Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Budaya Majlas dalam Komunitas Keturunan Arab di Ampenan Baiq Raudatussolihah; Ali Fathurrahman; Abdurrahman Alhabsyi
PALAPA Vol 10 No 1 (2022): MEI
Publisher : LP2M STIT Palapa Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36088/palapa.v10i1.1644

Abstract

Starting from the construction of darun nadwah as a meeting place for discusses the problems experienced by the tribes of the Qureish tribe to find a solution together until the arrival of Islam as a unifying religion. Human discussion is a habit that has become a routine for the Arabs. Likewise, when Islam is present and spread throughout the world, including Indonesia. This habit becomes very attached and becomes a culture for people of Indonesian Arab descent, especially Ampenan Arab descent who, although the name changed to majlas but the essence is the same as the association – the association created by his predecessors. This study uses a qualitative descriptive method with a approach ethnography and discuss about the majlas culture in the Arab community in Ampenan and find out if this custom is the same as the gathering - past gatherings, as well as whether the majlas gave birth to good outputs related to the economy education and social community.
Pengembangan Bahasa Arab dan Wisata Halal di Lombok Ali Fathurrahman
Matluba: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Budaya Arab Vol 1 No 4 (2024): MATLUBA JURNAL PENDIDIKAN BAHASA DAN BUDAYA ARAB
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Institut Agama Islam Nurul Hakim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57215/matluba.v1i4.497

Abstract

Abstrak Pengembangan bahasa Arab dan wisata halal di Lombok dikembangkan karena kebutuhan pendidikan dan pasar pariwisata nasional dan global yang semakin pesat serta sebagai bentuk langkah dalam mengembangkan pendidikan dan wisata yang bermutu. Keseriusan Pemda NTB dalam mengembangkan bahasa Arab di berbagai lembaga pendidikan dan wisata halal ini dibuktikan melalui pengesahan Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 2 Tahun 2016 tentang Pariwisata Halal. Brand wisata halal ini sepertinya cukup berhasil, karena statistik kunjungan wisatawan ke Lombok menunjukkan peningkatan. Sebagai daerah yang mengembangkan wisata halal, tentu Pemda NTB harus memprioritaskan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi untuk memberikan pelayanan maksimal terhadap para wisatawan mancanegara yang mayoritas beragama Islam, dan berkomunikasi dengan bahasa Arab. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan berbahasa Arab pramuwisata yang ada di Pulau Lombok. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan model penelitian lapangan (field research). Hasil penelitian menunjukan jika kemampuan berbahasa Arab pramuwisata di Pulau Lombok masih sangat rendah, dan hal ini disebabkan karena masih minimnya pelatihan-pelatihan yang dilakukan oleh Pemda NTB sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan wisata halal. Oleh sebab itu,pemerintah daerah harus bekerjasama dengan berbagai Pendidikan yang mengakomudasi Bahasa arab dalam proses pendidikannya untuk meningkatkan kemampuan Bahasa arab bagi para Pramuwisata,terutama pesantren-pesantren di Nusa Tenggara Barat. Kata kunci: Pengembangan Bahasa Arab, Wisata Halal, dan Pulau Lombok.