Onny Fransinata Anggara
Universitas Trunojoyo Madura

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

RESILIENSI ANAK JALANAN TERHADAP PENGGUNAAN NARKOBA Onny Fransinata Anggara
Personifikasi: Jurnal Ilmu Psikologi Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Universitas Trunojoyo Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (289.662 KB) | DOI: 10.21107/personifikasi.v9i1.6760

Abstract

Anak jalanan atau sering disingkat anjal adalah sebuah istilah umum yang mengacu pada anak-anak yang mempunyai kegiatan ekonomi di jalanan, namun masih memiliki hubungan dengan keluarganya. Umumnya mengalami tekanan hidup dan tindak kekerasan di jalan, sebagai bentuk pelarian dari permasalahan hidup yang mereka alami adalah dengan menggunakan narkoba. Tapi tidak semua anak jalanan melakukan perilaku negatif tersebut, meskipun mereka mengalami tekanan dan permasalahan yang sama. Kemampuan anak jalanan untuk tetap berdiri teguh di tengah-tengah banyaknya kesulitan yang dihadapinya disebut dengan resiliensi. Resiliensi adalah kemampuan individu untuk dapat beradaptasi dengan baik meskipun dihadapkan dengan keadaan yang sulit. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan Fenomenologi. Subjek dalam penelitian ini adalah 4 anak jalanan, yaitu 2 anak berkriteria belum pernah menggunakan narkoba dan 2 anak mantan pecandu narkoba. Teknik pengumpulan data adalah Observasi Non-Partisipan, Wawancara Mendalam dan FGD. Teknik analisa menggunakan model Miles dan Huberman. Validitas menggunakan uji Kredibilitas, Transferabilitas, Dependabilitas, dan Confirmabilitas. Berdasarkan hasil penelitian, diketahui aspek dan sumber resiliensi yang terbentuk membuat responden tidak mendekati perilaku destruktif yaitu penggunaan narkoba. Penggunaan narkoba yang adiktif disebabkan untuk menghilangkan rasa sakit akibat efek dari narkoba itu sendiri. Resiliensi yang terbentuk berdasarkan regulasi emosi, optimis, impuls control, causal analysis, empati, self efficacy dan reaching out, membuat minoritas anak jalanan mampu untuk selalu merespon positif terhadap setiap kesengsaraan yang mereka alami.