Fatimah Dewi Anggraeni
Prodi Kebidanan Universitas Jenderal A. Yani Yogyakarta

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Kekurangan Energi Kronis (KEK) di Wilayah Kerja Puskesmas Kasihan I, Bantul Yogyakarta. Fatimah Dewi Anggraeni
Jurnal Ilmiah Kesehatan Rustida Vol 6 No 2 (2019): Juli
Publisher : Akademi Kesehatan Rustida

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (134.851 KB) | DOI: 10.55500/jikr.v6i2.82

Abstract

Menurut WHO pada 2013, tercatat angka kematian ibu (AKI) di Indonesia masih sekitar 190 per 100.000 kelahiran, salah satu penyebabnya adalah perdarahan. Status Gizi pada ibu hamil dapat menyebabkan terjadinya perdarahan dan BBLR. DIY merupakan salah satu provinsi yang prevalensi risiko KEK pada wanita hamil di bawah rata-rata risiko KEK nasional (24,2%), dengan kejadian KEK tertinggi tedapat di Kabupaten Bantul yaitu 35,4%. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor-faktor penyebab KEK di Puskesmas Kasihan I, Bantul. Metode Penelitian: Jenis penelitian ini menggunakan survey analitik dengan menggunakan pendekatan cross secional. Variabel independent yang digunakan dalam penelitian ini adalah variabel usia, status ekonomi, paritas, pendidikan, sedangkan variabel dependent dalam penelitian ini adalah kejadian KEK. Metode sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik accidental sampling, dengan, jumlah sampel sebanyak 36 responden. Pengumpulan data mengambil data primer dengan menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis regresi logistic.Hasil: Pada penelitian ini didapatkan bahwa mayoritas resonden tidak mengalami KEK sebanyak 66,67%, berusia 20-35 tahun sebanyak 55,56%, pendapatan tinggi 63,89%, paritas tidak beresiko sebanyak 66,67%, pendidikan tinggi 61,11%. Berdasarkan anilisis data didapatkan 2 variabel yang berhubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel paritas (p value: 0,653) dan variabel pendidikan (p value: 267), sedangan 2 variabel tidak memiliki hubungan dengan kejadian KEK yaitu variabel usia (p value: 0,030) dan variabel tingkat pendapatan (p value: 0,042). Kesimpulan: Terdapat hubungan antara variabel paritas dan pendidikan dengan kejadian KEK, sedangkan variabel usia dan variabel tingkat pendapatan tidak berhubungan dengan kejadian KEK.