Nina Nirmaya Mariani
Program Studi DIV Kebidanan Cirebon Poltekkes Kemenkes Tasikmalaya

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU SEKSUAL REMAJA DI SMP NEGERI 15 KOTA CIREBON TAHUN 2017 Nina Nirmaya Mariani; Dian Fitriani Arsy
Care : Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Vol 5, No 3 (2017)
Publisher : Universitas Tribhuwana Tunggadewi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (345.97 KB) | DOI: 10.33366/cr.v5i3.711

Abstract

Remaja merupakan penduduk dalam rentan usia 10-18 tahun. Pada masa ini mereka mengalami pertumbuhan yang pesat sehingga mengakibatkan mereka memiliki rasa keingintahuan yang besar dalam berbagai hal tanpa mencerna terlebih dahulu informasi yang mereka dapat. Salah satu hal negatif yang menjadi permasalahan remaja adalah perilaku seksual remaja. Perilaku seksual tersebut akan menyebabkan berbagai hal diantaranya kehamilan remaja yang berujung pada aborsi serta meningkatnya ancaman terhadap HIV/AIDS. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku seksual remaja di SMP Negeri 15 Kota Cirebon. Penelitian ini merupakan jenis penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasinya adalah seluruh siswa SMP Negeri 15 Kota Cirebon dengan sampel 221 responden dengan cara purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner. Analisis statistik menggunakan uji chi-square. Uji korelasi antara pengetahuan tentang kesehatan reproduksi dan perilaku seksual menunjukkan hubungan yang bermakna ( 0,0000). Begitupun dengan variabel lain seperti media informasi ( 0,000) dan self-esteem ( = 0,000). Semakin tinggi pengetahuan tentang kesehatan reproduksi maka semakin baik perilaku seksualnya. Media informasi dan self-esteem juga merupakan variabel yang mempengaruhi perilaku seksual. Diharapkan adanya kerjasama lintas sektoral dalam pemberian materi kesehatan reproduksi dalam upaya mencegah peningkatan perilaku seksual yang berisiko.