai habitat rangkong gading. Selain bentuk fisiknya yang unik, satwa ini memiliki fungsi ekologis sebagai pemancar biji di dalam hutan. Pemanfaatan Teknologi Penginderaan Jauh (PJ) dan Sistem Informasi Geografis (SIG) sangat dibutuhkan untuk menindetifikasi persebaran habitat rangkong gading dalam penelitian ini. Data yang digunakan adalah citra Landsat OLI 8 dan data geospasial terkait Geopark Silokek. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan Kawasan prioritas konservasi Rangkong gading di kawasan Geopark Silokek. Dengan menggunakan algoritma MaxEnt (maximum entropy) berdasarkan titik satwa, maka dapat diprediksi probabilitas persebaran habitat rangkong di kawasan Geopark Silokek. Berdasarkan hasil penelitian, wilayah yang potensial untuk konservasi rangkong di kawasan Geopark Silokek terdapat di Kawasan perbukitan hutan lindung bagian utara dan timur laut. Parameter yang paling berpengaruh dalam pemodelan ini yaitu jarak dari sungai, lereng, dan penggunaan lahan.
Pemodelan Sebaran Habitat Dugong Dugon Kawasan Pesisir Pulau Bintan Kepulauan Riau, Indonesia Zaki Mubarok; Rizki Atthoriq Hidayat; Ahyuni Ahyuni; Luhur Moekti Prayogo; Hendra Saputra
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 1 (2022): El-Jughrafiyah : February, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (563.527 KB) | DOI: 10.24014/jej.v2i1.16281

Abstract

Dugong adalah mamalia laut milik Sirenia dengan nama ilmiah Dugong Dugon atau sering juga disebut sebagai sapi laut yang berstatus hukum sebagai hewan yang dilindungi di Indonesia. Di Pulau Bintan kasus penemuan duyung sering terjadi. Kondisi ekosistem perairan dengan hamparan vegetasi lamun mendukung kelangsungan hidup mamalia herbivora seperti Dugong. Tujuan dari penelitian ini adalah melakukan pemodelan spasial untuk mengetahui sebaran habitat duyung dengan menggunakan beberapa variabel lingkungan yang terjadi di ekosistem laut yang menjadi indikator penilaian penunjang keberlangsungan hidup dugong. Metode yang digunakan adalah analisis spasial raster untuk perancangan variabel lingkungan yang meliputi naturalized Euclidean distance, dan Maximum Entropy. Berdasarkan hasil kajian, wilayah yang berpotensi untuk sebaran habitat dugong di beberapa perairan Pulau Bintan yaitu Desa Berakit, Gunung Kijang, Kawal, dan Malang Temu. Parameter yang paling berpengaruh dalam pemodelan sebaran potensi habitat dugoong ini adalah padang lamun, jarak dari sungai, dan kedalaman laut. Habitat yang sangat mendukung kehidupan duyung ini didominasi oleh vegetasi tutupan rumput laut yang merupakan sumber makanan utama duyung.
Klasifikasi Citra Satelit dengan Metode Random Forest Untuk Observasi Dinamika Landskap Ekosistem Kabupaten Sijunjung Natasyah Febriani; Silvia Yunidar; Rizki Atthoriq Hidayat; Giant Amor; Popy Indrayani
EL-JUGHRAFIYAH Vol 2, No 2 (2022): El-Jughrafiyah : August, 2022
Publisher : Universitas Islam Negeri Sultan Syarif Kasim Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24014/jej.v2i2.18730

Abstract

Lanskap adalah sebuah area heterogen yang terbentuk dari berbagai tipe ekosistem yang saling berinteraksi. Aktifitas antropogenik akan berdampak langsung ataupun tidak langsung terhadap perubahan struktur landskap ini didorong dari perubahan penutup lahan. Adapaun tujuan dari penelitian ini adalah untuk melakukan identifikasi perubahan struktur landskap pada Kabupaten Sijunjung. Metode penelitian ini dilakukan dengan analisis data sekunder yaitu citra satelit Landsat melalui Google Earth Engine, dengan menerapkan algoritma klasifikasi random forest. Hasil penelitian ini ditemukan ditemukan kecenderungan perubahan pemanfaatan lahan pada Kabupaten Sinjunjung terjadi pada spot spot kawasan permukiman, dan perubahan ini berdampak langsung kepada perubahan struktur landskap diantaranya pergeseran pada kawasan transisi atau edge hutan, dan penyusutan luasan lanskap alami. Pertama kita mulai dengan perubahan luasan hutan, pada tahun 2013 pada angka 85.9% ,85.8% di 2017, dan 84.4% pada tahun 2021. Kemudian pertanian sawah 3.9 % di 2013, 3.8% di 2017, 3.9% pada tahun 2021. Perkebunan campuran 2.3% ada 2013 dan 2017 dan meningkat menjadi 2.6% di 2021, sedangkan perkebunan stabil pada angka 6.5% pada tahun 2013, 2017 dan 2021 meningkat pada angka 2.6%. Perubahan ini menyebabkan terjadinya perubahan pada struktur lanskap terutama pada edge hutan yang semakin berkurang akibat perubahan luasan dari hutan tersebut.