Aluddin Aluddin
Akademi Keperawatan PPNI KendarI

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kemandirian Lansia Dalam Pemenuhan Aktivitas Sehari-Hari Di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko Tahun 2013 Aluddin Aluddin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 2 No 02 (2016): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan data di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko dari hasil wawancara yang dilakukan dengan beberapa keluarga yang mempunyai lansia di wilayah kerja puskesmas Binongkomenyatakan bahwa keluarga menghabiskan waktunya untuk bekerja di luar rumah. Mereka membiarkan lansia tinggal di rumah sendirian, sehingga kemauan memberikan dukungan atau perawatan kepada lansia masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga (dukungan informatif, dukungan instrumental, dukungan emosional dan dukungan penghargaan) dengan kemandirian lansia dalam pemenuhan aktivitas sehari-hari di wilayah kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Jenis penelitian ini adalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Dimana penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 6 Juni sampai 8 Juli di wilayah kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Besar populasi adalah 283 orang responden, dengan teknik penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel 38 orang responden. Berdasarkan hasil analisis uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan sedang antara dukungan informatifdengan kemandirian lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Ada hubungan sedang antara dukungan instrumentaldengan kemandirian lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Ada hubungan kuat antara dukungan emosionaldengan kemandirian lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Ada hubungan sedang antara dukungan penghargaandengan kemandirian lansia di Wilayah Kerja Puskesmas Binongko Kecamatan Binongko tahun 2013. Saran hendaknya keluarga selalu memberikan dukungan dan perhatian kepada lansia kerana dukungan dan perhatian dari keluarga akan menigkatkan kemandirian lansia dalam memenuhi kebutuhan aktivitasnya. Abstrack Based on the data in the Work Area Health Center Binongko from interviews conducted with families who have elderly health centers in the region of Binongko, 228 elderly people or 70% of families spend their time outside the home. They let the elderly live at home alone, so a willingness to provide support or care to the elderly is still lacking. This studyaims to determine the relationship between family support (informative support, instrumental support, emotional support and support awards) premiseselderly independencein fulfillingtheir daily activities at the Public Health Binongko Districtin 2013. This research is analytic survey with cross-sectional approach. Where this study was conducted on June 6 to July 8 at the Public Health Binongko District in 2013. Is a large population of 283 respondents, the sampling technique using stratified random sampling technique, with a sample of 38 respondents. Based on the statistical analysis of the results obtained that there are relationships between the informative support the independence ofthe elderly in the Work Area Health Center District Binongkoin 2013. There are relationships between instrumental support to elderly independence in the Work Area Health Center Binongko districtin 2013. There is astrong relationship between emotional support to the independence ofthe elderly in the Work Area Health Center Binongko districtin 2013. There are relationships between the independent elderly awards support Working Area Health Centerin District Binongko in 2013. Suggestions family should always provide support and care to the elderly because the support and attention of families will boost the independence of the elderly in meeting the needs ofits activity.
Faktor-Faktor Yang Berhubungan Dengan Penerapan Asuhan Keperawatan Jiwa Pasien Halusinasi Di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara Tahun 2013 Aluddin Aluddin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 01 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara adalah rumah sakit jiwa tipe B, dimana penerapan asuhan keperawatan masih kurang di terapkan. Berdasarkan data yang diperoleh bahwa penerapan asuhan keperawatan yang masih kurang diterapkan yaitu pada bagian pengkajian, intervensi dan implementasi dimana setiap pengisian kolomnya masih kurang atau hanya sekitar 35% yang terisi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan, beban kerja dan motivasi internal dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Jenis penelitian in iadalah survey analitik dengan pendekatan Cross Sectional.Dimana penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 17 April sampai 1 Mei di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Besar populasi adalah 52 orang responden, dengan tehnik penarikan sampel menggunakan teknik stratified random sampling, dengan jumlah sampel 34 orang responden. Kesimpulan dari penelitian hasil analisis uji statistik diperoleh bahwa ada hubungan pengetahuan perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Ada hubungan beban kerja perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Ada hubungan motivasi internal perawat dengan penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi di Rumah Sakit Jiwa Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2013. Berdasarkan hasil penelitian diharapkan kepada Rumah Sakit untuk mempertimbangkan kebijakan-kebijakan yang dapat terus meningkatkan pengetahuan, beban kerja dan motivasi perawat dengan mengadakan seminar dan pelatihan yang berhubungan dengan pelaksanaan penerapan asuhan keperawatan. Serta diharapkan kepada peneliti selanjutnya melakukan penelitian tentang faktor lain yang mungkin mempengaruhi penerapan asuhan keperawatan jiwa pasien halusinasi. Abstract Lunatic asylum in Southeast Sulawesi is a type B, in which the implementation of psychical nursing in this type is graded low. Based on the obtained data that the application of nursing care is still lessapplied in the assessment, intervention and implementation in which each columni scharging lessor only about 35% are filled. This study aims to know the relationship between knowledge, workload, and intrinsic motivation and the psychical nursing implementation of hallucination patient in Southeast Sulawesi lunatic asylum in 2013. Research type used in this study is analytical survey by Cross Sectional approach. The study was conducted on April 17th – May 1st in Southeast Sulawesi lunatic asylum 2013. Population of this study is 52 respondents, and sample taken from this population is 34 respondents by using stratified random sampling technique. Result obtained from the analysis of statistical testing shows an existence of relationship between the nurses’ knowledge and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi in 2013. There is a relationship between work load and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi in 2013. There is a relationship between intrinsic motivation and the psychical care implementation of hallucination patient in lunatic asylum Southeast Sulawesi 2013. Based on the result, it is expected the asylum should think carefully in policies-making to promote the nurses’ knowledge, work load, and their intrinsic motivation incessantly, as well as organizing such an informative activity, such as seminar or training, related to the nursing implementation. The writer also expects other researchers who conduct a study about this field, factors concerning the psychical care implementation of hallucination patient, to employ other variables.
Kualitas Pelayanan Kesehatan Di Rsud Kabupaten Wakatobi Tahun 2015 Aluddin Aluddin
TERAPEUTIK JURNAL : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas Vol 3 No 02 (2017): Terapeutik Jurnal : Jurnal Ilmiah Ilmu Keperawatan dan Kedokteran Komunitas
Publisher : LPPM STIKes Karya Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelayanan kesehatan yang bermutu merupakan salah satu kebutuhan dasar yang diperlukan setiap orang sehingga pelayanan kesehatan harus dikelola secara profesional melalui perubahan paradigma dan strategi pengolahan yaitu bagaimana menciptakan kepuasan bagi konsumen dan juga peningkatan mutu berkelanjutan, serta tata cara penyelenggaraan kesehatan yang sesuai kode etik dan standar pelayanan profesional yang telah ditetapkan sehingga pelayanan kesehatan yang diberikan haruslah dapat memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen dengan tepat, cepat, profesional, sehingga tidak terjadi kesenjangan antara harapan dan tuntutan terhadap pelayanan yang diharapkan. Kualitas pelayanan lebih terkait pada kelancaran komunikasi antara pasien dengan petugas. Menurut Parasuraman dalam Fandy (2011) mengatakan bahwa ada 5 dimensi yang digunakan oleh pelanggan dalam menilai suatu mutu pelayanan yaitu kehandalan (Reliability), penampilan fisik (Tangible), ketanggapan (Responsiveness), kepastian (Assurance) dan kemampupahaman (Empathy). Tujuan umum dari penelitian ini adalah mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Wakatobi. Tujuan Khususnya adalah mengetahui kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten Wakatobi ditinjau dari segi kehandalan,ketanggapan,komunikasi,rasa percaya dan kemampupahaman. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan cross sectional study.Tekhnik pengambilan sampel secara total sampling. Hasil penelitian menunjukkan ada pengaruh kehandalan, ketanggapan,komunikasi,rasa percaya,dan kemampupahaman terhadap pelayanan kesehatan di RSUD Kabupaten wakatobi sehingga disarankan perlu upaya peningkatan keterampilan dari pemberi pelayanan kesehatan khususnya paramedis yang bertugas di ruang rawat jalan penyakit dalam RSUD Kabupaten Wakatobi. Abstract Quality health services is one of the basic necessities required for each person so that health services should be managed professionally through a paradigm shift and processing strategies: how to create satisfaction for consumers as well as continuous quality improvement, as well as the procedure for the organization of health according to the code of ethics and standards of service professionals who have been assigned so that health services provided must be able to meet the needs and expectations of consumers with precise, fast, professional, so there is no gap between the expectations and demands of the service expected. Quality of service is more relevant to the smooth communication between the patients with officers. According to Parasuraman in Fandy (2011) says that there are five dimensions that are used by customers in evaluating a quality of service which the reliability, tangible, responsiveness, Assurance and Empathy. General purpose from This research is know the quality of health care in hospitals Wakatobi. In particular goal was to determine the quality of health care in hospitals Wakatobi in terms of reliability, responsiveness, communication, trust and emphaty. This type of research is descriptive with cross sectional approach study.Technique sampling is total sampling. Results showed no effect of reliability, responsiveness, communication, trust, and emphaty to health services in hospitals district suggested wakatobi so necessary efforts to improve the skills of health care providers, especially paramedics on duty in the hospital outpatient disease in Wakatobi.