Ani Sutriningsih
Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan UNITRI

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EFEKTIVITAS UMBI PORANG (Amorphophallus oncophillus) TERHADAP PENURUNAN KADAR GLUKOSA DARAH PENDERITA DIABETES MELLITUS Ani Sutriningsih; Nia Lukita Ariani
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.255 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i1.388

Abstract

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Jumlah DM tipe II hampir 85-95% dari jumlah total kasus yang dilaporkan pada penderita DM. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efektivitas umbi porang (Amorphophallus oncophillus) terhadap penurunan kadar glukosa darah pada penderita DM. Penelitian ini menggunakan desain penelitian murni (rancang acak sederhana) dengan the pretest and posttest control group design dimana pengambilan data dilakukan di awal dan di akhir atau setelah pemberian perlakuan baik pada kelompok kontrol maupun kelompok perlakuan. Kadar glukosa darah diukur secara kuantitatif menggunakan alat cek gula darah (Glucometer) merk Easy Touch sebelum dan sesudah penderita DM mengkonsumsi umbi porang (Amorphophallus oncophillus) dalam bentuk olahan mie Shirataki dalam waktu 2 (dua) minggu.Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh penderita DM yang ada di Posyandu Lansia Wilayah Kerja Puskesmas Jabung Kabupaten Malang sejumlah 47 orang. Subyek penelitian sejumlah 32 orang yang memenuhi kriteria inklusi yang terdiri dari 16 orang kelompok kontrol dan 16 orang kelompok perlakuan. Hasil penelitian dianalisis menggunakan Uji T berpasangan dan didapatkan pada kelompok kontrol tidak ada perbedaan kadar glukosa darah pada hari ke-1 dan hari ke-7 dengan nilai p=0.248 dimana p>0.05, dan tidak ada perbedaan kadar glukosa darah dan pada hari ke-1 dan hari ke-14 dengan nilai p=0.644 dimana p>0.05. Sedangkan pada kelompok perlakuan ada perbedaan kadar glukosa darah pada hari ke-1 dan hari ke-7 dengan nilai p=0.001 dimana p
KETAHANAN PANGAN KELUARGA BERKAITAN DENGAN STATUS GIZI BALITA PASCA ERUPSI GUNUNG BROMO DI KABUPATEN MALANG Ani Sutriningsih; Lasri Lasri
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (293.615 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i2.555

Abstract

Wilayah Kabupaten Malang bagian timur menjadi daerah penopang pertanian, antara lain di Kecamatan Poncokusumo, Kecamatan Pakis, Jabung, dan Tumpang. Selama Gunung Bromo mengeluarkan abu vulkanik pada Desember 2015 – Februari 2016, wilayah Tumpang dan Poncokusumo merasakan dampak abu vulkanik. Hal tersebut menurunkan ketersediaan pangan, akses bahan makanan, dan konsumsi makanan sehingga menganggu ketahanan pangan dalam jangka waktu yang cukup lama. Dalam kondisi darurat akibat bencana alam letusan gunung berapi dan kondisi gangguan ketahanan pangan, kelompok yang paling rentan mengalami masalah gizi dan gangguan kesehatan adalah balita. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi balita pasca erupsi Gunung Bromo di Kabupaten Malang. Penelitian menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel yang digunakan sebanyak 96 keluarga yang mempunyai balita. Teknik pengambilan sampel menggunakan quota sampling. Instrumen menggunakan kuesioner modifikasi dari USDA. dan Kartu Menuju Sehat (KMS). Hasil penelitian didapatkan lebih dari separuh responden (76%) mempunyai ketahanan pangan keluarga kategori tinggi dan lebih dari separuh responden (87.5%) mempunyai status gizi balita kategori baik. Hasil uji korelasi Spearman diperoleh p value sebesar 0.049 < (α 0,05) sehingga ada hubungan ketahanan pangan keluarga dengan status gizi balita dengan koefisien korelasi (r) = 1.000 artinya mempunyai kekuatan hubungan yang kuat. Saran bagi keluarga responden yaitu meningkatkan ketahanan pangan keluarga melalui upaya penambahan variasi tanaman yang lebih tahan terhadap kondisi abu vulkanik dan penambahan jenis ternak. Bagi posyandu diharapkan memberikan edukasi kepada keluarga tentang peningkatan status gizi balita.