Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Eksistensi Media Tradisional Pakkacaping Sebagai Media Penyampaian Informasi Publik di Kota Parepare Rukman Pala
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 24 No 1 (2020): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.321 KB) | DOI: 10.46426/jp2kp.v24i1.117

Abstract

Pakkacaping traditional media in society is displaced by the development of digital media. This study aims to determine the existence, the role of the community as a medium for delivering public information. This research is a qualitative research which uses interview and observation as tools to collect the data. The results of this research show that the existence of the traditional media is now only accepted by limited certain communities, namely generations over 40 years and over. While among millennial generations it is still unpopular and difficult to develop. The role of the community in the development of traditional medals can be seen in the appearance of Pakkacaping's cultural arts at traditional parties which are only held at certain events. The role of the government is still quite good. It can be seen from the existence of coaching in the form of giving ample spaces to art galleries to open trainings for the community. Although from a financial perspective, the government has not provided full support since this is not yet a government priority. Keywords: tradisional media, pakkacaping, media public information ABSTRAK Media tradisional Pakkacaping dalam masyarakat mengalami pergeseran dengan adaya perkembangan media digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui eksistensi, peran masyarakat sebagai media penyampai informasi publik. Penelitian ini menggunakan desain penelitian kualitatif. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara dan lembar observasi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahasa eksistensi media tradisional yang ada sekarang segmen peminatnya masih terbatas pada masyarakat tertentu saja, dalam hal ini mereka yang berusia 40 tahun keatas. Sedangkan di kalangan milenial media tradisional ini masih belum familiar dan cukup sulit dikembangkan. Peran masyarakat di dalam pengembangan medial tradisional dapat dilihat penampilan seni budaya Pakkacaping dalam pesta-pesta adat yang hanya dilaksanakan pada even-even tertentu. Peran pemerintah masih cukup baik, hal ini dapat dilihat dari adanya pembinaan dalam bentuk pemberian ruang yang cukup luas kepada sanggar-sanggar seni untuk membuka pelatihan-pelatihan kepada masyarakat. Meskipun dari segi finansial, pemerintah belum memberikan support penuh mengingat ini belum menjadi prioritas pemerintah. Kata kunci: media tradisional, pakkacaping, media informasi publik
PEMANFAATAN MEDIA KOMUNIKASI DARING DALAM MENDUKUNG PEMBELAJARAN SISWA KELAS VII SMP NEGERI 8 MAKASSAR DITENGAH PANDEMI COVID-19 Rukman Pala
Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan Vol 25 No 1 (2021): Jurnal Penelitian Pers dan Komunikasi Pembangunan
Publisher : Balai Pengembangan SDM dan Penelitian Komunikasi dan Informatika (BPSDMP Kominfo) Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46426/jp2kp.v25i1.156

Abstract

Proses pembelajaran dengan menerapkan media pembelajaran daring/online dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Selain itu penerapan media pembelajaran daring dapat meningkatkan aktivitas siswa. Penerapan media pembelajaran daring mendapatkan tanggapan yang positif dari siswa, karena penggunaan media pembelajaran daring termasuk baru bagi siswa dan terbukti efektif serta dapat diterapkan siswa di di rumah dalam berbagai pelajaran apapun di masa pandemic Covid -19 ini. Pembelajaran online yang diterapkan pada masa pandemi Covid19 merupakan strategi baru yang diterapkan untuk melanjutkan kegiatan belajar mengajar antara pendidik dan siswa yang dapat dilaksanakan dari rumah, kegiatan tersebut tidak lepas dari penggunaan media internet agar dapat efektif dalam penerapannya. Pada pelaksanaannya siswa dan guru tidak perlu lagi melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka di ruang kelas, namun kini sudah bisa belajar dengan sistem pembelajaran online. Guru memberi tugas harian sebagai sarana pemerolehan nilai siswa yang akan dicantumkan dalam rapor. Penilaian tersebut sebagai acuan tercapainya tujuan pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan di tengah wabah virus Covid-19.