Sudiro ST
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MODEL PENGEMBANGAN USAHA BUDIDAYA LELE KELOMPOK DESA VOKASI DESA MANYAREJO PLUPUH SRAGEN MELALUI PENGANEKARAGAMAN HASIL OLAHAN DAN MANAJEMEN PEMASARAN BERBASIS IT Sudiro ST
Jurnal Informa : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol 1 No 1 (2015): Juni
Publisher : Politeknik Indonusa Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (476.723 KB) | DOI: 10.46808/informa.v1i1.93

Abstract

Pemberdayaan usaha kecil menengah khususnya di pedesaan merupakan langkah yangstrategis dalam meningkatkan dan memperkuat dasar kehidupan perekonomian dari sebagianterbesar rakyat Indonesia, khususnya melalui penyediaan lapangan kerja dan mengurangikesenjangan dan tingkat kemiskinan. Dengan demikian upaya untuk memberdayakan UKMharus terencana, sistematis dan menyeluruh baik pada tataran makro dan mikro Sebagaimanasalah satu tujuan dari pelaksanaan program penerapan dan pengembangan KKN desa vokasiProvinsi Jawa Tengah adalah mewujudkan desa mandiri berbasis vokasi sehingga memilikikeunggulan komparatif dan kompetitif. Berdasarkan hasil survey dan evaluasi dilapangankhusunya di Desa Manyaran Kecamatan Plupuh kabupaten Sragen, dimana desa inidicanangkan sebagai salah satu desa vokasi dengan kelompok usahanya budidaya lele. .Kegiatan KKN Desa Vokasi ini berlangsung selama 45 lima hari dengan pesertamahasiswa sebanyak 11 orang dari program studi managemen informatika. Sedangkan kegiatanutama dari KKN Desa Vokasi adalah Pelatihan Penganekaragaman produk olahan berbahandasar ikan lele, pelatihan pembuatan desain kemasan produk (packaging), pelatihan managemenpemasaran dan pelatihan managemen Keuangan.Kegiatan pemberdayaan masysrakat sebaiknya dilakukan oleh civitas akademikakhususnya di Perguruan Tinggi secara berkelanjutan untuk lebih menghasilkan keluaran yangdiharapkan. Sebagai tindak lanjut dari program kegiatan KKN Desa Vokasi ini pihak KelompokUsaha atau mitra mengharapkan ke depan kerjasama bisa dilakukan lebih intens denganprogram-program lain yang bisa meningkatkan kwalitas masyarakat. Pendampingan dari pihakPerguruan Tinggi maupun Pemerintah Daerah yang berwenang sebaiknya intensif dilakukanbagi kelompok-kelompok usaha yang masih lemah dari sisi menejemen maupun permodalandan kreativitas.