Injeksi surfaktan merupakan salah satu jenis EOR yang sesuai untuk memperbaiki efisiensi pendesakan pada reservoir. Surfaktan merupakan zat aktif yang dapat menurunkan tegangan antar muka air-minyak sehingga tekanan kapiler pada daerah penyempitan pori-pori akan turun yang menyebabkan minyak sisa dapat didesak dan diproduksikan. Injeksi surfaktan dilakukan untuk mengoptimalkan injeksi air yang telah dilakukan sebelumnya. Dari injeksi surfaktan yang dilakukan ini diharapkan dapat mendesak minyak dan mendapatkan peningkatan recovery. Tahap pertama pada penelitian ini adalah dengan melakukan uji core flooding pada sampel batuan reservoir dan Surfaktan “B”. Dari hasil core flooding dilakukan sensitivitas trapping number dengan menggunakan simulator. Parameter Trapping Number diperlukan untuk mengetahui proses perubahan wetabilitas yang terjadi di reservoar akibat dilakukannya injeksi surfaktan. Untuk selanjutnya parameter tersebut digunakan sebagai input pada skenario pengembangan Lapangan “X”. Pada uji sensitivitas trapping number didapatkan besarnya DTRAPW dan DTRAPN sebelum dan sesudah injeksi surfaktan masing-masing sebesar -5 dan -2. Peningkatan recovery factor yang didapat dari uji core flooding adalah sebesar 9,25% dan hasil dari simulasi reservoir Lapangan “X” setelah dilakukan sensitivitas trapping number menunjukkan hasil yang mendekati yaitu sebesar 9.77%.