Ratih Frayunita Sari
Badan Narkotika Nasional RI Jakarta

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Menilik Aplikasi Qlue Jakarta Smart City: Dinamika Transformasi Khalayak dalam Perspektif Ruang Publik Ratih Frayunita Sari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 22 No 2 (2018): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1290.941 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v22i2.85

Abstract

New media brings its own challenges to the concept of audiences and penetrates the immersion membrane of sociographic and psychographic audiences that were previously fenced off by constraints on conventional media. Technological developments also utilized by the government of DKI Jakarta by adopting Jakarta Smart City Concept by launching Qlue as a social media application. This paper will discuss Qlue as an interactive social media application and elaborate on how the acceleration of Qlue changes the interactivity of the public and becomes a public sphere for the citizens of DKI Jakarta, furthermore how the tendency of the dynamics of the implementation of Qlue. First, this paper will explain the development and mobile internet that dominates in Indonesia. Second, how approach of Media Ecology Theory sees the presence of Qlue affecting everyday human life. Third Qlue offers as a new social media for the citizens of DKI so as to change the characteristics, dimensions of the audience, and information flows. In the fourth section it will explain the Qlue as the approach of public space perspective and the fifth will highlight the dynamics of Qlue versus cultural lag potential in society. However there are still many factors affecting the implementation of Qlue, because society towards smart city which must be smart society. Keywords: new media, Qlue, smart city,media convergence, public sphere, cultural lag ABSTRAK Media baru membawa tantangan tersendiri pada konsep audiensi dan menembus membran imersi penonton sosiografi dan psikografis yang sebelumnya dipagari oleh kendala pada media konvensional. Perkembangan teknologi juga dimanfaatkan oleh pemerintah DKI Jakarta dengan mengadopsi Jakarta Smart City Concept dengan meluncurkan Qlue sebagai aplikasi media sosial. Penelitian ini akan membahas Qlue sebagai aplikasi sosial media interaktif dan menguraikan tentang bagaimana percepatan Qlue mengubah interaktivitas publik dan menjadi ruang publik bagi warga DKI Jakarta, lebih jauh bagaimana kecenderungan dinamika pelaksanaan Qlue. Pertama, tulisan ini akan menjelaskan perkembangan dan mobile internet yang mendominasi di Indonesia. Kedua, bagaimana pendekatan Teori Ekologi Media melihat keberadaan Qlue mempengaruhi kehidupan manusia sehari-hari. Qlue Ketiga menawarkan sebagai media sosial baru bagi warga DKI sehingga dapat mengubah karakteristik, dimensi audiens, dan arus informasi. Pada bagian keempat ini akan menjelaskan Qlue sebagai pendekatan perspektif ruang publik dan kelima akan menyoroti dinamika Qlue versus potensi ketertinggalan budaya dalam masyarakat. Namun masih banyak faktor yang mempengaruhi pelaksanaan Qlue, karena masyarakat menuju kota pintar yang harus cerdas masyarakat Kata Kunci: media baru, qlue, smart city, konvergensi media, ruang publik, ketertinggalan budaya
Menyoal Kebablasan Berpendapat: Malfungsi Media Sosial Sebagai Panggung Produsage Konten Negatif Ratih Frayunita Sari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 1 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (290.586 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i1.86

Abstract

The existence of producer productivity practices becomes the dominant thing today, where people freely consume and distribute messages and tendencies that lead to "overload" of opinion. The purpose of this paper is argue that the development of social media in the digital age is not yet fully accompanied by media literacy and sharoening of regulation freedom of speech offered in public space shifts into negative content space. The research method using qualitative with literature review approach. The research result shows five important point, there are, a view of the development of mobile internet and social media that dominate as a trigger of freedom of opinion in Indonesia, the ecology media theory capture the dynamics of freedom of expression, the exaggeration of opinion as a producer of content malfunctions, the polemic varies models of freedom of expression from time to time vs Information and ElectronicTransaction Law and role of the country to contain negative content and media literacy movements.Keywords: freedom of speech, new media, social media, ecology media theory, produsage, negatif content, media literacy, regulation, government. ABSTRAKAdanya praktik produktivitas produsen menjadi hal yang dominan saat ini, di mana orang bebas mengkonsumsi dan mendistribusikan pesan dan kecenderungan yang mengarah pada luapan pendapat. Tujuan dari penelitian ini adalah berpendapat bahwa perkembangan media sosial di era digital belum sepenuhnya dibarengi dengan literasi media dan penyimpangan regulasi kebebasan berbicara yang ditawarkan di ruang publik bergeser ke ruang konten negatif. Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka. Hasil penelitian ini menunjukan ada lima poin penting, yaitu, pandangan tentang perkembangan internet seluler dan media sosial yang mendominasi sebagai pemicu kebebasan berpendapat di Indonesia, media ekologi menangkap dinamika kebebasan berekspresi, pembesar-besaran pendapat sebagai produsen kerusakan konten, polemik bervariasi model kebebasan berekspresi, dan posisi serta peran negara untuk memuat konten negatif dan gerakan literasi media.Kata kunci: kebebasan berpendapat, media sosial, teori ekologi media, konten negatif, literasi media, regulasi, pemerintah.
Seluk- Beluk Corporate Ethics Pada PT. Alpen Food Industry: Eksploitasi Pekerja Dibalik 'Kenikmatan' Es Krim Aice Ratih Frayunita Sari
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 23 No 2 (2019): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (286.174 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v23i2.94

Abstract

In conducting its business, the corporation stands in corporate ethics and involves many things are about human rights, labor standards or workers, and relationships with the corporate environment. Ideally corporate ethics also puts workers as one form of social responsibility to represent a healthy or not as a company. PT Alpen Food Industry (AFI), a subsidiary of Aice Group Holdings Pte.Ltd Singapore produces Aice ice cream. The company ran into many aspects of ethical and legal (the laws) violations. This paper will discuss ethical violations in the business practices of PT Alpen Food Industry and elaborate on the importance of corporate ethics as a business fence. Furthermore, this paper will be classified in several sub-discussions. First, the ethical dimension approach (ethical behavior) in the corporation. Second, the dynamics in corporate ethics and public relations PT Alpen Food Industry. Third, the unethical business practices of PT Alpen Food Industry. Fourth, provide recommendations on the importance of government regulatory sharpening involved in the business practices of PT Alpen Food Industry to encourage corporate ethics in accordance with the laws and ethical standards of corporate ethics.Keywords: corporate ethics, the laws, labor, industry, regulation ABSTRAKDalam menjalankan bisnisnya, perusahaan terikat dalam etika perusahaan dan melibatkan hal mengenai hak asasi manusia, standar tenaga kerja, dan hubungan dengan lingkungan perusahaan. Idealnya etika perusahaan juga menempatkan pekerja sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. PT Alpen Food Industry (AFI), anak perusahaan Aice Group Holdings Pte.Ltd Singapura memproduksi es krim Aice mengalami beberapa aspek pelanggaran etika dan hukum (hukum) terutama dalam hal tenaga kerja. Makalah ini akan membahas pelanggaran etika dalam praktik bisnis PT Alpen Food Industry dan menguraikan pentingnya etika perusahaan sebagai pagar bisnis. Selanjutnya, makalah ini akan diklasifikasikan dalam beberapa sub-diskusi. Pertama, pendekatan dimensi etis (perilaku etis) dalam perusahaan. Kedua, dinamika etika perusahaan dan hubungan masyarakat PT Alpen Food Industry. Ketiga, praktik bisnis yang tidak etis dari PT Alpen Food Industry. Keempat, memberikan rekomendasi tentang pentingnya penajaman peraturan pemerintah yang terlibat dalam praktik bisnis PT Alpen Food Industry untuk mendorong etika perusahaan sesuai dengan hukum dan standar etika etika perusahaan.Kata kunci: etika perusahaan, hukum, ketenagakerjaan, industri, regulasi