Husnul Laili
STIT Palapa Nusantara

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Model Pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) Dalam Meningkatkan Kemampuan Pemecahan Masalah Matematika Siswa MTs Nurul Hakim Kediri Ditinjau dari Segi Gender Husnul Laili
PALAPA Vol 4 No 2 (2016): NOVEMBER
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (342.57 KB) | DOI: 10.36088/palapa.v4i2.22

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melihat pengaruh model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL) dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah matematika dan untuk melihat perbedaan kemampuan pemecahan masalah Matematika setelah diajarkan dengan model pembelajaran Contextual Teaching and Learning (CTL)ditinjau dari segi gender. Penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen semu dengan desain pre-tes dan post-tes dengan kelompok non-ekuivalen. Penelitian ini menggunakan dua kelompok eksperimen dan dua kelompok kontrol. Populasi penelitian ini terdiri dari seluruh siswa kelas VII MTs Nurul Hakim Kediri. Pengambilan sampel dengan teknik sampling purposive. Dari populasi yang ada diambil empat kelas secara acak yang selanjutnya ditentukan dua kelas eksperimen (satu kelas putra dan satu kelas putri), dan dua kelas kontrol (satu kelas putra dan satu kelas putri) yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan menggunakan tes bentuk uraian dan observasi kegiatan siswa. Untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran dan perbedaan hasil berdasarkan gender data dianalisis dengan menggunakan ANACOVA ( α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dengan Contextual Teaching and Learning (CTL)berpengaruh dalam meningkatkan kemampuan pemecahan masalah Matematika dan terdapat perbedaan kemampuan pemecahan masalah Matematika setelah diajar dengan model Contextual Teaching and Learning (CTL)ditinjau dari segi gender yaitu siswa dari kelas putri lebih tinggi tingkat kemampuan dalam memecahkan masalah Matematika dibanding kelas putra.
Implikasi Reward dan Punishment untuk Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini di TK Hamzanwadi NW Bungtiang: Implications of Rewards and Punishments to Improve Social Emotional Skills of Early Childhood at Hamzanwadi NW Bungtiang Kindergarten, West Sakra District Husnul Laili
Al-Gafari : Manajemen dan Pendidikan Vol. 3 No. 2 (2025): AGUSTUS
Publisher : Pendidikan Al-Gafari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66886/algafari-mp.v3i2.206

Abstract

Early childhood education is essentially a form of education that focuses on laying the foundation for growth and development, including motor coordination (fine and gross), emotional intelligence, multiple intelligence and spiritual intelligence in accordance with the uniqueness and growth of early childhood. This study aims to explore the implications of the use of rewards and punishments in improving social-emotional skills in early childhood. In this study, researchers identified several positive implications of the use of appropriate rewards, namely; 1) fair and consistent rewards can increase children's self-esteem. 2) the use of rewards can encourage cooperation and build social skills needed for interaction with peers and adults. 3) appropriate rewards can reinforce desired behaviors, such as sharing, politeness, and emotional control. The type of research used is descriptive qualitative, data obtained by conducting observations, interviews and documentation. The validity of the data uses triangulation techniques. Data analysis was carried out in four stages, namely; data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study show: 1) Internal and external environmental conditions of Hamzanwadi NW Bungtiang Kindergarten. 2) Teacher strategies in the implications of rewards and punishments in developing children's social emotions at Hamzanwadi NW Bungtiang Kindergarten. 3) Inhibiting factors in implementing rewards and punishments to students at Hamzanwadi NW Bungtiang Kindergarten.