Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS DRAMATISTIC PENTAD TERHADAP FILM “COWSPIRACY: THE SUSTAINABILITY SECRET” DALAM RELEVANSINYA DENGAN SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS Leola Chandra
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 4 No 2 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v4i2.72

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki kekuatan menjadi alat propaganda dalam usaha dilakukannya kontrol sosial melalui makna pesan didalamnya. Film “Cowspiracy: The Sustainability Secret” merupakan salah satu contoh upaya propaganda dimaksud. Berbagai data mengenai dampak buruk industri peternakan yang jarang diekspos media dan ditutupi oleh berbagai NGO besar, berhasil dikomunikasikan secara edukatif melalui film ini. Cowspiracy berfokus pada permasalahan emisi gas, penggunaan air bersih, kehidupan laut, dan penggunaan lahan. Di sisi lain, PBB sebagai salah satu penyedia data juga bergerak menjadi solusi permasalahan pembangunan berkelanjutan global melalui agenda Sustainable Development Goals. Beberapa poin diantaranya memiliki fokus yang sama dengan Cowspiracy, yakni ke-6, 13, 14, dan 15. Maka melalui penelitian kualitatif deskriptif ini, akan ditinjau makna pesan dari film Cowspiracy dengan menggunakan metode dramatistic pentad dan relevansi dari SDG sebagai institusi yang mampu menggabungkan peran global dalam solusi permasalahan menggunakan konsep liberalisme institusional.
PERAN BADAN EKONOMI KREATIF DALAM MENGOMUNIKASIKAN NATION BRANDING BATIK INDONESIA PADA LIBERTY FAIRS Leola Chandra; Rubiyanto Rubiyanto
Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique Vol 5 No 1 (2022): Jurnal Ilmiah Ilmu Komunikasi Communique
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jikq.v5i1.135

Abstract

Sejak dipatenkannya batik sebagai warisan budaya Indonesia oleh UNESCO pada 2009, batik menjadi salah satu identitas nation branding Indonesia. Bluesville menjadi salah satu dari empat brand yang berhasil terpilih oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf)—Kemenparekraf—untuk mengikuti pameran Liberty Fairs di Amerika Serikat. Kajian ini bertujuan untuk menganalisis peran Bekraf dalam mengomunikasikan nation branding batik Indonesia di Amerika Serikat melalui brand Bluesville. Pendekatan yang dilakukan adalah kualitatif dengan paradigma post-positivistik. Teknik triangulasi data dipakai untuk menganalisis hasil wawancara dengan mantan kepala Bekraf dan co-founder Bluesville (data primer), dan observasi, dokumentasi, media sosial, dan situs berita (data sekunder). Kemudian data dianalisis menggunakan competitive identity hexagon yang terdiri dari aspek culture, policy, brands, people, tourism, dan investment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, Bluesville sebagai media komunikasi Bekraf untuk terlaksananya nation branding budaya batik Indonesia di pameran Liberty Fairs sangat efektif. Bekraf memiliki peran sebagai kurator dan fasilitator dalam mengirimkan brand lokal ke pameran internasional. Selain itu, peran Bekraf ini juga mencakup keenam aspek competitive identity yang juga mampu meningkatkan kapasitas dan kompetensi brand lokal bersaing di pasar global untuk jangka panjang. Oleh karena itu, upaya ini harus dilanjutkan oleh Bekraf pada pameran berikutnya, dan disarankan untuk mempertimbangkan keikutsertaan batik pada pameran sejenis dan lainnya.