Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Manajemen Sekolah Dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Pada MI Al-Khaeriyah Jawilan Kabupaten Serang Dewi Wulandari
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (226.892 KB) | DOI: 10.55171/jad.v9i2.557

Abstract

Manajemen sekolah dapat diartikan segala sesuatu yang berkenaan dengan pengelolaan proses pendidikan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan, baik tujuan jangka pendek, menengah, maupun tujuan jangka panjang.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui manajemen sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan, dengan meliputi: (1) Perencanaan program sekolah; (2) Pelaksanaan program sekolah dan (3) Hambatan yang dihadapinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif, teknik pengumpulan data dilakukan melalui pedoman wawancara, pedoman observasi, dan studi dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, pengawas dan guru pada Kabupaten Serang. Hasil penelitiannya ditemukan: MI Al-Khaeriyah Jawilan Kabupaten Serang. Hasil penelitiannya ditemukan: (1) Perencanaan program sekolah mencakup: program pengajaran, meliputi: kebutuhan tenaga guru pembagian tugas mengajar, pengadaan buku-buku pelajaran, alat-alat pelajaran dan alat peraga, pengadaan atau pengembangan laboratorium sekolah, pengadaan atau pengembangan perpustakaan sekolah, sistem penilaian hasil belajar, dan kegiatan kurikuler; (2) Pelaksanaan program sekolah yaitu strategi yang diterapkan untuk tercapainya peningkatan mutu pendidikan, meliputi: sosialisasi program, analisis SWOT, pemecahan masalah, peningkatan mutu, dan pemantauan dan evaluasi pelaksanaan program sekolah; dan (3) Hambatan dalam perencanaan program sekolah, antara lain kurangnya partisipasi masyarakat dan kesulitan ekonominya sehingga dukungan mereka terhadap manajemen sekolah ikut rendah. Diharapkan kepada pengawas agar dapat mengarahkan dan mengawasi kepala sekolah dalam peningkatan mutu pendidikan tentang perencanaan program sekolah, pelaksanaan program dan hambatan yang dihadapinya secara tepat guna, efektif dan efesien sehingga mutu pendidikan di sekolah tersebut dapat ditingkatkan. 
Dampak Positif Dan Negatif Penggunaan Internet Bagi Peserta Didik Dewi Wulandari
E-Jurnal Aksioma Ad-Diniyyah : The Indonesian Journal of Islamic Studies Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : LPPM STAI La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/jad.v10i2.747

Abstract

Penggunaan internet akan sangat berpengaruh terhadapa peserta didik karena Pengguna internet saat ini terus meningkat dan terus bertambah setiap harinya. internet di kalangan peserta didik saat ini menjadi salah satu kebutuhan pokok, namun tidak semua para peserta didik menggunakan internet dengan baik dan benar dan banyak yang menyalahgunakan internet terutama di kalangan para remaja. Penggunaan internet saat ini banyak di gunakan untuk mengakses jejaring sosial/media sosial. Internet memang menjadi suatu kebutuhan yang  sangat digunakan saat ini, apalagi didukung  dengan perkembangan teknologi yang terus tumbuh dan penuh dengan inovasi. Dalam penggunaan Internet ini ada dampak positifnya jika di gunakan dengan benar dan digunakan secara baik seperti untuk sarana kreatif, pembelajaran maupun mencari informasi yang bermanfaat bagi peserta didik dan dampak negative jiga di gunakan yang tidak benar bagi peserta didik. Dampak positif penggunaan internet:memudahkan mendapatkan Informasi yang bermanfaat peserta didik, membantu dalam menyelesaikan masalah dan tugas peserta didik, mendapat sarana hiburan bagi peserta didik, memudahkan dalam berbisnis bagi peserta didik, memudahkan proses komunikasi bagi peserta didik, mempermudah sarana kreatif bagi peserta didik, dan menggunakan internet untuk lebih produktif seperti konten creator yang postif dan bermanfaat. Dampak Negatif penggunaan internet : terjadinya Cyber bulliying, masalah kesehatan badan, perilaku negatif dan konten yang tidak baik untuk dilihat, maraknya isu Hoax dan penyebaran Hoax, maraknya isu Hoax dan penyebaran Hoax, adanya Cyber Crime, Budaya asli mulai ditinggalkan, adanya Cyber Crime yaitu kejahatan internet misalnya penipua, dan budaya asli mulai ditinggalkan peserta didik.