ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui subjective well -being anggota komunitas vespa aliran ekstrem di Surabaya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Teknik pengambilan sampel yaitu purposive sampling, dengan metode pengumpulan data wawancara semi terstruktur. Teknik analisa data Milles dan Huberman. Triangulasi sumber dan triangulasi waktu sebagai uji keabsahan data.Informan berjumlah 3 orang (SB, ZA, PS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa anggota komunitas vespa aliran ekstrem menunjukkan adanya subjective well being. Dengan berdasarkan pada beberapa komponen yaitu pertama, komponen kognitif menunjukkan bahwa anggota komunitas berfikir dengan bergabung di komunitas vespa akan memiliki banyak teman sehingga dapat mengembangkan diri dan dapat membangun hubungan baik dengan masyarakat, baik sesama anggota komunitas vespa maupun komunitas motor lain, lebih optimis menjalani hidup. Kedua, komponen afeksi positif menunjukkan perasaan bahagia, senang bergabung dan melakukan aktivitas di komunitas vespa karena disamping dapat menyalurkan bakat memodifikasi vespa, juga banyak teman, menumbuhkan kepekaan interpersonal seperti perhatian terhadap orang lain, saling menolong, bangga sebagai bagian dari komunitas vespa, memiliki solidaritas tinggi. Ketiga, komponen ketiadaan afeksi negatif menunjukkan tidak ada kondisi yang dirasakan berat, tidak memiliki konflik sesama anggota komunitas vespa dan komunitas motor lain, menanggapi stigma negative dengan tetap positif dalam sikap dan perilaku.