Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Nursing Information Journal

Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ-9 pada Remaja Haswita, Haswita; Nabila, Syahlung Virginia; Anggari, Roshinta Sony
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): In Progress Issue
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.881

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada remaja rentan terjadi karena dalam masa peralihan yang mengalami sejumlah perubahan baik fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketika remaja kesulitan mengatur emosionalnya, hal itu akan menimbulkan ketegangan sekaligus ketidaknyamanan yang dapat memicu terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen pola komunikasi keluarga dengan variabel dependen risiko depresi. Populasi pada penelitian 510 siswa di SMPN X Genteng Banyuwangi. Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ-9 dan pola komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah pluralistik (37,9%) dan lebih banyak responden memiliki risiko depresi ringan (41,1%). Hasil uji statistik Spearman’s rho diperoleh nilai p=0.000>0.05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Kesimpulan: Pola komunikasi keluarga sangat mempengaruhi remaja secara positif, terutama dalam kesehatan mental. Maka hasil penelitian ini diharapkan sekolah dapat memfasilitasi orang tua dan remaja (siswa) dalam keterampilan berkomunikasi yang baik sehingga mencegah risiko depresi berkelanjutan.
Hubungan Pola Komunikasi Keluarga dengan Risiko Depresi berdasarkan Screening Depresi PHQ-9 pada Remaja Haswita, Haswita; Nabila, Syahlung Virginia; Anggari, Roshinta Sony
Nursing Information Journal Vol. 4 No. 2 (2025): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v4i2.881

Abstract

Pendahuluan: Depresi pada remaja rentan terjadi karena dalam masa peralihan yang mengalami sejumlah perubahan baik fisik, kognitif, sosial, dan emosional. Ketika remaja kesulitan mengatur emosionalnya, hal itu akan menimbulkan ketegangan sekaligus ketidaknyamanan yang dapat memicu terjadinya depresi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi berdasarkan screening depresi PHQ-9 pada remaja. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen pola komunikasi keluarga dengan variabel dependen risiko depresi. Populasi pada penelitian 510 siswa di SMPN X Genteng Banyuwangi. Dan sampel sebanyak 224 siswa dengan teknik pengambilan sampling yaitu random sampling, alat ukur yang digunakan kuesioner yaitu kuesioner PHQ-9 dan pola komunikasi keluarga. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola komunikasi keluarga responden terbanyak adalah pluralistik (37,9%) dan lebih banyak responden memiliki risiko depresi ringan (41,1%). Hasil uji statistik Spearman’s rho diperoleh nilai p=0.000>0.05 sehingga terdapat hubungan antara pola komunikasi keluarga dengan risiko depresi pada remaja di SMPN X Genteng Banyuwangi. Kesimpulan: Pola komunikasi keluarga sangat mempengaruhi remaja secara positif, terutama dalam kesehatan mental. Maka hasil penelitian ini diharapkan sekolah dapat memfasilitasi orang tua dan remaja (siswa) dalam keterampilan berkomunikasi yang baik sehingga mencegah risiko depresi berkelanjutan.
Hubungan Persepsi dan Sikap Remaja tentang Vaksin Covid-19 dengan Kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan Naya, Rory Cinta; Anggari, Roshinta Sony; Haswita, Haswita
Nursing Information Journal Vol. 2 No. 2 (2023): Nursing Information Journal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat STIKES Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54832/nij.v2i2.362

Abstract

Pendahuluan: Pemerintah berusaha agar dapat menghentikan penularan serta mengurangi angka kesakitan dan kematian yang dikarenakan Covid-19 adalah dengan penerapkan protokol kesehatan dan melakukan vaksinasi. Persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 juga bisa menjadi hal yang dapat mempenagruhi kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Hal ini dikarenakan banyaknya berita negatif tentang vaksin seperti faktor kehalalan dan keamanan vaksin Covid-19. Tujuan dilakukannya penelitian untuk mengetahui hubungan persepsi dan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan protokol kesehatan. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain cross-sectional untuk mengukur hubungan antara variabel independen persepsi dan sikap dengan variabel dependen kepatuhan protokol kesehatan. Populasi sebanyak 203 dengan teknik pengambilan sampling yaitu total sampling dengan alat ukur kuesioner yaitu kuesioner persepsi, sikap, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan. Penelitian ini menggunakan uji statistika rank spearman yaitu mencari tingkat hubungan atau signifikansi dari suatu variabel. Hasil: Hasil uji statistik univairiat dengan menggunakan uji statistic deskriptive menghasilkan responden yang memiliki persepsi negatif sebanyak 144, sikap positif sebanyak 102, dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan sebanyak 124 bersikap positif. Pada uji statistik bivariate dengan Spearman’s Rank diperoleh dari variabel persepsi yaitu p-value 0.180 > α 0.05 maka pada variabel persepsi tentang vaksin Covid-19 tidak ada hubungan dengan kepatuhan protokol kesehatan. Sedangkan pada variabel sikap memperoleh p-value 0.002 < α 0.05 menandakan bahwa terdapat hubungan sikap remaja terhadap vaksin Covid-19 dengan kepatuhan terhadap protokol kesehatan di SMPN X. Kesimpulan: Pentingnya meningkatkan persepsi dan sikap remaja tentang vaksin Covid-19 yang dilakukan oleh tenaga kesehatan dan guru di sekolah agar remaja tidak memiliki persepsi yang buruk tentang vaksin dan bersedia untuk menerima vaksin tanpa mengurangi perilaku patuh terhadap protokol kesehatan.